Fenomena perdukunan di negeri ini sudah sangat mengenaskan. Kian hari mereka semakin gencar menjajakan perdukunan mereka melalui berbagai media baik elektronik maupun cetak.
Masyarakat pun semakin banyak yang terkecoh. Banyak di antara mereka yang silau pada dukun sebab banyak dukun sekarang yang bergaya ustadz, habib, dan kiai.
Tahukah Anda apa saja ciri dukun berlagak ustadz?
Yuk, simak selengkapnya dalam video Yufid EDU yang menarik berikut ini!
Tafsir asmaul husna merupakan wujud dari iman kepada Allah dalam nama-nama-Nya. Mengapa perlu ditafsirkan? Agar seorang hamba makin mengenal Rabb-Nya. Mengenal sifat Allah termasuk rangkaian dalam memahami nama-nama Allah. Dan dari paparan ini kita mengenal tidak adanya sifat mustahil bagi Allah dan membungkam mulut orang-orang yang berbicara agama tanpa ilmu atau sebaliknya beramal tanpa ilmu.
Ingkar kepada sifat-sifat Allah adalah tema yang dibahas dalam episode ke enam ini, masih dalam kitab yang sama; Al-Aqidah Al-Wasithiyah. Semakin kita mendalami kitab ini, kita lebih mengetahui asma Allah yang jumlahnya banyak. Nama dan sifat Allah, dua hal yang tidak terpisahkan. Bab yang Anda simak ini masuk dalam kurikulum rukun Iman dan rukun Islam. Rukun iman dan rukun Islam adalah dua pondasi yang mendasari agama ini. Dan mengimani asma wa sifat sebagaimana datangnya termasuk ciri khas Ahlussunnah wal Jamaah.
Ahlussunnah wal Jamaah adalah nama lain dari Ahlul Islam, saat merebak adanya Ahlul Bid’ah di beberapa tempat. Beralih kepada makna iman; dalil iman kepada Allah, dan jumlah asmaul husna atau mengetahui asmaul husna dan manfaatnya, semuanya dijabarkan secara luas oleh Ustadz Abu Isa hafizahullah tanpa takwil yang batil. Takwil adalah menafsirkan sesuatu. Ada perbedaan takwil dan tafsir di sisi para ulama dan membutuhkan kajian tersendiri. Membahas sifat sifat Allah yang terkandung dalam makna iman kepada Allah membuahkan iman yang mantap, insya Allah.
Simakpula penjelasan dari hadits tentang aqidah, mengenal sifat Allah yang azali maupun yang baru, mengenal lebih dalam tauhid asma wa sifat, dan konsekuensi iman secara umum.
Hidayah adalah sesuatu yang tak tergantikan karena mahalnya dan tidak menyapa semua orang, bilapun menyapa, hanya Allah lah yang menggerakkan hatinya untuk menerima hidayah. Memasuki bahasan berikutnya, Masail Jahiliyah menyajikan pengertian ulama dan hadits tentang ulama dengan tema Penghina Ulama Dulu dan Kini. Sebuah tema yang mencerahkan … hadits tentang hidayah Allah yang tersaji apik dalam cara menjemput hidayah bagi siapa saja nantinya.
Disebutkan dalam syarah bab ini berupa kisah hadits menghina orang lain atau yang dikenal dengan sebutan penghina ulama. Untuk lebih sesuai porsinya, pemateri menyajikan hadits ulama pewaris para Nabi. Digandengkan dengan ayat AlQuran tentang ulama dan hadits tentang larangan mencaci maki. Guna, menentramkan jiwa, tak lupa disematkan hadits tentang ilmu dunia dan akhirat serta bahayanya berbicara tanpa ilmu.
Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah termasuk salah satu gudang ilmu agama Islam, beliau menyusun risalah ini bukan tanpa sebab. Beralih kepada hadits menyakiti hati orang lain sekaligus paparan singkat terkait jangan meremehkan orang kecil yang berada di sekeliling Anda. Lalu kajian ini dipungkasi dengan hadits tentang berkah dan mencari berkah yang disyariatkan!
*TAMAT* (Edisi Terakhir dari Kitab Tauhid)
Keagungan Allah subhanahu wa Ta’ala dapat Anda simak dalam hadits-hadits di akhir Kitabut Tauhid ini. Dan Anda akan semakin mengagungkan Allah dengan semestinya. Tanda tanda kebesaran Allah di alam semesta ada pada hadits yang menggugah nalar sadar Anda.
