Category :

شرح سلم الوصول
الدرس الأول

– المقدّمة
– تعريف الأصول والفقه
– الحكم التكليفي

٢٦ ربيع الأول ١٤٤١
معهد سلمان الفارسي الإسلامي

 

Simak Juga Videonya di: Playlist Youtube

Akhlak tercela yang kian marak belakangan ini ditenggarai oleh keyakinan yang rusak. Seorang yang memiliki aqidah yang benar, sudah barang tentu mempunyai atsar bagi akhlak seseorang. Karena hakikatnya seorang yang bertauhid ialah mereka yang berakhlak yang baik kepada Allah dengan beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya. Simaklah edisi terakhir dari kitab Al Mauidhoh Hasanah fil Akhlakil Hasanah yang disusun oleh Syaikh Abdul Malik Ar-Ramadhani bersama Ustadz Aris Munandar hafizahullah.

Beliau menjelaskan dalam kajiannya ini macam macam akhlak mahmudah (terpuji) sebagai lawan dari akhlak madzmumah (tercela). Mazmumah artinya tidak baik, tidak patut untuk dikerjakan atau diyakini sebagai suatu kebaikan. Contoh akhlak mazmumah yang kerap tampak ialah seseorang yang mengganggu tetangganya. Ia kurang menjaga adab bertetangga. Padahal banyak isyarat dari hadits tentang akhlak mulia.

Seorang muslim mengenali macam macam akhlak dalam kehidupannya, ia bisa memilah mana akhlak yang baik dan mana akhlak yang buruk. Ia berusaha semaksimal mungkin untuk mencontoh akhlak mulia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam kesehariannya, ia pun dapat dijadikan contoh; contoh akhlak yang baik bagi seseorang kepada seseorang lainnya. Milikilah Akhlak karimah dalam pergaulan Anda.

Adapun hadits tentang adab menuntut ilmu, di dapati di dalamnya hasungan untuk berakhlak yang baik. Demikian pula dalam hadits tentang akhlak yang baik, salah satunya hadits tentang teman yang shalih yang diibaratkan -jika engkau tidak membeli parfumnya, maka engkau mendapatkan bau yang harum-. Milikilah akhlak mulia cepat atau lambat, hal ini sebagai bentuk iman kepada hari akhir dari hadits tentang (hadits memuliakan tetangga), “Man kaana yu’minu billah wal yaumil akhir falyukrim jaarahu.” Hal tersebut sebagai realisasi dari macam macam akhlak terpuji yang diketahui.

Simak Juga Videonya di: Youtube Mauidhoh Hasanah Fi Akhlakil Hasanah

Nabi Palsu memang menjadi polemik tersendiri bagi umat Islam. Apalagi sudah jelas ayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah penutup para Nabi. Tapi tetap saja, pengusung kebatilan tidak kehabisan akal. Sebut saja, Nabi Palsu pada masa Abu Bakar. Dengan pongahnya ia mengaku mendapatkan wahyu, lantas Abu Bakar pun tidak tinggal diam, ia pun berusaha memadamkan api fitnah yang baru saja menyala …

Nabi palsu di dunia Islam silih berganti dengan wajah baru dan ajaran baru, intinya mereka layak menjadi Nabi dengan tafsiran yang batil. Dalam buku yang dijadikan pedoman kajian ini menjelaskan contoh akhlak yang baik. Akhlak yang semestinya dijunjung, ialah akhlak karimah. Saat seseorang mencerna hadits tentang adab menuntut ilmu, maka ia akan mendapati hal-hal yang positif darinya. Seperti faidah dari hadits tentang akhlak yang baik.

Seorang muslim mengenali macam macam akhlak terpuji bukan untuk dijadikan wawasan semata, ia berharap dapat mengejawantahkannya. Sebisa mungkin ia jauhi akhlak tercela. Selamat menyimak kajian yang disarikan dari Al Mauidhoh Hasanah fi Akhlakil Hasanah bersama salah seorang ustadz yang membina beberapa pondok pesantren, salah satunya ialah Ma’had Hamalatul Qur’an di Bangunjiwo, Bantul, Yogyakarta. Beliau adalah Ustadz Aris Munandar hafizahullah.

