Category :

Inilah sekelumit hikmah beriman kepada hari akhir. Iman kepada hari akhir termasuk rukun iman yang kelima, kali ini pemateri menampilkan kisah ulama salaf atau bisa kita sebut dengan kisah para ulama terdahulu. Mengenal mereka membuahkan semangat dalam beramal shaleh, insya Allah.

Salah satu biografi ulama salaf yang kita bedah ialah kisah Abdullah bin Mubarak rahimahullah, ulama teladan di masanya. Suatu kisah yang mengharukan; meneteskan air mata saat berdoa atau lebih tepatnya kisah Ibnu Mubarak ketika gelap. Di antara hikmah mati lampu yang dibawakan oleh Kak Erlan yaitu takut kepada Allah. Takut yang membuahkan takwa. Sebuah kisah takut kepada Allah terbaik yang pernah ada di alam raya.

Sebuah kisah yang mengingatkan akan hadits tentang hari Kiamat, sekaligus menelaah fungsi iman kepada hari Akhir plus mengetahui dalil iman kepada hari Akhir. Alhasil, Anda dapat menyaksikan perilaku beriman kepada hari Akhir yang dipraktekkan oleh Ibnu Mubarak dalam kesehariannya. Dan selain itu, adanya faidah keutamaan menuntut ilmu; perginya Qasim bin Muhammad untuk mengetahui adab Ibnu Mubarak dan ternyata ia dapati bahwa Ibnu Mubarak lebih wara daripada dirinya. Beliau menagis karena Allah saat mati lampu. Lalu bagaimana dengan kita, saat listrik padam menjelang, justru lisan kurang bersyukur karenanya.

Apa makna ghuluw ?
Makna ghuluw adalah sebagaimana keterangan dalam hadits tentang berlebihan yaitu tindakan berlebihan atau melampaui batas ( an nisa 171 ). Sikap melampaui batas dalam al quran atau berlebihan dalam Islam ( lihat surah an nisa ayat 171 ) merupakan tindakan yang terlarang, baik itu tindakan melampaui batas dalam aqidah, melampaui batas dalam ibadah, maupun melampaui batas dalam muamalah.

Hendaknya kita menghindari perkara ghuluw, karena banyak umat umat terdahulu binasa dan tersesat karena berlebihan terhadap orang shalih. Seperti yang dialami dalam kisah kaum nabi Nuh yang melampaui batas dalam memuliakan orang orang sholeh, sehingga pada akhirnya mereka menyembah orang orang sholeh tersebut, naudzubillah.

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat, menghindarkan kita dari sikap ifrath ( berlebih lebihan ), dan dari sikap tafrith ( meremehkan ), aamiin.

Simak juga video-video bermanfaat lainnya dari channel yufid edu dan jangan lupa SUBSCRIBE agar memperoleh update video Kajian Masail Jahiliyyah yang membahas Kitab Masail Jahiliyah. SHARE kepada keluarga, kerabat, saudara, dan kawan Anda agar makin banyak yang tahu tentang Islam. Jazaakumullahu khairan

Doa mau tidur dan artinya adalah doa yang semestinya kita amalkan karena merupakan bagian dari adab sebelum tidur. Ada beberapa bacaan sebelum tidur atau amalan sebelum tidur sesuai sunnah.

Kita bisa merutinkan bacaan doa dan dzikir sebelum tidur yang telah Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- ajarkan. Di samping itu, bacaan doa mau tidur atau doa akan tidur sangat penting untuk kita hafalkan.

Dalam video Yufid EDU kali ini akan membahas tentang amalan sunnah sebelum tidur. Amalan tersebut adalah doa tidur yang benar atau bacaan doa tidur sesuai sunnah.

Semoga dengan mengamalkan bacaan doa sebelum tidur atau bacaan mau tidur, tidur kita menjadi berkah dan terhindar dari gangguan setan. Simak selengkapnya dalam video tentang amalan doa sebelum tidur sesuai sunnah berikut.

Pembagian tauhid yang ma’ruf dalam kitab-kitab ulama salaf ialah ada tiga macam: tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhid asma wa shifat. Allah Maha Pencipta disebut Khaliq. Allah Maha Pengatur disebut Mudabbir, dan Allah Maha Pemberi rezeki disebut Ar-Rozzaq.