Ayat tentang keindahan ciptaan Allah yang merupakan contoh kebesaran Allah (tanda tanda kebesaran Alah di dunia) berupa langit yang menjulang tanpa tiang, gunung yang berjejer anggun di atas bumi dan samudera yang luas yang mengitari pulau-pulau. Ternyata, 7 lapis langit dan penghuninya itu ada, lalu bagaimana dengan 7 lapis bumi, adakah penghuninya?
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah tujuh langit dibandingkan kursi (Allah) kecuali seperti cincin yang dilemparkan di tanah lapang dan besarnya ‘Arsy dibandingkan kursi adalah seperti tanah lapang dibandingkan dengan cincin.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah di atas ‘Arsy-Nya dan Arsy-Nya di atas langit-langit dan bumi, seperti begini dan beliau memberikan isyarat dengan jari-jemarinya seperti kubah. Dan hadits-hadits semisal di atas.
Misteri langit ketujuh tidak selesai untuk dikuak. Dan paling tingginya adalah Arsy Allah, letak arsy Allah berada di atas air, dan di atas arsy Allah beristiwa’. Istiwa’ ada tiga maknanya dan kurang tepat bila diterjemahkan bersemayam. Kursy Allah begitu besarnya dan tidak bisa dilukiskan. Dari hadits-hadits yang dibacakan oleh pemateri, mengajak Anda untuk merenung, betapa kecilnya manusia, betapa kecilnya makhluk-makhluk Allah yang lain.
Dari uraian yang telah berlalu, Anda semakin mengenal macam macam tauhid berikut contoh tauhid yang menyuburkan iman. Merenungi dalil tauhid dalam bab terakhir ini, sungguh membuat kita terpana, Subhanallah … Selain kursy, ada sidratul muntaha dan arsy sebagai makhluk Allah yang besar. Betapa agungnya Allah, Allah Maha Besar, oleh karena itu, Dia berfirman, “Akulah Al-Malik”
Pencarian terkait bab ini yakni hadits masuk Surga tanpa hisab dan mengenal jarak antara langit pertama dan langit kedua, dan seterusnya. Juga, tidak ada amalan anak Adam yang tersembunyi di sisi Allah.
Sayyid adalah Allah … inilah ungkapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menyanggah salah seorang sahabatnya yang mengucapkan kalimat yang bermakna ganda. Dan tentunya ada perbedaan antara sayid dan habib. Manakah yang lebih tinggi (khalil, habib, atau sayid)? Memasuki bab jelang akhir pertemuan, pemateri menyuguhkan tema Menjauhkan Ucapan Kesyirikan dalam Bermuamalah.
Macam macam syirik yang kita kenali ada dua: syirik akbar dan syirik asghar. Musyrik adalah seseorang yang melakukan kesyirikan. Betapa banyak dalil tentang syirik yang menyingkap bahaya syirik di sana-sini. Sebut saja contoh syirik dari jenis syirik yang kerap terjadi yakni ghuluw fi shalihin. Apa itu ghuluw? Ghuluw adalah sikap berlebihan terhadap seseorang bisa jadi karena kesalehannya atau kedudukannya. Inilah topik yang tengah kita bahas bersama.
Dalam bab ini, penulis memasukkannya dalam bab Menjaga Tauhid dan Menutup Pintu Kesyirikan. Juga, dibahas di dalamnya berupa penyakit menderita bisikan Setan. Dan mengandung doa pelindung dari bisikan hati. Melalui kajian ini, Anda diajak untuk mengulang kembali urgensi syahadataian. Mengurai kata kata hamba dalam tinjauan bahasa dan istilah. Ustadz Afifi Abdul Wadud hafizahullah lalu memaparkan pertanyaan tentang kufur (baca: ucapan kufur yang merusak aqidah seseorang).
Dan bab ini tidak jauh dari paparan adab kepada Allah; juga hadits berkata baik/diam, sebuah teguran berupa jaga lisanmu. Semuanya dalam rangka taqarub ilallah (atau cara mendekatkan diri kepada Allah). Semoga bermanfaat. Barakallahu fikum.
Kisah Shahabiyah (shahabat muslimah di masa Rasulullah) mewarnai video YUFID EDU kali ini, bertemakan jagalah kebersihan … mencoba menggugah semangat ayahbunda sekaligus putra-putri tercintanya untuk rajin membuang sampah pada tempatnya, khususnya menjaga adab saat di masjid. Kebersihan dalam Islam sangat diperhatikan, ia bukanlah jargon kosong tanpa makna.
