Category : Video

Bahaya syirik saat ini atau nanti tidak bisa dibiarkan … mengapa demikian? Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merasa tidak tenang dengan adanya kesyirikan yang masih terjadi di suatu daerah hingga akhirnya beliau mengutus salah seorang shahabatnya untuk memberantas patung sesembahan bani Fulan. Syirik adalah dosa besar yang paling besar!

Salah satu syirik yang diremehkan keberadaannya ialah syirik kecil seperti riya dan semacamnya. Syirik dalam uluhiyah yang dikemukakan dari hadits tentang syirik menyebutkan di antaranya contoh syirik besar yang dilakukan oleh kaum musyrikin yakni syirik dalam rububiyah. Karenanya mereka disebut sebagai musyrik. Musyrik adalah mereka-mereka yang tidak beribadah kepada Allah secara murni tapi menduakan dengan selain-Nya.

Macam macam syirik yang kita ketahui bersama ialah ada dua: syirik besar dan syirik kecil. Dalam tema sebelumnya ada petuah berupa nasehat untuk hindari kesyirikan Anda akan diampuni. Di mana disebutkan cara menghindari syirik yang kadung merata bahayanya. Menuju Syahadat tauhid, Lailahaillallah artinya mengesakan Allah di dalam peribadatan. Dosa syirik yang dikhawatirkan oleh para Nabi dan Rasul, bukan sembarang dosa, sebab ia termasuk perkara dosa yang membinasakan pelakunya.

Menelaah dalil tentang syirik dan akibat perbuatan syirik yang kadang terjadi … tidak bisa lagi dielakkan. Pada video kali ini Anda akan diajak untuk bagaimana ikhlas karena allah, agar ikhlas beramal, menapaki pengertian tauhid, mendalami pentingnya tauhid yang harus segera didakwahkan secara kontinyu, memantapkan bahasan macam macam tauhid agar sinkron dengan pembahasan syirik. Di sini Ustadz Abu Isa menyoal bahasan penting yakni menyekutukan Allah yang mana termasuk syirik jali sebagaimana dijelaskan pada dalil syirik di muka.

Sifat wajib bagi Allah telah kita kemukakan dalam episode sebelumnya dan kali ini melanjutkan dari apa-apa yang telah kami jelaskan. Lawan sifat wajib bagi Allah adalah mustahil, maka ini tidak layak disematkan kepada Allah. Allah Ta’ala mempunyai nama dan sifat yang sesuai dengan kelayakan Allah (nama dan sifat yang sempurna).

Mengupas satu demi satu asmaul husna beserta artinya membutuhkan kajian yang panjang. Dalam hal ini, kita mengenal ayat AlQuran tentang keberadaan Allah dan arti Allah bersemayam di atas Arsy. Arasy Allah (baca: Arsy) ada di atas air sebagaimana hadits yang masyhur.

Lalu dimana Allah sebenarnya? atau pertanyaan senada: Dimana Allah sebelum ada arsy? Ketahuilah bahwa Allah tidak bertempat. Wajah Allah asli tidak bisa dilihat, apalagi melihat Allah di dunia sangat tidak mungkin, kecuali melalui mimpi (berdasarkan riwayat yang mendukung tentangnya).

Anda tengah menyimak bahasan mengenai sifat uluw dan istiwa; nama nama Allah 99; mengenal sifat Allah baik itu sifat dzatiyah maupun sifat tsubutiyah serta sifat yang manfiyah. Mengetahui tauhid afal (atau lebih familiar dengan tauhid asma wa sifat), Dan pemateri Ustadz Aris Munandar hafizahullah memaparkan hikmah beriman kepada Allah, iman kepada Allah membuahkan keyakinan dan tidak akan menanyakan lagi: siapa Allah?

Ikhlas dalam beramal semestinya kita lakukan dan tidak diabaikan. Dalil tentang ikhlas menunjukkan demikian. Ikhlas adalah amalan hati. Dari sini kita memahami makna ikhlas dalam hidup, sebagai bentuk aplikasi hadits tentang ikhlas beramal. Lalu, bagaimanakah cara ikhlas karena Allah?

Musyrik adalah mereka yang menyekutukan Allah dengan selain-Nya: apakah itu Malaikat yang dekat, ataukah itu Nabi yang diutus, semuanya tidak boleh disekutukan. Contoh syirik pada zaman dahulu lebih mudah untuk diidentifikasi, berbeda halnya dengan zaman ini, meski pada zaman mualif, sudah teramat asing, orang yang menyeru kepada tauhid.

Bahaya syirik yang terambil dari dalil tentang syirik menyebutkan cara menghindari perbuatan syirik yakni mengesakan Allah dalam peribadatan. Ustadz Abu Isa hafizahullah sedikit mengupas hadits bitoqoh (tentang kartu Laa ilaaha illallah). Senantiasalah wahai kaum muslimin untuk ikhlas dalam beribadah. Ikhlas beramal itu yang utama.

Ikhlas karena Allah disarikan dari pengertian tauhid dan pentingnya tauhid yang harus segera diwujudkan / didakwahkan. Apalagi syirik semakin nyata. Syirik adalah menyekutukan Allah dalam peribadatan. Masuk di sini syirik kecil; syirik dalam uluhiyah yang mengantarkan kepada syirik besar; hadits tentang syirik; contoh syirik besar; ikhlas meniadakan kesyirikan.

Bagaimana sikap kita ketika mendapatkan informasi dari sumber yang paling tahu, paling jujur, paling baik penyampaiannya, dan disampaikan untuk kebaikan kita ? Tentu kita akan langsung menerima kabar tersebut dengan senang hati. Dan tentu kita juga meyakini bahwa Allah lah Dzat yang Maha Mengetahui sebagaimana dijelaskan dalam surat Al Isra ayat 55. Kita juga meyakini bahwa Allah adalah Dzat yang paling jujur perkatanNya ( surah An Nisa ayat 122 dan An Nisa 87 ). Kita juga meyakini bahwa Allah adalah Dzat yang paling bagus perkatanNya ( surah Az Zumar ayat 23 ). Dan kita juga meyakini bahwa Allah adalah Dzat yang paling menginginkan kebaikan untuk hamba hamba Nya sebagaimana dijelaskan dalam surah An Nisa ayat 176.

Sejenak kita baca Surah Taha ayat 1-5. Pada ayat ke 5 surat Taha merupakan ayat alquran tentang keberadaan Allah subhanahu wa ta’ala dan sekaligus sebagai dalil Allah diatas arsy. Seperti yang sudah kita pahami sebelumnya bahwa Alquran bersumber dari Allah subhanahu wa ta’alaa yang memiliki nama nama dan sifat sifat yang mulia dan kita meyakininnya sepenuhnya. Dan ahlus sunnah wal jamaah meyakini berita yang Allah sampaikan melalui Alquran dan RasulNya dengan lapang dada , tidak mendustakan ayat allah, dan tidak melakukan penyimpangan berupa tamsil, takyif, tahrif, dan ilhad.

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat, menghindarkan kita dari berbicara tanpa ilmu, dan menjauhkan kita dari sikap suudzon kepada Allah subhanahu wa ta’alaa.

Simak juga video-video bermanfaat lainnya dari channel yufid edu dan jangan lupa SUBSCRIBE agar memperoleh update video Kajian Aqidah yang membahas Kitab Aqidah Wasithiyah . SHARE kepada keluarga, kerabat, saudara, dan kawan Anda agar makin banyak yang tahu tentang Islam.

Jazaakumullahu khaira

Memahami nama dan sifat Allah sekaligus sifat wajib bagi Allah tertuang semuanya dengan indah dalam cakupan bahasan tauhid asma wa sifat. Asma Allah yang husna dan sifat Allah demikian halnya. Mengenal sifat Allah mulai dari ayat-ayat yang kita baca dalam Al-Qur’an, seperti Innahu Samii ‘un Bashiir (Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat). Dan Ahlussunnah meniadakan sifat mustahil bagi Allah dan menetapkan sifat wajib bagi Allah. Jauh dari apa yang ditetapkan oleh orang-orang yang berbicara tanpa ilmu. Agama tanpa ilmu, akan membinasakan pelakunya.

Dari pembahasan ini kita dapat mudah menjawab soal-soal seperti takwil, takyif, tamsil, dan ta’thil. Takwil adalah memalingkan makna dari asalnya. Takyif adalah membagaimanakan sifat Allah, tamsil adalah menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya, sedangkan ta’thil adalah menolak sifat-sifat Allah baik sebagian atau seluruhnya. Ustadz Aris Munandar hafizahullah menjelaskan hadits bahwa Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir. Juga, hadits bahwa tangan Allah bersama Jamaah. Dan dari hadits-hadits yang menyebutkan sifat sifat Allah lainnya.

