Ramadhan telah mendatangi kita. Kali ini Tim Kameramen Yufid TV berhasil mendokumentasikan syuting perdana dan insya Allah akan berlanjut seiring berjalannya hari sebuah kajian kitab yang berjudul Hushulul Ma’muul bi Syarhi Tsalatsatil Ushul. Sebuah kitab yang disusun oleh Syaikh Abdullah bin Shalih Al-Fauzan yang membahas seputar tiga pertanyaan penting di alam kubur. Dan memasuki isi kitab, beliau pemateri berpanjang lebar menjelaskan arti bismillah dan keutamaan bismillah.
Lalu menopangnya dengan 6 rukun Iman plus makna rukun iman dalam kehidupan bani Adam. Rukun iman 6 perkara sudah kadung populer penyebutannya; iman kepada Allah, iman kepada Malaikat, Iman kepada Kitab-Kitab, iman kepada Nabi dan Rasul, iman kepada hari Kiamat, serta Iman kepada Qadha dan Qadar. Dan yang paling utama yaitu dua kalimat syahadat, suatu kalimat yang menyelamatkan seseorang dari sentuhan api Neraka. Pemateri menyebutkanpula dalil rukun islam; buniyal islam khomsin … lalu menyebutkan urutan rukun Islam.
Penulis (Syaikh Abdullah) mengetengahkan pengertian menuntut ilmu, ilmu seperti apa yang wajib dipelajari terlebih dahulu. Kewajiban menuntut ilmu ada di pundak-pundak kaum muslimin, “Menuntut ilmu difardhukan bagi muslim dan muslimat.” Dan menyusul setelahnya terdapat hadits tentang ilmu yang bermanfaat. Tak luput dari bahasan utama, pemateri mendetailkan pokok pokok ajaran Islam.
Salah satu tiga pertanyaan (Ushul Tsalatsah) yakni Man Rabbuka artinya apa (Siapa Rabbmu?) dan suasana alam kubur yang menghawatirkan penghuninya, tentunya bagi yang tidak lolos ujian. Ujian apakah itu? Ujian berupa fitnah kubur. Yang mana seseorang akan ditanya; siapa Rabbmu, apa agamamu, dan siapa Nabimu? Ketiganya akan ditanyakan kepada seluruh manusia. Bukan umat Islam saja. Barangsiapa yang melaluinya dengan sukses, maka setelahnya akan ringan. Dan sebaliknya.
Disingkap dalam menit-menit terakhir seputar metode dakwah, yang mana dakwah bil hikmah itu mutlak diperlukan dan anjuran untuk menjauhi atau jauhilah perdebatan. Sebab inti dakwah (tujuan dakwah) untuk mengenalkan dan mengajak seseorang untuk masuk Islam secara kaffah serta himbauan terhadap akhlak mulia.
Pengertian najis adalah kotoran yang wajib dijauhi oleh seorang muslim dan wajib dicuci bagian yang terkena olehnya. Jenis jenis najis yang akan kita pelajari dalam video ini ada 3. Begitu juga dengan contoh najis dan cara mensucikan najis (cara menghilangkan najis).
Najis dalam Islam itu ada najis Mughallazah (najis berat), najis Mutawassitah (najis sedang), dan najis Mukhaffafah (najis ringan). Lantas, apa saja penjelasan lengkap mengenai macam macam najis dan contohnya serta cara membersihkan najis?
Yuk, simak selengkapnya dalam video Yufid EDU yang menarik berikut ini!
Anda tentu tidak heran dengan ayat yang berbunyi (artinya) “Taatlah kepada Allah, kepada Rasulullah, dan ulil amri di antara kalian.” Meski sedemikian gamblangnya, masih saja ada yang bertanya, Apa itu ulil amri? Ulil amri adalah sebutan bagi para penguasa kaum muslimin (apakah namanya Presiden atau Khalifah) dan sebutan lain dari para ulama. Jadi maknanya ada dua: pemimpin or ulama.