Terlampau banyak disebutkan hadits menjaga kebersihan sekaligus mengupas pengertian kebersihan sebagian dari iman. Inilah sirah sahabat wanita sebagai kisah perdana yang diunggah oleh pemateri. Sebuah kisah muslimah teladan ahli Surga yangmana beliau dishalatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meski telah lewat waktu penguburannya.
Sungguh menentramkan hati saat kita membaca kisah penuh hikmah yang bersumber dari Sahabat Nabi. Dalam video ini, kami tidak membahas tata cara sholat Ghaib dan syarat shalat ghaib secara khusus, hanya menyampaikan isi kisah apa adanya. Kisah Ummu Mahjan radhiyallahu ‘anha yang mengharu biru dengan sebab keutamaannya membersihkan masjid Rasulullah.
Kak Erlan sebagai pemerhati pendidikan mengungkap ayat tentang kebersihan dan memaknai pengertian thaharah yang disarikan dari hadits kebersihan, berikut adab di masjid; reminder untuk selalu membaca doa masuk dan keluar masjid dan senantiasa melazimkan kebersihan sebagian dari Iman dalam dunia nyata. Semoga kisah Shahabiyah yang mengharukan ini mampu menambah iman kita, insya Allah.
Ulama suu, siapakah dia? Dia adalah ulama fasik yang memfatwakan sesuatu yang berseberangan dengan syariat. Pada poin Masail Jahiliyah ini, sampailah kita menuju bab Di antara perangai jahiliyah: Mengikuti ulama Suu dan Ahli Ibadah yang bodoh. Siapakah yang layak disebut fasik itu? Fasik adalah mengetahui suatu ilmu, tapi ia menerjangnya. Orang fasik menurut AlKitab bahwa mereka adalah Yahudi, yang mana mereka tidak mengamalkan ilmunya.
Arti fasik dan munafik setali tiga uang, hampir mirip tapi sedikit berbeda. Oleh karena itu, cermatilah hadits Rasul yang memuat 3 wasiat Rasulullah terhadap umatnya. Di dalam hadits ulama pewaris Nabi bahwa mereka tidak mewariskan emas dan permata, melainkan ilmu agama, siapa yang mengambilnya, maka ia telah mendapatkan bagian yang banyak.
Amal tanpa ilmu menyerupai kaum Nashrani yang melahirkan para ahli ibadah yang bodoh. Dan di dalam Islam kita diperintahkan untuk giat menuntut ilmu. Hukum menuntut ilmu agama adalah wajib aini berdasarkan cakupan bidang yang dipelajari (aqidah dan fiqih misalnya). Cara mengamalkan ilmu yang paling paten ialah dengan senantiasa menambah ilmu, agar rasa berat itu hilang saat mengamalkannya, sebab ketaatan membutuhkan kesabaran dalam mendawamkannya.
Dalam video ini disinggung: hadits tentang ilmu dan amal harus sinkron, supaya kaum muslimin terbebas dari mengikuti Yahudi dan Nashrani sebagaimana yang termaktub dalam surat Al-Fatihah. Bagaimana dengan hadits tentang ulama akhir zaman? Sebenarnya perlu dirinci, apabila mereke membolehkan riba, membolehkan makan daging babi, membolehkan khamr, maka yang demikian, tidak membutuhkan penjelasan panjang, sebab terangnya kesalahan yang mereka lakukan.
Tema-tema yang terkait dengan video ini yakni kisah ahli ibadah masuk Neraka, kisah ahli ibadah yang sombong, kisah inspiratif orang berilmu, ulama banyak masuk Neraka mengapa demikian bisa terjadi? Dan hadits tentang fanatik. Semoga kajian berjudul Sikap yang Benar dalam Meneladani Ulama yang disampaikan oleh Fadhilatul Ustadz Afifi Abdul Wadud hafizahullah ini bermanfaat bagi semuanya.
Barakallahu fikum.
Asma Allah dan sifat Allah adalah dua kajian yang teramat penting dalam pembahasan aqidah, siapa yang tidak pernah mempelajarinya, maka dikhawatirkan ia terjatuh ke dalam lubang penyelewengan makna terhadap nama dan sifat Allah. Dua bahasan ini masih ada kaitannya dengan rukun iman. Rukun iman dan Islam adalah dua pondasi utama bagi seorang muslim dan muslimah. Inilah yang sering disebut sebagai aqidah Ahlussunnah wal Jamaah.
