Serial Kitab Tauhid Eps 69: Bab 66 – Menjauhkan Ucapan Kesyirikan – Ustadz Afifi Abdul Wadud

Sayyid adalah Allah … inilah ungkapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menyanggah salah seorang sahabatnya yang mengucapkan kalimat yang bermakna ganda. Dan tentunya ada perbedaan antara sayid dan habib. Manakah yang lebih tinggi (khalil, habib, atau sayid)? Memasuki bab jelang akhir pertemuan, pemateri menyuguhkan tema Menjauhkan Ucapan Kesyirikan dalam Bermuamalah.

Macam macam syirik yang kita kenali ada dua: syirik akbar dan syirik asghar. Musyrik adalah seseorang yang melakukan kesyirikan. Betapa banyak dalil tentang syirik yang menyingkap bahaya syirik di sana-sini. Sebut saja contoh syirik dari jenis syirik yang kerap terjadi yakni ghuluw fi shalihin. Apa itu ghuluw? Ghuluw adalah sikap berlebihan terhadap seseorang bisa jadi karena kesalehannya atau kedudukannya. Inilah topik yang tengah kita bahas bersama.

Dalam bab ini, penulis memasukkannya dalam bab Menjaga Tauhid dan Menutup Pintu Kesyirikan. Juga, dibahas di dalamnya berupa penyakit menderita bisikan Setan. Dan mengandung doa pelindung dari bisikan hati. Melalui kajian ini, Anda diajak untuk mengulang kembali urgensi syahadataian. Mengurai kata kata hamba dalam tinjauan bahasa dan istilah. Ustadz Afifi Abdul Wadud hafizahullah lalu memaparkan pertanyaan tentang kufur (baca: ucapan kufur yang merusak aqidah seseorang).

Dan bab ini tidak jauh dari paparan adab kepada Allah; juga hadits berkata baik/diam, sebuah teguran berupa jaga lisanmu. Semuanya dalam rangka taqarub ilallah (atau cara mendekatkan diri kepada Allah). Semoga bermanfaat. Barakallahu fikum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *