Category :

Dampak buruk fitnah sangat dahsyat, hingga banyak yang terjerumus ke dalamnya. Mari kita ambil ibrah dari kisah Nasehat Imam Hasan al Bashri:

Dari Sulaiman bin Ali ar-Rab’i ia berkata, “Tatkala terjadi fitnah Ibnu Asy’ats yang hendak meemrangi al-Hajjaj, pergilah Uqbah bin Abdil Ghafir, Abul Jauza, dan Abdullah bin Ghlalib untuk menemui al-Hasan dan meminta fatwa kepada beliau. Mereka memerangi seorang thaghut ini (al-Hajjaj bin Yusuf, pen.) yang telah menumpahkan darah yang haram untuk ditumpahkan, dan merampas harta yang haram untuk dirampas, telah meninggalkan shalat, dan telah melakukan ini dan itu…’ (Mereka menyebutkan semua tindak-tanduk dari al-Hajjaj bin Yusuf). Lalu al-Hasan berkata, ‘Namun, aku berpendapat kalian jangan memeranginya. Karena kalaulah ia adalah suatu hukuman untuk kalian, maka sekali-kali kalian tidak akan mampu menolak hukuman Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan pedang-pedang kalian, namun bila ia adalah musibah dan ujian untuk kalian, maka bersabarlah sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan hukum kepada kalian dan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah sebaik-baik yang memutuskan hukum.’ Namun, mereka tidak menggubris perkataan al-Hasan bahkan mengatakan, ‘Apakah kita akan menaati perkataan keledai liar itu..!? (Hajaj)’ Mereka pun tetap nekad keluar bersama Ibnu Asy’ats hingga akhirnya mereka terbunuh semua.”

Beliau juga mengatakan, “Seandainya manusia tatkala diuji dari sisi pemimpinnya mereka mau bersabar, tentu mereka akan mendapat jalan keluarnya. Namun, mereka begitu tergesa-gesa menghunus pedang-pedang mereka. Demi Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidaklah mereka datang dengan membawa kebaikan.”
(kisahmuslim.com/2449)

Fitnah datang silih berganti, hampir-hampir membuat kaum muslimin terperosok ke jurang yang dalam. Fitnah syahwat yang merusak hati dan fitnah syubhat yang merusak akal fikiran..

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

“Bersegeralah melakukan amalan sholih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia.”
(HR. Muslim, no. 118)

Serial Amalan Keseharian Rasulullah ini diambil dari pembahasan Kitab Al-Minhul ‘Aliyyah fii Bayan As-Sunanil Yaumiyyah yang ditulis oleh Syaikh Dr. ‘Abdullah bin Hamud Al-Furaih hafizhahullah. Ceramah agama sunnah nabawiyyah ini insyaAllah akan bersambung untuk membahas amalan keseharian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalllam 24 jam dari bangun tidur sampai tidur kembali.

Semoga Bermanfaat.

Serial Amalan Keseharian Rasulullah ini diambil dari pembahasan Kitab Al-Minhul ‘Aliyyah fii Bayan As-Sunanil Yaumiyyah yang ditulis oleh Syaikh Dr. ‘Abdullah bin Hamud Al-Furaih hafizhahullah. Ceramah agama sunnah nabawiyyah ini insyaAllah akan bersambung untuk membahas amalan keseharian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalllam 24 jam dari bangun tidur sampai tidur kembali.

Semoga Bermanfaat.

Serial Amalan Keseharian Rasulullah ini diambil dari pembahasan Kitab Al-Minhul ‘Aliyyah fii Bayan As-Sunanil Yaumiyyah yang ditulis oleh Syaikh Dr. ‘Abdullah bin Hamud Al-Furaih hafizhahullah. Ceramah agama sunnah nabawiyyah ini insyaAllah akan bersambung untuk membahas amalan keseharian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalllam 24 jam dari bangun tidur sampai tidur kembali.

Semoga Bermanfaat.

Serial Amalan Keseharian Rasulullah ini diambil dari pembahasan Kitab Al-Minhul ‘Aliyyah fii Bayan As-Sunanil Yaumiyyah yang ditulis oleh Syaikh Dr. ‘Abdullah bin Hamud Al-Furaih hafizhahullah. Ceramah agama sunnah nabawiyyah ini insyaAllah akan bersambung untuk membahas amalan keseharian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalllam 24 jam dari bangun tidur sampai tidur kembali.

Semoga Bermanfaat.

Serial Amalan Keseharian Rasulullah ini diambil dari pembahasan Kitab Al-Minhul ‘Aliyyah fii Bayan As-Sunanil Yaumiyyah yang ditulis oleh Syaikh Dr. ‘Abdullah bin Hamud Al-Furaih hafizhahullah. Ceramah agama sunnah nabawiyyah ini insyaAllah akan bersambung untuk membahas amalan keseharian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalllam 24 jam dari bangun tidur sampai tidur kembali.

Semoga Bermanfaat.

Masih dalam serial yang sama (Kunci Pembuka Kebaikan) dengan sub tema: Memiliki Semangat Untuk Menyebarkan Kebaikan.

Jika istilahnya anak zaman sekarang adalah “Nge-Share” (membagikan postingan yang bermanfaat). Dan pembahasan yang disajikan merupakan penjabaran dari hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik yang berkata, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ ، وَإِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ ، فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ ، وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ

“Sesungguhnya diantara manusia ada yang menjadi kunci kebaikan dan penutup pintu kejelekan, Namun ada juga yang menjadi kunci kejelekan dan penutup pintu kebaikan. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kebaikan melalui kedua tangannya. Dan celakalah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kejelekan melalui kedua tangannya”.
(HR Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah)

Do’a adalah kunci seluruh kebaikan. Dengannya manusia memperoleh apa yang dikehendakinya. Jadilah muslim yang sebenarnya; Menjadi Kunci Kebaikan.

Dari Anas bin Malik berkata, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ ، وَإِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ ، فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ ، وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ

“Sesungguhnya diantara manusia ada yang menjadi kunci kebaikan dan penutup pintu kejelekan, Namun ada juga yang menjadi kunci kejelekan dan penutup pintu kebaikan. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kebaikan melalui kedua tangannya. Dan celakalah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kejelekan melalui kedua tangannya”.
(HR Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah)

Masih melanjutkan pembahasan sebelumnya:

“Sesungguhnya diantara manusia ada yang menjadi kunci kebaikan dan penutup pintu kejelekan, Namun ada juga yang menjadi kunci kejelekan dan penutup pintu kebaikan. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kebaikan melalui kedua tangannya. Dan celakalah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kejelekan melalui kedua tangannya”.
(HR Ibnu Majah)