Mari mengenali keutamaan tauhid dalam kajian yang ringkas ini, sebuah sajian yang kami sarikan dari Syarah Qawaidul Arba’. Di mana di dalamnya, Anda akan terkagum dengan keMAHAKuasa an Allah, seperti: Allah Maha Kaya, Allah Maha Menghidupkan dan Mematikan. Juga, paparan dalil Al Khaliq yang selayaknya diketahui oleh pemirsa Yufid Edu.

Hadits tentang rezeki Allah menyebutkan bahwasanya rezeki Allah Maha luas diberikan kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Hidup sudah diatur Allah SWT (baca: Subhanahu wa Ta’ala), jadi nggak usah ngoyo (alias memforsir, sebab segala sesuatu mempunyai hak untuk ditunaikan). Sekali lagi, rezeki adalah ketentuan Allah.

Ustadz Abu Isa mulai membacakan kaidah yang pertama yang bertema Keyakinan Musyrikin yang Tidak Memasukkan Mereka ke Dalam Islam. Itulah mengapa para Nabi dan Rasul begitu gencarnya menyerukan dakwah tauhid dan sunnah. Sebab tauhid inti ajaran Islam. Jika tanpa tauhid, maka bagaimana bisa disebut muslim muwahhid?

Simakpula ayat dan hadits tentang tauhid; cara menghindari perbuatan syirik; apa yang dimaksud dengan tauhid; mengenal macam macam tauhid; lebih konsen dengan problem syirik uluhiyah sebagai inti bahasan aqoid, yang semuanya bertujuan untuk tegaknya tauhidullah…

Sungguh fenomena perpecahan di masa mualif dianggap sebagai ilmu. Mualif (penyusun kitab) berkata, “Kemudian ternyata keadaannya (menjadi terbalik), perpecahan dalam prinsip-prinsip agama dan cabang-cabangnya dianggap sebagai ilmu dan sikap faham terhadap agama, dan bersatu dalam agama (dianggap) sebagai sesuatu yang tidak diucapkan kecuali oleh zindiq atau orang gila.”

Mencermati kembali hadits tentang kebersamaan, maka didapati padanya cara menjaga persaudaraan sesuai konsep Islam. Begitupun, pada hadits tentang persatuan dan persaudaraan serta hadits tentang persaudaraan. Muaranya sama … yakni kembali kepada Al Quran dan As Sunnah. Inilah yang coba diketengahkan oleh pemateri terkait hadits tentang ukhuwah islamiyah. Dengan mengusung tema Larangan Bercerai Berai dalam agama (larangan bercerai berai dalam Islam).

Membaca firman Allah tentang tolong menolong dan menggabungkannya dengan hadits tentang bersatu, maka akan menolak perselisihan pendapat. Ustadz Abu Isa hafizahullah mengungkapkan arti Al Jamaah. Al Jamaah adalah nama lain dari Islam. Persatuan umat Islam di dunia menghikayatkan akan contoh tolong menolong dalam kebaikan yakni berupa kembali kepada Al Quran dan Sunnah. Hal ini sebagai bentuk mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Berapa banyak hadits tentang persaudaraan dan hadits tentang ukhuwah Islamiyah yang mengajarkan arti kebersamaan. Kebersamaan dalam beragama dan bukan bercerai berai di dalamnya. Disebutkan dalam hadits tentang kebersamaan, satu cara menjaga persaudaraan yakni tidak menyelisihi saudaramu dalam perkara yang pokok dan disepakati kerajihannya seperti membenarkan rukun islam dan rukun iman.

Dalam hadits tentang persatuan dan persaudaraan, kita berkaca darinya bahwa persatuan umat Islam (baca: persatuan umat muslim sedunia) dapat dilakukan dengan cara mengembalikan semua permasalahan kepada Al Quran dan As Sunnah. Dalam hal ini ada contoh tolong menolong dalam kebaikan yang bersandar pada dalil tasamuh (toleransi) pada fikih ikhtilaf yang wasi’ah sifatnya.

Mencermati firman Allah tentang tolong menolong, “wa taawanu alal birri wat taqwa” dan hadits tentang bersatu yang mengurai jerat-jerat perselisihan pendapat dan satu tanya besar: Perlukah bermazhab?, bila bermazhab menjadikan berpecah belah? Inilah poin penting dalam hadits iftiraqul ummah.

Selain kita mentaati Allah dan Rasul-Nya, ada poin ketiga yakni mentaati ulil amri. Ulil amri adalah penamaan yang disematkan kepada ulama dan umara. Ustadz Abu Isa hafizahullah memotivasi kaum muslimin dengan ayat-ayat dan hadits-hadits seputar larangan bercerai berai dalam agama dan kewajiban melazimi al jamaah. Al Jamaah adalah Islam dan Islam adalah Al Jamaah. Jadi, bukan klaim nama dari kelompok tertentu.