Hakekatnya, kita tengah mengenal Allah … cara mengenal Allah dengan ayat ayat syar’iyyah-Nya, cara mengenal Allah lebih dekat (bisa juga dengan mengenal Allah melalui ciptaanNya yang disebut dengan ayat Kauniyah. Beriman kepada Allah mempunyai empat tingkatan yakni beriman dengan Wujud-Nya, Rububiyahnya, Uluhiyah-Nya, dan Asma wa Sifat-Nya. Adapun hikmah beriman kepada Allah ialah melapangkan dada seorang muslim saat menjalankan syariat-syariat-Nya. Hal ini tampak dalam dalil iman kepada Allah dan kandungan rukun iman yang kita kenal bersama.

Hadits tentang menuntut ilmu menyebutkan bahwa salah satu keutamaan menuntut ilmu ialah mengantarkan seseorang menuju Jannah. Dalam hal ini, dalil tentang ikhlas menunjukkan demikian. Ikhlas adalah memurnikan ketaatan untuk Allah. Makna ikhlas dalam hidup manusia akan tampak dengan meniti jalan sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ikhlas dalam beribadah dan ikhlas beramal, kesemuanya harus dilandasi ikhlas karena Allah.

Menapak tilas pengertian tauhid membuahkan pentingnya tauhid untuk segera didakwahkan. Mengenal macam macam tauhid pun termasuk salah satu cara dalam menguatkan tauhid seseorang. Selain mengenal tauhid, seorang diharuskan untuk mengenal lawannya yakni kesyirikan. Syirik adalah menjadikan tandingan bagi Allah pada hak-hak yang khusus diberikan kepada Allah semata. Bahaya syirik sudah mencapai darurat siaga, betapa banyak telah menelan korban jiwa, jiwa mereka telah bergantung kepada selain Allah …

Ustadz Abu Isa hafizahullah mengingatkan kembali akan tujuan menuntut ilmu berikut keutamaan mencari ilmu bagi ahlinya. Amal tanpa ilmu tidak berguna dan sebaliknya. Hanya berilmu sebelum beramal itu yang utama. Sekali lagi, keutamaan menuntut ilmu dalam hukum menuntut ilmu / hukum menuntut ilmu agama telah dijelaskan di dalam video yang ringkas ini. Tak lupa pencantuman hadits menuntut ilmu beserta latinnya. Semoga bermanfaat kajian perdana Ushulus Sittah karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.

Pengertian al ilhad secara bahasa adalah menyimpang dan berpaling dari sesuatu. Hakikat al ilhad terhadap Nama dan Sifat Allah adalah menyelewengkan nama nama Allah dan sifat sifat Allah dari pemahaman yang benar, memasukkan ke dalam makna nama nama Allah dan sifat sifat Allah tersebut sesuatu yang bukan artinya, atau memalingkannya dari maknanya yang sebenarnya. Ahlus sunnah wal jamaah senantiasa mensucikan nama dan sifat Allah dari segala bentuk penyimpangan, baik berupa tamsil, takyif, maupun tahrif. Contoh bentuk penyimpangan nama nama Allah adalah perbuatan orang-orang musyrik yang mengambil nama untuk berhala mereka al uzza ( berhala uzza ) dari nama Allah al Aziz. Padahal makna asmaul husna Al Aziz artinya Yang Maha Mulia dan Perkasa.

Ahlus sunnah wal jamaah juga tidak ilhad terhadap alquran yang berupa ayat kauniyah maupun ayat syariyah ( ayat qauliyah ). Pengertian Ayat kauniyah adalah makhluk Allah seluruhnya. contoh ayat kauniyah adalah langit, bumi, gunung, matahari, dan semua makhluk Allah yang lainnya. Sedangkan ayat syariyyah atau ayat qauliyah adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala yang diwahyukan kepada rasulNya. Di antara penyelewangan terhadap ayat syariyah adalah mendustakan ayat allah, menyelewengkan makna ( tahrif ), dan menyelisihi ayat al quran dengan tidak ada ketundukan terhadap ayat ayat Allah tersebut.

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat dan keistiqomahan dalam beramal sholeh.

Prinsip aqidah ahlus sunnah wal jamaah dalam beriman kepada Allah yaitu dengan mengimani nama dan sifat Allah tanpa melakukan tamsil, takyif, tahrif, dan ta’thil. Ahlus sunnah wal jamaah mengimani dan mengenal sifat sifat Allah dan nama nama Allah dalam alkitab dan as sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih.

Aqidah ahlus sunnah wal jamaah tidak menyerupakan Allah dengan selainnya ( tamtsil ), dan tidak mengingkari sifat-sifat Allah sebagaimana yang dilakukan oleh pemahaman muattilah. Akan tetapi, ahlus sunnah wal jamaah mensucikan nama dan sifat Allah sesuai dengan yang Allah tetapkan atas diri Nya. Karena sesungguhnya yang paling mengenal sifat Allah adalah Allah sendiri, Dzat yang Maha Suci dan Maha Mengetahui segala sesuatu.

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat dan keistiqomahan dalam beramal sholeh.

Beriman kepada Allah merupakan salah satu rukun Iman. Cara beriman kepada Allah dengan benar adalah dengan mengimani sifat sifat Allah dan artinya, mengenal sifat sifat Allah dan dalilnya, sebagaimana telah dijelaskan sifat sifat Allah dalam alkitab dan as sunnah sesuai dengan pemahaman salaful ummah. Kesalahan dalam memahami sifat sifat Allah akan menimbulkan rusaknya aqidah seseorang. Takyif dan tamtsil adalah di antara contoh bentuk kekeliruan dalam cara beriman kepada Allah.

Takyif artinya menyebutkan tentang kaifiyah (karakteristik) suatu sifat atau menanyakan bagaimana bentuk dari sifat sifat Allah subhanahu wata’ala. Misal pertanyaan tentang sifat sifat Allah seperti dimanakah Allah berada maka jawabannya adalah Allah di atas arsy sesuai yang Allah kabarkan dalam ayat alquran tentang keberadaan Allah tanpa perlu kita mengetahui kaifiyahnya. Sedangkan tamsil artinya menyebutkan sesuatu dengan yang semisalnya. Diantara contoh tamsil adalah ungkapan bahwa tangan Allah sama dengan tangan makhluk, wajah Allah sama dengan wajah makhluk, dan lain-lain.

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat dan keistiqomahan dalam beramal sholeh.

Dalam agama ini ada qiyas yang shahih dan ada qiyas yang batil. Mari kita telaah definisi qiyas secara bahasa. Qiyas adalah membandingkan suatu hukum. Sedangkan ijma adalah kesepakatan (biasanya para ulama). Istihsan adalah menganggap baik sesuatu. Sedangkan istishab adalah segala ketetapan yang telah ditetapkan pada masa yang lampau … dan seterusnya sampai akhir definisi.

Qiyas yang rusak ialah tema yang diangkat dalam video ini. Lalu apa saja rukun qiyas; apa saja macam macam qiyas; dan pertanyaan tentang qiyas yang sering ditanyakan; mengenal fungsi qiyas, dan yang terkait dengannya. Contoh qiyas adalah qiyas batil yang disebutkan Iblis saat menolak untuk bersujud kepada Adam.

Memperhatikan contoh qiyas dalam ushul fiqh dasar dan menetapkan hukum qiyas yang haq. Contoh qiyas dan ijma yang bergandengan disebutkan di sini. Dalil qiyas yang dipakai oleh kaum musyrikin ialah mereka mengangkat perantara dalam beribadah kepada Allah.

Banyak qiyas yang rusak berasal dari qiyas yang batil. Dari paparan di atasm kita mampu mendefinisikan pengertian ulama yang tersebut dalam hadits tentang ulama. Dan dari hadits tentang hidayah Allah mengajarkan kita bahwa hidayah di tangan Allah semata, manusia hanya menyampaikan, adapun hasilnya diserahkan kepada Allah Ta’ala.

Disampaikanpula kisah hadits menghina orang lain gara gara qiyas batil ini, dan para penghina ulama termasuk korban qiyas batil tersebut. Coba perhatikan hadits ulama pewaris para Nabi atau ayat AlQuran tentang Ulama. Dan hadits tentang ulama akhir zaman yang sebagian mereka menafsirkan sesuatu yang keliru, muaranya yaitu qiyas yang fasid.

1 239 240 241 242 243 334