Category : Video

Masih melanjutkan belajar ilmu fiqih dasar madzhab Syafi’i terkait istinja dengan syarah kitab nailur Roja bersama ustadz Aris Munandar hafizhahullah di channel Yufid Edu. Sebelumnya telah dibahas hukum istinja, cara istinja, dan syarat batu istinja. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan pembahasan syarat istinja dengan batu (bersuci dengan batu, bersuci dengan tisu atau dengan benda kering yang suci lainnya).

Istijmar adalah istilah untuk istinja dengan batu. Dan maksud batu istinja adalah benda kering dengan beberapa syarat yang telah disebutkan dalam video sebelumnya. Ada 8 syarat sah intinja dengan batu (istijmar) yang dijelaskan oleh penulis Nailur roja. Diantaranya adalah dilakukan dengan 3 kali usapan (tidak boleh kurang), najis yang keluar belum mengering/mengeras, dan najis yang keluar tidak melebihi shofhah (untuk buang air besar) dan tidak melebihi hasyafah (untuk buang air kecil). Apa itu shofhah dan hasyafah? Simak jawaban nya dan juga kelanjutan dari video sebelumnya secara lengkap dalam video Fiqih Syafi’i Kitab Safinatun Najah 8 : Istijmar, Syarat & Cara Bersuci dengan Batu (Fiqih Thaharah).

Kita lanjutkan pembahasan Fiqih Syafi’i Kitab Safinatun Najah ini dalam video ke 9 dan insyaAllah kita akan masuk dalam bab Rukun Wudhu. Sudah tahu rukun wudhu ada berapa? Belum tahu? Simak video Yufid Edu selanjutnya ya. Semoga Allah Ta’ala jadikan kita agar bisa istiqomah menyimak kajian Kitab Safinatun Najah ini sampai akhir dan menjadikannya sebagai ilmu yang bermanfaat.

Baarakallahu fiikum

Masuk pembahasan inti belajar ilmu fiqih dasar mazhab syafie, yakni fiqih thaharah menggunakan Kitab Safinah dengan syarah Kitab Nailur Roja. Pembahasan pertama dalam Kitab Safinatun Najah adalah tanda tanda baligh dalam Islam termasuk juga terkait maksud akil baligh / mukallaf beserta syarat mukallaf / akil baligh perempuan. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan istinja, yang meliputi apa yang dimaksud istinja, cara istinja, dan hukum istinja.

Tanda tabda baligh dalam Islam yang disebutkan dalam Kitab Safinah ada tiga, yaitu genap berusia 15 tahun, mimpi basah pada usia minimal 9 tahun, dan haid bagi wanita pada usia minimal 9 tahun. Konsekuensi baligh dalam Islam adalah dibebankannya aturan syariat kepadanya dengan syarat berakal (tidak gila). Maka yang di maksud mukallaf adalah orang yang telah memenuhi syarat dibebankannya aturan syariat. Adapun syarat mukallaf adalah baligh dan berakal. Istilah lain mukallaf adalah aqil baligh.

Pengertian istinja adalah menghilangkan sesuatu yang keluar dari kemaluan berupa najis yang kotor menggunakan air atau batu. Penulis Nailur Roja menjelaskan bahwa hukum istinja ada 5, yaitu :
[1] Wajib, untuk membersihkan dan menghilangkan semua najis yang mengotori
[2] Dianjurkan, apabila yang keluar dari kemaluan adalah sesuatu yang kering sehingga tidak mengotori
[3] Makruh, apabila yang keluar adalah angin (kentut)
[4] Mubah, apabila yang keluar adalah keringat
[5] Haram, apabila istinja menggunakan alat yang terlarang (mislanya istinja menggunakan benda najis)

Demikian, insyaAllah akan kita lanjutkan lagi belajar ilmu fiqih dasar Mazhab Syafie Kitab Safinatun Najah dalam video Yufid Edu selanjutnya. Semoga Allah Ta’ala jadikan kita agar bisa istiqomah menyimak kajian Kitab Safinatun Najah ini sampai akhir dan menjadikannya sebagai ilmu yang bermanfaat.

Baarakallahu fiikum

Makna Iman kepada Kitab Allah, pengertian iman kepada Rasul Allah, dan pengertian iman kepada malaikat Allah tidak hanya sebatas percaya dengan keberadaan mereka. InsyaAllah dalam video kajian ilmu fiqih madzhab Syafi’i dengan syarah kitab Nailur Roja akan dibahas oleh Ustadz Aris Munandar hafizhahullah. Simak video nya sampai akhir karena ada banyak catatan berkaitan dengan pandangan penulis Nailur Roja yang terpengaruh aqidah Asy’ariyah yang dalam beberapa hal bertentangan dengan aqidah ahlus sunnah wal jamaah.

Penting untuk mengetahui makna iman kepada malaikat agar kita bisa mengambil hikmah iman kepada malaikat Allah. Jumlah malaikat ada banyak dan hanya Allah yang mengetahui jumlahnya. Penulis Nailur Roja menyampaikan bahwa ada nama nama malaikat yang wajib kita imani secara detail. Beliau menyebutkan ada 10 nama malaikat yang wajib kita imani. Berikut 10 nama malaikat dan tugasnya : Jibril (menyampaikan wahyu), Mikail (mengatur hujan), Israfil (meniup sangkakala), Izrail (pencabut nyawa), Munkar & Nakir (menanyai mayit di alam kubur), Raqib & Atid (mencatat amal kebaikan dan keburukan), Ridwan (menjaga surga), Malik (menjaga neraka). Terkait nama malaikat pencabut nyawa, maka yang lebbih tepat adalah malaikat maut karena riwayat tentang nama Izrail tidak ditemukan dalam Al Quran maupun Hadits Nabi yang derajatnya kuat.