Mari kita kembali kepada Al Quran dan As Sunnah dengan pemahaman para Sahabat Nabi dan merenungi nikmat Allah yang banyaknya tidak terhitung. Nikmat bersaudara sekaligus nikmat keamanan untuk tinggal di suatu negeri.

Ikhlas dan tidak syirik merupakan harapan para dai ilallah. Telah lalu penjabaran terkait pengertian syirik dan contohnya, utamanya makna ikhlas dalam hidup manusia, yang mana beban taklif telah berada di pundak-pundak mereka. Namun hal itu (taklif) tidak akan memberatkan bagi mereka yang ikhlas dalam beribadah. Berapa banyak ayat dan hadits tentang syirik yang mencoba mengingatkan umat manusia akan bahaya kesyirikan dalam hidup mereka.

Penulis berkata, “Termasuk di antara hal yang paling mengherankan dan di antara tanda kekuasaan Allah Sang Penguasa Yang Maha Mengalahkan (segala sesuatu) adalah 6 landasan yang telah Allah jelaskan dengan penjelasan yang gamblang bagi orang awam (masyarakat umum) lebih dari yang diperkirakan oleh orang-orang yang bisa mengira, tapi kemudian setelah itu kebanyakan orang cerdas dan orang berakal dari kalangan Bani Adam salah (dalam memahami) kecuali sedikit (dari mereka).”

Mengenal dua macam yakni macam macam tauhid dan macam macam syirik akan membuahkan marifatullah yang sempurna. Dan cara menghindari syirikpun mudah untuk mereka lakukan, biidznillah. Ikhlas adalah memurnikan amal untuk Allah semata, inilah yang dimaksud dengan ikhlas karena Allah. Menelisik makna dari pengertian tauhid beserta hadits tentang syirik, yang mana di dalamnya terdapat kutipan dalil tentang syirik yang disampaikan oleh Ustadz Abu Isa hafizahullah.

Penulis melanjutkan, “Landasan yang pertama: Mengikhlaskan agama (hanya) untuk Allah Ta’ala semata, tidak ada sekutu bagiNya, dan penjelasan tentang lawan (dari keikhlasan) yaitu syirik kepada Allah. AlQuran telah menjelaskan landasan ini dalam bermacam-macam bentuk dengan ucapan yang bisa dipahami oleh orang awam yang paling sederhana pemikirannya. Tapi kemudian kebanyakan manusia melihat (hal yang berbeda). Syaithan menampakkan keikhlasan (tauhid) itu dalam bentuk merendahkan orang-orang sholih dan seakan-akan (tauhid) adalah mengurangi hak-hak mereka. Syaithan menampakkan kesyirikan kepada Allah dalam bentuk mencintai orang-orang sholih dan pengikut mereka.”

Menilik kembali dalil tentang ikhlas plus syarat masuk Surga dan mengenal pengertian pahala serta mengetahui akibat perbuatan syirik yang telah terbalik persepsinya. Ada 4 amalan masuk Surga (baca: amalan yang memasukkan ke dalam Surga), salah satunya ikhlas beribadah dan tidak menyekutukannya. Ada syarat masuk Surga tanpa hisab sebagaimana hadits yang menjelaskannya. Keluar dari hadits tersebut yakni hadits bitoqoh.

Bahaya syirik saat ini atau nanti tidak bisa dibiarkan … mengapa demikian? Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merasa tidak tenang dengan adanya kesyirikan yang masih terjadi di suatu daerah hingga akhirnya beliau mengutus salah seorang shahabatnya untuk memberantas patung sesembahan bani Fulan. Syirik adalah dosa besar yang paling besar!

Salah satu syirik yang diremehkan keberadaannya ialah syirik kecil seperti riya dan semacamnya. Syirik dalam uluhiyah yang dikemukakan dari hadits tentang syirik menyebutkan di antaranya contoh syirik besar yang dilakukan oleh kaum musyrikin yakni syirik dalam rububiyah. Karenanya mereka disebut sebagai musyrik. Musyrik adalah mereka-mereka yang tidak beribadah kepada Allah secara murni tapi menduakan dengan selain-Nya.