Video ini menjabarkan pengertian taat dalam Islam. Dan bagaimana ketaatan begitu rendah dalam sejarah zaman jahiliyah. Contoh zaman jahiliyah yang berlaku tentang ketaatan adalah mereka menganggap sikap taat sebagai bentuk kebanci-bancian?!? Oleh karena itu mereka biasa tidak taat kepada pemerintah. Inilah mauqif mereka secara umum.
Mencermati hadits tentang pemimpin dan kata bijak untuk pemimpin; di dalamnya disebutkan bahwa ketaatan seseorang bermakna kebahagiaan. Sungguh, negeri dengan seorang pemimpin, lebih baik daripada yang tidak ada pemimpinnya. Hingga disebutkan dalam atsar salaf, “Bahwa satu hari dengan pemimpin zhalim, masih lebih baik daripada seorang bermalam tanpa pemimpin.”
Apakah Anda ingin tahu tentang contoh pemimpin zalim? Dahulu banyak didapati pemimpin zalim, namun para pemuka agama, menganjurkan untuk tidak memberontak kepadanya; lihatlah Imam Al-Hasan Al-Bashri, Imam Ahmad bin Hanbal dan selain dari mereka. Mari kita bawa pemimpin zalim kepada pengertian umara. Apakah ia sesuai kriteria, hingga kita wajib taat terhadap kepemimpinannya? Hukum taat kepada ulil amri adalah wajib, selama memerintahkan hal yang mubah, sedangkan perintah kepada kemaksiatan, maka tidak perlu ditaati, “Tidak ada ketaatan untuk bermaksiat kepada Al-Khaliq.”
Memberontak dalam Islam diharamkan dalam sejumlah hadits dan anjuran untuk taat kepada pemimpin. Mari kita masuk kepada pengertian saling menasehati dalam Islam, di mana di dalamnya dibahas terkait taat kepada Allah (pengertian taat kepada Allah), contoh taat kepada Rasul, dan nasehat untuk pemimpin.
Zaman jahiliyah adalah zaman di mana kemerosotan moral melanda dan syiar-syiar agama dinodai dengan kesyirikan. Zaman di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam belum diutus. (baca: zaman jahiliyah sebelum kedatangan Islam)
Mengamati sejarah zaman jahiliyah dapat kita simpulkan bahwa mereka telah berjumpa dengan sebagian orang-orang shalih yang masih memegang agama Tauhid, yakni agamanya para Nabi, di atas millah Ibrahim. Kita bisa menyaksikan adanya ritual haji, berqurban, hanya saja prakteknya sudah terkontaminasi dengan nilai-nilai kesyirikan.
Salah satu yang khas ada pada mereka yaitu bercerai berai dalam agama. Padahal disebutkan dalam agama ini untuk berpegang teguhlah pada Tali Allah. Juga, disinggung dalam hadits tentang larangan bercerai berai dan hadits tentang persatuan dan persaudaraan.
Larangan mengikuti hawa nafsu, bukan semata anjuran, melainkan tuntutan bagi seorang yang ingin menambah ketaatannya. Anda bisa memeriksa hadits tentang memerangi hawa nafsu. Hawa adalah bermakna dua; perempuan pertama yang diciptakan dari tulang rusuk laki-laki. Dan yang kedua hawa bermakna keinginan. Dan keinginan biasanya memerintahkan kepada hal yang negatif, sebagaimana Nabi Yusuf berlindung darinya.
Agama Nabi Adam adalah tauhid, demikianpula Nuh, Idris, dan seluruh Nabi dan Rasul yang lain, mereka mendakwahkan beribadahlah kepada Allah dan menjauhi kesyirikan.
Perbedaaan pendapat dalam Islam, masih ada rujukannya, sedangkan perbedaan pendapat di masa jahiliyah bisa menghilangkan nyawa yakni dengan adanya pertengkaran yang berujung kepada peperangan.
