Category :

Prinsip aqidah ahlus sunnah wal jamaah dalam beriman kepada Allah yaitu dengan mengimani nama dan sifat Allah tanpa melakukan tamsil, takyif, tahrif, dan ta’thil. Ahlus sunnah wal jamaah mengimani dan mengenal sifat sifat Allah dan nama nama Allah dalam alkitab dan as sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih.

Aqidah ahlus sunnah wal jamaah tidak menyerupakan Allah dengan selainnya ( tamtsil ), dan tidak mengingkari sifat-sifat Allah sebagaimana yang dilakukan oleh pemahaman muattilah. Akan tetapi, ahlus sunnah wal jamaah mensucikan nama dan sifat Allah sesuai dengan yang Allah tetapkan atas diri Nya. Karena sesungguhnya yang paling mengenal sifat Allah adalah Allah sendiri, Dzat yang Maha Suci dan Maha Mengetahui segala sesuatu.

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat dan keistiqomahan dalam beramal sholeh.

Beriman kepada Allah merupakan salah satu rukun Iman. Cara beriman kepada Allah dengan benar adalah dengan mengimani sifat sifat Allah dan artinya, mengenal sifat sifat Allah dan dalilnya, sebagaimana telah dijelaskan sifat sifat Allah dalam alkitab dan as sunnah sesuai dengan pemahaman salaful ummah. Kesalahan dalam memahami sifat sifat Allah akan menimbulkan rusaknya aqidah seseorang. Takyif dan tamtsil adalah di antara contoh bentuk kekeliruan dalam cara beriman kepada Allah.

Takyif artinya menyebutkan tentang kaifiyah (karakteristik) suatu sifat atau menanyakan bagaimana bentuk dari sifat sifat Allah subhanahu wata’ala. Misal pertanyaan tentang sifat sifat Allah seperti dimanakah Allah berada maka jawabannya adalah Allah di atas arsy sesuai yang Allah kabarkan dalam ayat alquran tentang keberadaan Allah tanpa perlu kita mengetahui kaifiyahnya. Sedangkan tamsil artinya menyebutkan sesuatu dengan yang semisalnya. Diantara contoh tamsil adalah ungkapan bahwa tangan Allah sama dengan tangan makhluk, wajah Allah sama dengan wajah makhluk, dan lain-lain.

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat dan keistiqomahan dalam beramal sholeh.

Dalam agama ini ada qiyas yang shahih dan ada qiyas yang batil. Mari kita telaah definisi qiyas secara bahasa. Qiyas adalah membandingkan suatu hukum. Sedangkan ijma adalah kesepakatan (biasanya para ulama). Istihsan adalah menganggap baik sesuatu. Sedangkan istishab adalah segala ketetapan yang telah ditetapkan pada masa yang lampau … dan seterusnya sampai akhir definisi.

Qiyas yang rusak ialah tema yang diangkat dalam video ini. Lalu apa saja rukun qiyas; apa saja macam macam qiyas; dan pertanyaan tentang qiyas yang sering ditanyakan; mengenal fungsi qiyas, dan yang terkait dengannya. Contoh qiyas adalah qiyas batil yang disebutkan Iblis saat menolak untuk bersujud kepada Adam.

Memperhatikan contoh qiyas dalam ushul fiqh dasar dan menetapkan hukum qiyas yang haq. Contoh qiyas dan ijma yang bergandengan disebutkan di sini. Dalil qiyas yang dipakai oleh kaum musyrikin ialah mereka mengangkat perantara dalam beribadah kepada Allah.

Banyak qiyas yang rusak berasal dari qiyas yang batil. Dari paparan di atasm kita mampu mendefinisikan pengertian ulama yang tersebut dalam hadits tentang ulama. Dan dari hadits tentang hidayah Allah mengajarkan kita bahwa hidayah di tangan Allah semata, manusia hanya menyampaikan, adapun hasilnya diserahkan kepada Allah Ta’ala.