Ahlussunnah wal Jamaah adalah sebutan lain bagi ahlul Islam (baca: muslim) dan istilah tersebut muncul, saat fitnah melanda; adanya para perusak Islam yang menambah dan mengurangi agama, lalu mereka dilaqabi dengan Ahlul Bid’ah wal Furqah. Dalam hal ini, kita dibekali makna iman yang mendalam. Disebutkanpula dalil iman kepada Allah. Sayangnya, video ini tidak membahas jumlah asmaul husna yang kondang itu. Memang kita kenal asmaul husna dan manfaatnya bagi kejiwaan seseorang, salah satunya ia lebih tenang dalam menjalani hidup, sebab ia lebih mengenal Allah Ta’ala.
Dalam tafsir asmaul husna, kita mengenal sifat Allah yang azali dan yang sifatnya baru. Tidak ada sifat mustahil bagi Allah, ini yang kita imani. Jauh dari kesan tahrif, ta’til, takyif, dan tamtsil. Penyelewengan ini terjadi biasanya terjadi karena syubhat, Jarang terjadi pada orang awam. Agama tanpa ilmu akan kacau balau, dan dengan ilmu yang tidak semestinya (baca: tidak mengambil petunjuk Rasulullah), maka akan membinasakan pelakunya, begitupun yang mengikutinya. Auto beramal tanpa ilmu itu pasti.
Takwil adalah mengalihkan makna sebuah lafazh ayat ke makna lain yang lebih sesuai karena alasan yang dapat diterima oleh akal atau dengan kata lain sama dengan tafsir. Takwil ada yang benar dan ada yang keliru. Adakah perbedaan takwil dan tafsir? Bukan di sini pembahasannya. Adapun Ahlussunah menafsirkan nama dan sifat sesuai zahirnya, adapun kaifiyat dikembalikan kepada Allah. Yang dimaksud pengertian zahir ialah yang nampak dan dapat diketahui artinya.
Contoh perilaku yang menyimpang dalam bab ini telah kita sebutkan dalam alinea ketiga. Mari kita mengenal Allah sebaik-baiknya. Salah satu Cara mengenal Allah ialah dengan mempelajari asma wa sifat. Beriman kepada Allah terhadap asma wa sifat menumbuhkan iman yang hakiki, insya Allah.
Pembagian tauhid yang populer di tengah ulama ialah tauhid yang tiga (Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhyah, dan Tauhid Asma wa Shifat), yang demikian berdasarkan penelitian terhadap sejumlah nash dan bukan terbilang muhdats dalam bab agama. Tauhid uluhiyah adalah mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam peribadahan. Kali ini, Kitab Tauhid menyajikan sebuah kisah seorang Badui yang kurang adab terhadap Allah. Yang mana ia minta kepada Allah untuk menjadi wasaith / perantara kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jelas, hal tersebut terbalik.
Pembahasan perantara ini dikenal dengan nama bab tawasul. Tawasul adalah meminta perantara kepada seseorang yang dinilai mampu untuk membantu. Terkait bacaan tawasul sederhana yang banyak dicari orang, nyatanya tidak ada nash khusus yang menyebutkannya. Kajian inipun, memaparkan dalil tauhid Rububiyah dan fungsui tauhid dalam menimbang tawasul ini. Ayat AlQuran tentang tawasul ini menyebutkan bahwa kedudukan orang yang dimintai sama halnya dengan yang meminta; mereka sama-sama membutuhkan Allah dan kelak di akhirat, orang dijadikan wasilah mengingkari orang yang menjadikannya wasilah. Dengan istilah yang masyhur; menjadi perantara antara hamba dengan Allah.
Cara kembali kepada Allah dengan mengikhlaskan ibadah kepada-Nya. Mengagungkan Allah dengan sebenar-benar pengagungan; Allah Maha Besar, tidak layak dijadikan perantara. Hal inilah yang ingin diajarkan Rasulullah berupa adab kepada Allah yang tercermin dalam akhlak Rasulullah. Rasulullah meminta syafaat kepada Allah dan bukan dimintai syafaat, sebagaimana salah kaprah ini sudah terlampau ma’ruf. Syafaat adalah memberikan pertolongan dengan kedudukan. Contoh doa syafaat ada dalam buku Hisnul Muslim atau buku doa sejenis.
Dalam video ini, kita diajak untuk menyelami metode dakwah Rasulullah; dakwah penuh hikmah terhadap orang yang keliru dalam meminta. Lalu Rasulullah meluruskan bahwa berdoa kepada Allah semata dan memahamkan tentang wasialh yang benar dalam bahasan tawasul dan doa.