Memperhatikan ayat AlQuran tentang perselisihan , maka di dalamnya terdapat hasungan untuk kembali kepada AlQuran dan Sunnah jika terjadi silang pendapat. Demikianpula saat Anda jumpai hadits tentang ibadah (baca: fikih), tentunya akan menjumpai perselisihan pendapat.
Mengapa kita perlu untuk kembali kepada rujukan di atas? sebab berdasarkan pengertian Al Quran dan Hadits —keduanya merupakan sumber otentik umat Islam— Maka bagaimana seseorang akan bertaqwa, manakala ia berpaling dari keduanya.
Syirik adalah dosa besar yang paling besar. Contoh perbuatan syirik yang banyak terjadi diuraikan dalam Masail pertama ini. Tahukah Anda ,,, ada berapakah macam macam syirik itu? Syirik ada dua syirik akbar dan syirik asghar. Syirik berdoa salah satu contohnya.
Bahaya syirik itu laten! Mengapa bisa demikian? Menelaah kembali pengertian syirik dan contohnya, ada banyak pelajaran yang dapat kita ambil. Menyoal tawasul yang bermula dari meminta syafaat dan berujung kepada meminta kepada orang yang telah wafat dengan kondisinya yang tidak mampu untuk mengabulkan permintaan.
Apa itu tawasul? Tawasul adalah mengambil perantara untuk sampainya hajat kita. Contoh tawasul dalam bab ini ialah seorang yang masih hidup menjadikan orang yang telah wafat sebagai wasilah dalam berdoa kepada Allah. Dan tawasul seperti ini menyelisihi pengertian tauhid rububiyah.
Contoh syirik dalam syirik besar banyak dipaparkan oleh pemateri untuk memantapkan pemahaman. Demikianpula, cara menghindari perbuatan syirik dalam contoh syirik besar. Syirik adalah dosa yang paling besar, menempati urutan pertama.
Dan tidak setiap tawasul itu bermakna syirik, oleh karena itu, memahami pengertian tawassul dengan benar, akan mengantarkan kepada pemahaman yang diinginkan syariat. Tawasul artinya menjadikan seseorang sebagai perantara, dan dalam bab ini terdapat rincian (bagaimana jika yang diminta dalam bab yang ia mampui dan ia sendiri hadir (hidup / tidak mati)?.
Contoh tauhid rububiyah dalam pertanyaan tentang tauhid, biasanya berasal dari hasil telaah seseorang terhadap hadits tentang dosa besar dan korelasi terhadap dosa besar yang tidak diampuni yakni syirik.
Apa yang Anda ketahui tentang jahiliyah? Zaman jahiliyah adalah zaman di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam belum diutus di muka bumi dan terdapat pelanggaran-pelanggaran syariat yang cukup banyak pada saat itu. Oleh karena itu, melihat pengertian agama Islam dan definisi; apa itu agama Islam, akan mengantarkan kita kepada pemahaman bahwa Islam menghapus dosa-dosa sebelumnya dan mengajak umat manusia untuk menuju peradaban yang lebih baik.
Mengenal perkara jahiliyah bukan perkara yang tidak penting. Justru sahabat senior sekelas Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan, “Aku belajar keburukan, bukan dalam rangka melakukannya, melainkan agar suatu kali aku TIDAK terjerembab ke dalamnya.” Dan ucapan beliau sangat populer dalam bab Fitnah Akhir Zaman. Pentingjuga, untuk mengetahui apa itu syirik? Syirik adalah menyekutukan Allah bersama selain Allah dalam hal-hal yang khusus bagi Allah. Anda bisa mengupasnya lebih dalam hadits tentang syirik.
Termasuk perkara jahiliyah adalah kefasikan. Fasik adalah seseorang yang mengilmui sesuatu tapi tidak ia kerjakan, justru ia melanggarnya. Bahasa mudahnya, orang fasik adalah orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Dengan terus mempelajari perkara-perkara jahiliyah, akan menumbuhkan iman Anda dan menunjukkan bukti keberadaan Allah Ta’ala di sisi orang musyrikin. (baca: mereka mengakui adanya Allah sang Pencipta, akan tetapi mereka menyekutukannya)!!!
Buku Masail Jahiliyah karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah mencocoki bagi mereka yang tengah mendalami Islam (belajar ISLAM untuk pemula). Dan salah satu tahapan belajar agama Islam ialah dengan mempelajari pokok-pokoknya / pondasinya seperti rukun Iman, rukun Islam, Fiqih Shalat, dan hal-hal lain yang akan menguatkan imannya dalam beragama. Bagi Anda yang ingin belajar Islam dari nol, maka buku ini sangat tepat bagi Anda. Oleh karena itu, jangan dilewatkan serial ini hingga tuntas. Insya Allah …
Disebutkan dalam hadits tentang shalat bahwa seutas demi seutas tali Islam akan lepas pada seseorang manakala ia tidak mengetahui perkara jahiliyah dan perkara awal yang bakalan terlepas ialah bab shalat. Perlujuga untuk diketahui bentuk bentuk syirik, bahaya syirik, dan contoh perbuatan syirik.
Dengan mempelajari Masail Jahiliyah, Anda akan mengetahui amalan-amalan kekafiran, mengetahui macam macam kafir (menurut hukumnya; dzimmi, muahad, musta’man, dan harbi). Dan dalam buku ini disinggung hadits tentang maksiat yang dilakukan umat sebelum Rasulullah diutus yakni berupa dosa yang paling a’zham yakni kesyirikan.
Dan perlu untuk dihimbau kembali bahwa perlunya mengetahui perkara jahiliyah dalam rangka kita terhindar darinya. Ingatkah Anda terhadap ucapan Khalifah Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu yang menyatakan, “Sungguh, ikatan Islam akan lepas satu persatu, manakala seseorang tidak mengenali perkara jahiliyah.” Semoga Allah Ta’ala mengokohkan kita di atas tauhid ini dan terhindar dari melaqobi orang-orang zaman ini dengan ucapan, “Kita hidup di zaman jahiliyah modern.” Terdapat faidah yang bagus tentang sanggahan ucapan tersebut dari Syaikh Shalih Al-Fauzan (Syarah Masailul Jahiliyah).
Dunia sihir dan perdukunan telah tersebar di tengah-tengah masyarakat. Berbagai komentar dan cara pandang pun mulai bermunclan terkait masalah tukang sihir dan antek-antek-nya.
Sebagai seorang muslim, tidaklah kita memandang sesuatu melainkan dengan kacamata syariat, terlebih lagi dalam perkara-perkara gaib seperti sihir dan yang semisalnya.
Berbicara tentang sihir, maka kita akan mengenal banyak istilah. Di antaranya jenis ilmu hitam, mantra sihir atau mantra ilmu hitam, contoh sihir, dan tanda sihir. Termasuk juga tanda terkena sihir.
Sihir termasuk dosa besar sehingga belajar ilmu hitam atau belajar sihir hukumnya haram. Lantas, apakah ada benda penangkal ilmu hitam? Berkenaan dalam hal ini, sebenarnya ada banyak cara menangkal ilmu hitam. Syariat telah menuntun kita untuk membaca dzikir pagi dan petang.
Ketika kita membaca dzikir pagi dan petang, insyaallah kita akan menemukan doa penangkal sihir dan wirid penolak sihir. Lain halnya dengan dzikir penghancur sihir.
Jika ada orang yang mengalami ujian dengan terkena sihir, hendaknya dia mengharap pahala kepada Allah atas musibah ini dan berusaha mengobatinya. Simak selengkapnya mengenai doa menghilangkan sihir dalam tubuh dan ayat penghancur sihir dengan klik
Di samping itu, setiap kita punya kewajiban untuk mewaspadai keberadaan tukang sihir. Jangan sampai kita jadi korban selanjutnya. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui apa saja ciri khas tukang sihir atau ciri dukun asli.
Yuk, simak selengkapnya dalam video berikut ini!
Dewasa ini, peran aqidah sangat berpengaruh dalam membangun kepribadian seorang muslim. Oleh karena itu, mendalami ilmu aqidah adalah keniscayaan. Pengertian aqidah Aqidah secara bahasa berasal dari kata ‘aqd yang berarti mempererat, mengokohkan, dan mengikat dengan kuat. Dan pengertian aqidah ISLAM ini akan tampak dengan melihat pengertiannya secara istilah aqidah adalah keyakinan yang kuat yang tidak dimasuki oleh keraguan.
Dengan demikian, aqidah Islam berarti keimanan yang kuat kepada Allah Ta’ala dengan melaksanakan kewajiban berupa tauhid dan taat kepada-Nya, demikian juga beriman kepada malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada qadar serta mengimani semua yang sudah shahih tentang prinsip-prinsip agama (ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, berita yang disebutkan dalam Alquran maupun sunah baik ‘ilmiyyah (sebagai pengetahuan yang harus diyakini) maupun ‘amaliyyah (pengetahuan yang harus diamalkan). (Kutipan artikel dari yufidia)
Dan ada kaitannya antara pengertian aqidah dan pengertian Ahlussunnah wal jamaah. Dari sini, kita ketahui bahwa pentingnya aqidah dalam kehidupan. Salah satu tokoh Ahlussunnah wal jamaah yang paling berpengaruh di masa kitab ini ditulis yakni penyusunnya; Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah. Beliau memaparkan itiqad firqatun najiyah yang merupakan inti sari manhaj salaf. Manhaj salaf ialah manhajnya para sahabat, yang mana mereka adalah sebaik-baik kurun menurut rekomendasi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Khairunnasi qarny, tsummalladzina yalunahum, tsummalladizina yalunahum.”
Ustadz Abu Isa memaparkan sejarah Ahlussunnah wal Jamaah dalam beberapa poin kitab Syarah Aqidah Wasithiyah. Di dalam kitab tersebut, terdapat isyarat perpecahan umat Islam akhir zaman. Umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan. Pemaparan hal itu sebagai bukti akan kerasulan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengabarkan hal-hal di masa depan. Dan merupakan bukti kebenaran wahyu beliau, bahwa umat ini tidak akan hancur dibinasakan oleh musuh dari luar Islam, akan tetapi mereka saling berselisih antar sesamanya.
Generasi salaf adalah generasi idaman, padanya kita berkaca, sebab mengikuti teladan yang baik, maka hasilnya pun akan baik. Nama lain dari Firqatun Najiyah adalah Al Ghuraba, yakni orang-orang yang terasing dengan kebaikan saat akhlak manusia telah rusak. Dan nama lain dari Ahlussunnah wal jamaah adalah Thaifah Manshurah (orang yang memiliki sifat-sifat seperti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya). Bagaimanakah ciri ciri Thaifah Manshurah? Ciri ciri mereka sebagaimana ciri yang melekat pada Ahlussunnah.
Tidak terasa, kita sudah menapaki season ke tiga dari Serial Aqidah Wasithiyah yang menjelaskan i’tiqad Ahlusunnah wal jamaah, di antaranya mendetailkan pengertian iman menurut para ulama (agar perselisihan pendapat hilang karenanya). Mempelajari ilmu agama termasuk cara menjemput hidayah Allah yang paling tepat. Dan dalam mempelajari agama, terdapat pengajaran tauhid. Tauhid adalah pemurnian ibadah hanya kepada Allah semata, tanpa menyekutukannya.
Akidah Islam atau Akidah Islamiah itu penting dalam kehidupan seorang insan. Aqidah yang benar merupakan landasan tegaknya agama dan kunci diterimanya amalan.