Waspadai akhlak mazmumah. Mazmumah artinya tidak terpuji alias tercela. Contoh akhlak mazmumah ialah seorang mengaku Nabi. Pada hakekatnya ia tengah mengolok-olok risalah dan menolak kebenaran yang datangnya dari Allah Azza wa Jalla. Seorang muslim memahami keutamaan akhlak yang baik, ia senantiasa berhias dengannya. Akhlak adalah permata hati yang mempesona pemiliknya dan orang lain. Macam macam akhlak yang mulia dijelaskan dalam video yang singkat ini. Di dalamnya dikaji pula terkait akhlak mulia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjadi teladan umat sepanjang masa. Dalil akhlak mulia yang sering diulang, “Wa innaka la ‘alaa khuluqin azhiim.”

Mari kita berhias dengan akhlak mulia, berakhlak seperti akhlak Rasulullah, khususnya menjaga lisan dari bertutur yang tidak berfaidah lagi mengandung dosa, seperti mengaku sebagai Nabi.

Simak Juga Videonya di: Youtube Mauidhoh Hasanah Fi Akhlakil Hasanah

Keutamaan akhlak yang baik banyak disebutkan di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Akhlak adalah perangai yang dimiliki oleh seseorang. Batin seseorang terkadang dapat dinilai dari perangai yang nampak darinya. Karena zhahir merupakan cerminan batin. Akhlak penuntut ilmu semestinya berbeda dengan orang yang tidak berilmu, ia mempunyai mata hati yang bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk bagi akhirat maupun dunianya. Kajian ini disarikan dari hadits tentang akhlak mulia.

Kajian ini masuk ke dalam silsilah durus Ramadhan menjelang 10 hari terakhirnya, di dalamnya Anda akan mendapati macam macam akhlak yang dimiliki oleh seseorang: baik atau buruknya. Seorang muslim yang hanif berusaha untuk mencontoh akhlak mulia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kesehariannya. Salah satu contoh akhlak yang baik ialah dia berlaku sopan terhadap orang yang dia temui baik ia kenal maupun tidak. Itulah akhlak karimah yang mulai luntur belakangan ini.

Penulis yakni Syaikh Abdul Malik Ar-Ramadhani hafizahullah banyak mengambil faidah dari hadits tentang adab menuntut ilmu, dan hadits-hadits lainnya seperti hadits tentang akhlak yang baik. Pada kajian ini, pemirsa diajak untuk mengenal macam macam akhlak terpuji yang semestinya dimiliki dan diusahakan untuk ada. Tabiat itu asli, sedang akhlak ada yang sifatnya diusahakan. Simaklah kitab yang berjudul Al-Mauidhoh Hasanah fi Akhlakil Hasanah, satu kitab yang membahas perihal akhlak mulia dan akhlak tercela, bersama guru kita Ustadz Aris Munandar hafizahullah.

Di akhir bahasan terdapat kajian seputar macam macam akhlak mahmudah yang dilakukan oleh pentolan thagut di masanya yakni Musailamah Al Kadzab sang Nabi Palsu. Sungguh fitnah Nabi palsu muncul untuk meronrong tubuh umat Islam dari dalam. Seorang Nabi yang membawa ayat palsu dengan nama Ayat Kodok, Ayat Gajah, dan kedunguan lainnya. Sebelum itu, ada bahasan seputar infaq. Infaq adalah harta yang dikeluarkan di luar pengeluaran yang wajib. Dan penting pula untuk disimak yakni pengertian shodaqoh yang serupa dengan infaq. Bagaimanakah hukum infaq dalam Islam, yuk disimak lebih lanjut.