Disampaikanpula kisah hadits menghina orang lain gara gara qiyas batil ini, dan para penghina ulama termasuk korban qiyas batil tersebut. Coba perhatikan hadits ulama pewaris para Nabi atau ayat AlQuran tentang Ulama. Dan hadits tentang ulama akhir zaman yang sebagian mereka menafsirkan sesuatu yang keliru, muaranya yaitu qiyas yang fasid.

Makruh adalah hal yang dibenci syariat, sedangkan makruh sendiri terbagi dua: makruh tanzih dan makruh tahrim. Apa itu makruh? Inilah yang tengah kita bahas dalam rangkaian serial Syarah Al-Waraqat. Pada episode-episode sebelumnya, telah kita bahas macam macam hukum taklifi dan sedikit pengertian makruh. Bagaimana hukum makruh yang dimaksudkan syariat? Dan adakah contoh yang lebih real terkait contoh hukum makruh?

Hukum makruh artinya aktivitas yang dilarang namun tidak menanggalkan konsekuensi. Makruh dan haram itu berbeda. Haram adalah sesuatu yang dikerjakan mendapat dosa pelakunya dan diancam pelakunya dengan Neraka. Perkara makruh biasanya diremehkan oleh sebagian orang, mengingat esensinya yang tidak banyak diketahui orang, kecuali bila ia belajar. Macam macam haram dapat Anda simak pada topik Haram dalam Islam: https://www.youtube.com/watch?v=KyUIH…

Sedangkan video ini lebih menitikberatkan pada bahasan pengertian makruh dan contohnya, pengertian karahah yang benar dan hal-hal yang pernah diurai sebelumnya; dalil haram yang diharamkan dalam islam, mengenal dalil hukum taklifi; membaca kembali pengertian tahrim (tahrim adalah); mengetahui contoh makruh dalam kehidupan sehari hari bersama Ustadz Resa Gunarsa hafizahullah.

Belajar ushul Fikih dengan bahasan ayat tentang larangan sekaligus perselisihan pendapat para ulama dalam mendefinisikan makruh dan memberikan contoh terkait seperti shalat di masjid yang ada kuburannya dan hukum nikah mutah yang laris di kalangan Syiah.

Fenomena perdukunan di negeri ini sudah sangat mengenaskan. Kian hari mereka semakin gencar menjajakan perdukunan mereka melalui berbagai media baik elektronik maupun cetak.

Masyarakat pun semakin banyak yang terkecoh. Banyak di antara mereka yang silau pada dukun sebab banyak dukun sekarang yang bergaya ustadz, habib, dan kiai.

Tahukah Anda apa saja ciri dukun berlagak ustadz?

Yuk, simak selengkapnya dalam video Yufid EDU yang menarik berikut ini!

Tafsir asmaul husna merupakan wujud dari iman kepada Allah dalam nama-nama-Nya. Mengapa perlu ditafsirkan? Agar seorang hamba makin mengenal Rabb-Nya. Mengenal sifat Allah termasuk rangkaian dalam memahami nama-nama Allah. Dan dari paparan ini kita mengenal tidak adanya sifat mustahil bagi Allah dan membungkam mulut orang-orang yang berbicara agama tanpa ilmu atau sebaliknya beramal tanpa ilmu.

Ingkar kepada sifat-sifat Allah adalah tema yang dibahas dalam episode ke enam ini, masih dalam kitab yang sama; Al-Aqidah Al-Wasithiyah. Semakin kita mendalami kitab ini, kita lebih mengetahui asma Allah yang jumlahnya banyak. Nama dan sifat Allah, dua hal yang tidak terpisahkan. Bab yang Anda simak ini masuk dalam kurikulum rukun Iman dan rukun Islam. Rukun iman dan rukun Islam adalah dua pondasi yang mendasari agama ini. Dan mengimani asma wa sifat sebagaimana datangnya termasuk ciri khas Ahlussunnah wal Jamaah.

Ahlussunnah wal Jamaah adalah nama lain dari Ahlul Islam, saat merebak adanya Ahlul Bid’ah di beberapa tempat. Beralih kepada makna iman; dalil iman kepada Allah, dan jumlah asmaul husna atau mengetahui asmaul husna dan manfaatnya, semuanya dijabarkan secara luas oleh Ustadz Abu Isa hafizahullah tanpa takwil yang batil. Takwil adalah menafsirkan sesuatu. Ada perbedaan takwil dan tafsir di sisi para ulama dan membutuhkan kajian tersendiri. Membahas sifat sifat Allah yang terkandung dalam makna iman kepada Allah membuahkan iman yang mantap, insya Allah.

Simakpula penjelasan dari hadits tentang aqidah, mengenal sifat Allah yang azali maupun yang baru, mengenal lebih dalam tauhid asma wa sifat, dan konsekuensi iman secara umum.

Hidayah adalah sesuatu yang tak tergantikan karena mahalnya dan tidak menyapa semua orang, bilapun menyapa, hanya Allah lah yang menggerakkan hatinya untuk menerima hidayah. Memasuki bahasan berikutnya, Masail Jahiliyah menyajikan pengertian ulama dan hadits tentang ulama dengan tema Penghina Ulama Dulu dan Kini. Sebuah tema yang mencerahkan … hadits tentang hidayah Allah yang tersaji apik dalam cara menjemput hidayah bagi siapa saja nantinya.

Disebutkan dalam syarah bab ini berupa kisah hadits menghina orang lain atau yang dikenal dengan sebutan penghina ulama. Untuk lebih sesuai porsinya, pemateri menyajikan hadits ulama pewaris para Nabi. Digandengkan dengan ayat AlQuran tentang ulama dan hadits tentang larangan mencaci maki. Guna, menentramkan jiwa, tak lupa disematkan hadits tentang ilmu dunia dan akhirat serta bahayanya berbicara tanpa ilmu.

Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah termasuk salah satu gudang ilmu agama Islam, beliau menyusun risalah ini bukan tanpa sebab. Beralih kepada hadits menyakiti hati orang lain sekaligus paparan singkat terkait jangan meremehkan orang kecil yang berada di sekeliling Anda. Lalu kajian ini dipungkasi dengan hadits tentang berkah dan mencari berkah yang disyariatkan!

*TAMAT* (Edisi Terakhir dari Kitab Tauhid)

Keagungan Allah subhanahu wa Ta’ala dapat Anda simak dalam hadits-hadits di akhir Kitabut Tauhid ini. Dan Anda akan semakin mengagungkan Allah dengan semestinya. Tanda tanda kebesaran Allah di alam semesta ada pada hadits yang menggugah nalar sadar Anda.

Ayat tentang keindahan ciptaan Allah yang merupakan contoh kebesaran Allah (tanda tanda kebesaran Alah di dunia) berupa langit yang menjulang tanpa tiang, gunung yang berjejer anggun di atas bumi dan samudera yang luas yang mengitari pulau-pulau. Ternyata, 7 lapis langit dan penghuninya itu ada, lalu bagaimana dengan 7 lapis bumi, adakah penghuninya?

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah tujuh langit dibandingkan kursi (Allah) kecuali seperti cincin yang dilemparkan di tanah lapang dan besarnya ‘Arsy dibandingkan kursi adalah seperti tanah lapang dibandingkan dengan cincin.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah di atas ‘Arsy-Nya dan Arsy-Nya di atas langit-langit dan bumi, seperti begini dan beliau memberikan isyarat dengan jari-jemarinya seperti kubah. Dan hadits-hadits semisal di atas.

Misteri langit ketujuh tidak selesai untuk dikuak. Dan paling tingginya adalah Arsy Allah, letak arsy Allah berada di atas air, dan di atas arsy Allah beristiwa’. Istiwa’ ada tiga maknanya dan kurang tepat bila diterjemahkan bersemayam. Kursy Allah begitu besarnya dan tidak bisa dilukiskan. Dari hadits-hadits yang dibacakan oleh pemateri, mengajak Anda untuk merenung, betapa kecilnya manusia, betapa kecilnya makhluk-makhluk Allah yang lain.

Dari uraian yang telah berlalu, Anda semakin mengenal macam macam tauhid berikut contoh tauhid yang menyuburkan iman. Merenungi dalil tauhid dalam bab terakhir ini, sungguh membuat kita terpana, Subhanallah … Selain kursy, ada sidratul muntaha dan arsy sebagai makhluk Allah yang besar. Betapa agungnya Allah, Allah Maha Besar, oleh karena itu, Dia berfirman, “Akulah Al-Malik”

Pencarian terkait bab ini yakni hadits masuk Surga tanpa hisab dan mengenal jarak antara langit pertama dan langit kedua, dan seterusnya. Juga, tidak ada amalan anak Adam yang tersembunyi di sisi Allah.

Sayyid adalah Allah … inilah ungkapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menyanggah salah seorang sahabatnya yang mengucapkan kalimat yang bermakna ganda. Dan tentunya ada perbedaan antara sayid dan habib. Manakah yang lebih tinggi (khalil, habib, atau sayid)? Memasuki bab jelang akhir pertemuan, pemateri menyuguhkan tema Menjauhkan Ucapan Kesyirikan dalam Bermuamalah.

Macam macam syirik yang kita kenali ada dua: syirik akbar dan syirik asghar. Musyrik adalah seseorang yang melakukan kesyirikan. Betapa banyak dalil tentang syirik yang menyingkap bahaya syirik di sana-sini. Sebut saja contoh syirik dari jenis syirik yang kerap terjadi yakni ghuluw fi shalihin. Apa itu ghuluw? Ghuluw adalah sikap berlebihan terhadap seseorang bisa jadi karena kesalehannya atau kedudukannya. Inilah topik yang tengah kita bahas bersama.

Dalam bab ini, penulis memasukkannya dalam bab Menjaga Tauhid dan Menutup Pintu Kesyirikan. Juga, dibahas di dalamnya berupa penyakit menderita bisikan Setan. Dan mengandung doa pelindung dari bisikan hati. Melalui kajian ini, Anda diajak untuk mengulang kembali urgensi syahadataian. Mengurai kata kata hamba dalam tinjauan bahasa dan istilah. Ustadz Afifi Abdul Wadud hafizahullah lalu memaparkan pertanyaan tentang kufur (baca: ucapan kufur yang merusak aqidah seseorang).

Dan bab ini tidak jauh dari paparan adab kepada Allah; juga hadits berkata baik/diam, sebuah teguran berupa jaga lisanmu. Semuanya dalam rangka taqarub ilallah (atau cara mendekatkan diri kepada Allah). Semoga bermanfaat. Barakallahu fikum.

Kisah Shahabiyah (shahabat muslimah di masa Rasulullah) mewarnai video YUFID EDU kali ini, bertemakan jagalah kebersihan … mencoba menggugah semangat ayahbunda sekaligus putra-putri tercintanya untuk rajin membuang sampah pada tempatnya, khususnya menjaga adab saat di masjid. Kebersihan dalam Islam sangat diperhatikan, ia bukanlah jargon kosong tanpa makna.

Terlampau banyak disebutkan hadits menjaga kebersihan sekaligus mengupas pengertian kebersihan sebagian dari iman. Inilah sirah sahabat wanita sebagai kisah perdana yang diunggah oleh pemateri. Sebuah kisah muslimah teladan ahli Surga yangmana beliau dishalatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meski telah lewat waktu penguburannya.

Sungguh menentramkan hati saat kita membaca kisah penuh hikmah yang bersumber dari Sahabat Nabi. Dalam video ini, kami tidak membahas tata cara sholat Ghaib dan syarat shalat ghaib secara khusus, hanya menyampaikan isi kisah apa adanya. Kisah Ummu Mahjan radhiyallahu ‘anha yang mengharu biru dengan sebab keutamaannya membersihkan masjid Rasulullah.

Kak Erlan sebagai pemerhati pendidikan mengungkap ayat tentang kebersihan dan memaknai pengertian thaharah yang disarikan dari hadits kebersihan, berikut adab di masjid; reminder untuk selalu membaca doa masuk dan keluar masjid dan senantiasa melazimkan kebersihan sebagian dari Iman dalam dunia nyata. Semoga kisah Shahabiyah yang mengharukan ini mampu menambah iman kita, insya Allah.