Sementara penyimpangan dari Aqidah yang benar adalah sumber petaka dan bencana. Oleh karena itu, peranan Aqidah Islamiyah sangatlah penting. Termasuk bagian dari Aqidah yaitu pembahasan seputar konsekuensi syahadat la ilaha illallah.
Di antara konsekuensi syahadat la ilaha illallah adalah adanya cinta dan loyalitas kepada orang-orang mukmin dan berlepas diri dari orang-orang kafir. Inilah prinsip hidup yang wajib dimiliki oleh seorang mukmin, yaitu al Wala wal Baro.
Sesungguhnya memberikan loyalitas kepada orang-orang yang menentang Allah atau mengorbankan agama demi mendapatkan dunia itu menunjukkan bahwasanya iman yang dia miliki adalah iman lemah.
Prinsip hidup tersebut merupakan bagian dari Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah. Pengertian Ahlussunnah wal Jamaah atau arti Ahlussunnah wal Jamaah adalah orang-orang yang keyakinannya sesuai dengan pemahaman Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan para sahabat -radhiyallahu ‘anhum-.
Di samping itu, al Wala wal Bara merupakan kunci sempurnanya tauhid. Sesungguhnya inti dakwah para nabi dan rasul adalah dakwah tauhid. Maka penting bagi kita untuk memprioritaskan tauhid dalam dakwah kita.
Terkait dengan cara mencintai Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, kita bisa mencintai Allah dan RasulNya -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dengan mengikuti tuntunan Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- sekaligus mendahulukan dan mengutamakan beliau -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dibanding siapa pun.
Itulah cara mencintai Allah dan RasulNya -shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang benar. Dengan demikian, kita wajib memiliki Aqidah Ahlussunnah waljamaah, yakni al Wala wal Baro. Sungguh, ini termasuk contoh prinsip hidup yang sangat agung dalam kehidupan kita.
Yuk, simak selengkapnya dalam video berikut ini!
Pengertian rukun wudhu adalah pokok wudhu yang tanpa adanya pokok ini, maka tidak bisa dikatakan pengertian wudhu. Fardhu merupakan hukum islam atau disebut juga hukum syara atau hukum syar’i. Penulis Nailur Roja syarak Kitab Safinatun Najah menjelaskan bahwa pembagian hukum Islam ada 7, yaitu fardhu, haram, mandub, makruh, mubah, sah, dan bathil. Makruh adalah yang diberi pahala jika ditinggalkan karena taat dan tidak diberi hukuman jika melakukan nya. Untuk definisi pembagian hukum syara yang lain bisa disimak dalam video Yufid Edu belajar ilmu fiqih dasar madzhab Syafi’i Kitab Safinah dengan syarh kitab Nailur Roja di atas.
Rukun wudhu ada 6. Yang pertama adalah niat wudhu. Pengertian niat adalah kesengajaan untuk melakukan sesuatu bergandengan dengan sesuatu yang hendak dilakukan tersebut. Arti niat wudhu adalah kesengajaan untuk melakukan wudhu berbarengan dengan pelaksanaan wudhu. Hakikat niat adalah buah ilmu. Tanpa ilmu maka tidak ada niat. Syarat sah niat disebutkan oleh penulis Nailur Roja, yaitu Islam, Tamyiz, mengetahui apa yang hendak diniatkan, tidak adanya hal-hal yang meniadakan niat, tidak mengaitkan pemutusan niat dengan sesuatu, tidak ada kebimbangan untuk menghentikan niat. Rukun wudhu yang kedua adalah membasuh wajah. Bagian mana saja yang termasuk wajah? Simak penjelasan Ustadz Aris Munandar selengkapnya dalam video Yufid Edu di atas.
Demikian, insyaAllah kita lanjutkan lagi fardhu wudhu dalam kitab Safinah pada video Yufid Edu berikutnya. Semoga bermanfaat, baarakallahu fiikum.