Simak Juga Videonya di: Youtube Mauidhoh Hasanah Fi Akhlakil Hasanah

الفوائد المرضية
الدرس السابع عشر

– الربا
– خيار المجلس وخيار الشرط وخيار العيب
– البيوع المنهي عنها

١ ربيع الثاني ١٤٤١
معهد سلمان الفارسي الإسلامي

Playlist Youtube: www.youtube.com/playlist

الفوائد المرضية
الدرس السادس عشر

– ما يحرم باإحرام
– كتاب البيع
– شروط صحة البيع

١ ربيع الثاني ١٤٤١
معهد سلمان الفارسي الإسلامي

Playlist Youtube: www.youtube.com/playlist

Surga dan Neraka menjadi pemicu yang positif bagi seorang muslim. Surga dan Neraka dalam Islam telah banyak disebutkan dalam banyak nash. Surga dan Neraka adalah tempat kembalinya para hamba. Surga dan Neraka menurut Islam ialah tempat yang real, bukan fiktif laksana dongengan. Jadi, mereka pantang mengatakan, “Aku beribadah bukan karena mengharap Surga dan takut karena Neraka.”

Penduduk Surga akan diberikan fasilitas yang tidak mampu dibayangkan oleh akal manusia. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa penduduk Surga berkunjung ke Neraka. Sedangkan penduduk Neraka sendiri gigit jari atasnya. Mengapa? Karena mereka menyesali kehidupan semasa di dunia. Penghuni Surga dan Neraka dibedakan dengan apa yang mereka terima di akhirat. Bagaimanakah cara terbaik atau cara mudah masuk Surga?

Simaklah kajian berikut ini, di dalamnya dijelaskan tentang cara masuk Surga dengan bekal yang benar. Masuk Surga bukan karena amal, akan tetapi karena rahmat Allah untuk para hamba-Nya. Dan sudah ma’ruf bahwa cita-cita seorang muslim ialah masuk Surga bersama keluarga. Salah satu ayat yang menjadi reminder, (artinya) “Jagalah diri dan keluarga kalian dari Neraka.” dan Ayat tentang Neraka lainnya.

Seorang muslim meyakini bahwa takdir Allah adalah yang terbaik. Ia beriman dengan takdir, iman kepada takdir dengan segala konsekuensinya (al kitabah, al masyi’ah, al khalqu, dan al ilmu). Inilah bahasan menarik dari kitab Mukhtashor fil Aqidah yang dibawakan oleh Ustadz Aris Munandar hafizahullah. Dalam kajian ini diuraikan tentang gambaran Surga dan Neraka berikut tips untuk melakukan amal yang dicintai Allah, agar kita mudah masuk Surga dan selamat dari jilatan api Neraka.

Simak Juga Video di Youtube: Mukhtashor fil Aqiidah

Catatan amal yang terbentang di hari akhir tidak bisa kita bagaimanakan, kita hanya mengimaninya. Karena hal tersebut termasuk perkara yang ghaib. Dan salah satu sifat orang beriman ialah mengimani hal-hal yang ghaib. Kali ini kajian akan sedikit mengupas perihal catatan amal dan melewati shirat. Dua hal yang membuat hati berdegup kencang saat menerima hasil catatan amal dan saat melewati shirat, berdasarkan hadits-hadits yang berbicara tentangnya.

Catatan amal buruk ditulis oleh Malaikat pencatat. Semuanya tercatat rapi dalam catatan amal baik dan buruk. Seorang muslim seiring perjalanan waktu, ia mulai menengok hikmah beriman kepada hari Akhir. Hari pembalasan atas amal-amal manusia selama di dunia, iman kepada hari akhir termasuk rukun iman yang kelima. Bahasan lainnya yaitu iman dengan adanya telaga Nabi. Telaga yang gelasnya bagaikan cahaya, itulah telaga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Telaga apakah itu? Ya benar, itu adalah telaga Al Kautsar. Terkait bagaimananya, maka kita kembalikan hakikat telaga Al Kautsar kepada sang pemilik-Nya. Manusia hanya membaca dari hadits tentangnya dan belum bisa membayangkan secara detail.