Macam macam syirik yang kita ketahui bersama ialah ada dua: syirik besar dan syirik kecil. Dalam tema sebelumnya ada petuah berupa nasehat untuk hindari kesyirikan Anda akan diampuni. Di mana disebutkan cara menghindari syirik yang kadung merata bahayanya. Menuju Syahadat tauhid, Lailahaillallah artinya mengesakan Allah di dalam peribadatan. Dosa syirik yang dikhawatirkan oleh para Nabi dan Rasul, bukan sembarang dosa, sebab ia termasuk perkara dosa yang membinasakan pelakunya.

Menelaah dalil tentang syirik dan akibat perbuatan syirik yang kadang terjadi … tidak bisa lagi dielakkan. Pada video kali ini Anda akan diajak untuk bagaimana ikhlas karena allah, agar ikhlas beramal, menapaki pengertian tauhid, mendalami pentingnya tauhid yang harus segera didakwahkan secara kontinyu, memantapkan bahasan macam macam tauhid agar sinkron dengan pembahasan syirik. Di sini Ustadz Abu Isa menyoal bahasan penting yakni menyekutukan Allah yang mana termasuk syirik jali sebagaimana dijelaskan pada dalil syirik di muka.

Sifat wajib bagi Allah telah kita kemukakan dalam episode sebelumnya dan kali ini melanjutkan dari apa-apa yang telah kami jelaskan. Lawan sifat wajib bagi Allah adalah mustahil, maka ini tidak layak disematkan kepada Allah. Allah Ta’ala mempunyai nama dan sifat yang sesuai dengan kelayakan Allah (nama dan sifat yang sempurna).

Mengupas satu demi satu asmaul husna beserta artinya membutuhkan kajian yang panjang. Dalam hal ini, kita mengenal ayat AlQuran tentang keberadaan Allah dan arti Allah bersemayam di atas Arsy. Arasy Allah (baca: Arsy) ada di atas air sebagaimana hadits yang masyhur.

Lalu dimana Allah sebenarnya? atau pertanyaan senada: Dimana Allah sebelum ada arsy? Ketahuilah bahwa Allah tidak bertempat. Wajah Allah asli tidak bisa dilihat, apalagi melihat Allah di dunia sangat tidak mungkin, kecuali melalui mimpi (berdasarkan riwayat yang mendukung tentangnya).

Anda tengah menyimak bahasan mengenai sifat uluw dan istiwa; nama nama Allah 99; mengenal sifat Allah baik itu sifat dzatiyah maupun sifat tsubutiyah serta sifat yang manfiyah. Mengetahui tauhid afal (atau lebih familiar dengan tauhid asma wa sifat), Dan pemateri Ustadz Aris Munandar hafizahullah memaparkan hikmah beriman kepada Allah, iman kepada Allah membuahkan keyakinan dan tidak akan menanyakan lagi: siapa Allah?

Ikhlas dalam beramal semestinya kita lakukan dan tidak diabaikan. Dalil tentang ikhlas menunjukkan demikian. Ikhlas adalah amalan hati. Dari sini kita memahami makna ikhlas dalam hidup, sebagai bentuk aplikasi hadits tentang ikhlas beramal. Lalu, bagaimanakah cara ikhlas karena Allah?

Musyrik adalah mereka yang menyekutukan Allah dengan selain-Nya: apakah itu Malaikat yang dekat, ataukah itu Nabi yang diutus, semuanya tidak boleh disekutukan. Contoh syirik pada zaman dahulu lebih mudah untuk diidentifikasi, berbeda halnya dengan zaman ini, meski pada zaman mualif, sudah teramat asing, orang yang menyeru kepada tauhid.

Bahaya syirik yang terambil dari dalil tentang syirik menyebutkan cara menghindari perbuatan syirik yakni mengesakan Allah dalam peribadatan. Ustadz Abu Isa hafizahullah sedikit mengupas hadits bitoqoh (tentang kartu Laa ilaaha illallah). Senantiasalah wahai kaum muslimin untuk ikhlas dalam beribadah. Ikhlas beramal itu yang utama.

Ikhlas karena Allah disarikan dari pengertian tauhid dan pentingnya tauhid yang harus segera diwujudkan / didakwahkan. Apalagi syirik semakin nyata. Syirik adalah menyekutukan Allah dalam peribadatan. Masuk di sini syirik kecil; syirik dalam uluhiyah yang mengantarkan kepada syirik besar; hadits tentang syirik; contoh syirik besar; ikhlas meniadakan kesyirikan.