Memasuki bahasan setelahnya, dikupas pengertian shirat. Tahukah Anda apa itu shirat? Shirat artinya tali kekang yang membentang antara Surga dan Neraka. Seorang Ahlussunnah iman kepada shirat tanpa harus melihatnya terlebih dahulu, ia mengimani dari hadits-hadits Rasul, dan seseorang hanya sebatas melihat gambaran shirat sebagaimana redaksi hadits. Inilah kajian rutin dari kitab Mukhtashor fil Aqidah yang dibawakan secara apik oleh Ustadz Aris Munandar hafizahullah.

Darinya kita memahami iman kepada takdir, dan beriman terhadap pokok pokok keyakinan beragama lainnya seperti beriman tentang adanya alam akhirat dan kebangkitan manusia kelak di padang mahsyar. Sungguh, mengharukan pemandangan di akhirat, ada yang keringatnya hingga ke dada, ada yang tenggelam di makan keringatnya, ada yang panjang lehernya dengan sebab adzan, dan lain sebagainya. Iman kepada hari akhir adalah perkara yang wajib diimani.

Simak Juga Video di Youtube: Mukhtashor fil Aqiidah

Syafaat adalah lawan dari kata tunggal, sedangkan syafaat secara istilah ialah menjadi penengah bagi orang lain dengan memberikan manfaat kepadanya atau menolak madharat. Pada video kali ini Anda akan menyimak tentang aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah yang lainnya yakni mengimani adanya syafaat dan mizan. Macam macam syafaat di antaranya ialah syafaat AlQuran untuk ahlul Quran.

Syafaat artinya penengah, dalam hal ini terdapat syafaat Nabi yang berguna bagi umatnya, hal ini berdasarkan hadits tentang syafaat. Seorang muslim mengimani syafaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tersebut dalam hadits yang panjang yaitu syafaat di hari Kiamat. Seorang yang mempelajari asyratus sa’ah (tanda tanda hari Kiamat) maka ia akan sampai pada bab syafaat pada hari Kiamat.

Kemudian pokok keyakinan Ahlus Sunnah lainnya yaitu mengimani mizan. Mizan artinya sebagaimana diungkapkan oleh Imam Al-Barbahari, “Iman kepada mizan di hari kiamat. Pada mizan ditimbang kebaikan dan keburukan. Mizan memiliki dua buah neraca timbangan dan lengan timbangan.” (Mizan di sini maknanya) mizan adalah mizan di akhirat. Seseorang dapat memberatkan timbangannya dengan amalan yang dicintai Allah.

Mizan atau timbangan di akhirat hanya kita ketahui maknanya secara bahasa, adapun hakikat timbangan akhirat hanya Allah yang tahu detailnya. Inilah episode ke-33 dari kitab Mukhtashor fil Aqidah yang disampaikan oleh dai senior dari Yogyakarta yakni Ustadz Aris Munandar hafizahullah. Dalam kajian terdapat hikmah beriman kepada hari akhir. Dan seorang muslim yang memiliki iman, khususnya iman kepada hari akhir. Tentunya mengimani hal ini, salah satu tanda tanda hari Kiamat menurut AlQuran ialah orang orang yang mengingkari sebagian tanda tanda Kiamat itu sendiri, mereka selalu menanyakan kapankah hari Kiamat itu datang?!? Simak terus pokok aqidah Ahlussunnah ini dalam serial yang kami suguhkan setiap bulannya dan tema pada video ini secara umum menjelaskan tentang syafaat uzma.

Simak Juga Video di Youtube: Mukhtashor fil Aqiidah

– حكم اللقطة
– وجوب تعريف اللقطة إذا أراد الملتقط تملكها
– أنواع اللقطة

Simak juga video ini di: Youtube YufidEdu