Terkait iman kepada Rasul Allah, penulis Nailur Roja menyampaikan ada 25 Rasul yang wajib diimani secara detil. Adapun jumlah Nabi ada 240 ribu dan jumlah Rasul ada 315 berdasarkan hadits riwayat Ibnu Hibban (namun hadits ini diperselisihkan apakah Hasan ataukah Dhoif). Dari 25 rasul ini, yang kedudukannya paling mulia adalah rasul ulul azmi. Makna dari rasul ulul azmi adalah para rasul yang mendapatkan cobaan paling berat dibandingkan rasul lainnya sehingga paling besar sabarnya. Ada 5 rasul ulul azmi yaitu Muhammad ﷺ, Ibrahim, Musa, Isa, dan Nuh (urutan ini sesuai dengan tingkat kemuliaan mereka sehingga rasul ulul azmi yang paling mulia adalah Nabi Muhammad ﷺ)

Demikian, insyaAllah akan kita lanjutkan lagi belajar ilmu fiqih dasar madzhab Syafi’i Kitab Safinatun Najah dalam video Yufid Edu selanjutnya. Semoga Allah Ta’ala jadikan kita agar bisa istiqomah menyimak kajian Kitab Safinatun Najah ini sampai akhir dan menjadikannya sebagai ilmu yang bermanfaat.

Baarakallahu fiikum

Kembali kita belajar ilmu fiqih dasar madzhab Syafi’i Kitab Safinah dengan syarah Kitab Nailur Roja. Pada video Yufid Edu kali ini masuk pembahasan makna rukun Iman, yakni makna Iman kepada Allah. Rukun iman ada 6, dan yang pertama adalah iman kepada Allah. Sebelum masuk ke pembahasan hakikat iman kepada Allah, masih ada lanjutan pembahasan rukun islam ke 4 dan ke 5. Juga ada catatan penting sebagai koreksi pembahasan sebelumnya terkait makna sholat. Penjelasan lengkapnya bisa Anda simak dalam video Yufid Edu ini.

Perlu diketahui bahwa penulis Nailur Roja beraqidah Asy’ariyyah sehingga ada beberapa hal yang perlu diluruskan dalam pembahasan makna Iman kepada Allah sesuai aqidah ahlussunnah wal jamaah kaitannya dengan definisi iman / pengertian iman kepada Allah. Penulis menjelaskan bahwa makna iman secara bahasa adalah percaya, sedangkan makna iman secara syariat adalah kepedulian dan ketundukan hati terhadap hal-hal yang secara pasti diketahui sebagai bagian dari ajaran Nabi Muhammad ﷺ. Makna iman seperti ini tidak tepat. Hakikat iman yang sesuai aqidah ahlussunnah wal jamaah mencakup 3 hal, yakni keyakinan hati, ikrar lisan dan amalan anggota badan. Iman bertambah dengan sebab ketaatan kepada Allah Ta’ala dan berkurang dengan sebab ketaatan kepada ajakan dan bisikan syaitan.

Selanjutnya penulis Nailur Roja menjelaskan pengertian iman kepada Allah, yakni
[1] mengimani bahwa Allah itu ada,
[2] mengimani ke-Esa-an Allah pada Dzat, Sifat, dan Perbuatan Nya serta tidak ada yang serupa dengan Nya (pada poin ini terkandung tauhid Rububiyyah dan Asma wa Sifat -pent)
[3] mengimani bahwa hanya Allah lah yang berhak untuk diibadahi (pada poin ini terkandung tauhid Uluhiyyah)
[4] mengimani adanya 20 sifat wajib Allah, 20 sifat mustahil bagi Allah, dan sifat jaiz bagi Allah

Dari 4 poin pengertian iman kepada Allah di atas, poin yang ke empat tidak sesuai dengan Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah. Bagaimana aqidah ahlussunnah wal jamaah dalam mengimani asma wa sifat Allah Ta’ala? Yaitu mengimani semua sifat-sifat yang Allah tetapkan untuk diri Nya dalam Al Quran dan yang telah dikabarkan oleh Rasul Nya dalam hadits-hadits nya. Pembagian asma wa sifat menjadi 20 sifat wajib Allah, 20 sifat mustahil bagi Allah, dan sifat jaiz bagi Allah, ini patokannya adalah AKAL manusia sebagaimana beliau terangkan sendiri dalam Kitab Nailur Roja. Tentunya hal ini tidak tepat. Perkara asma wa sifat adalah perkara ghaib sehingga patokan nya adalah mengikuti dalil dari Al Quran dan As Sunnah.

Demikian, insyaAllah akan kita lanjutkan lagi belajar ilmu fiqih dasar Mazhab Syafie Kitab Safinatun Najah dalam video Yufid Edu selanjutnya. Semoga Allah Ta’ala jadikan kita agar bisa istiqomah menyimak kajian Kitab Safinatun Najah ini sampai akhir dan menjadikannya sebagai ilmu yang bermanfaat.

Baarakallahu fiikum

Kembali kita lanjutkan video Yufid Edu belajar ilmu fiqih dasar madzhab Syafi’i bersama Ustadz Aris Munandar hafizhahullah, dari Kitab Safinah dengan syarah Kitab Nailur Roja. Video Yufid Edu kali ini masuk dalam pembahasan Rukun Islam, termasuk makna rukun Islam dan penjelasannya dari segi makna bahasa hingga makna secara istilah syar’i. Disebutkan dalam hadits rukun Islam bahwa rukun islam ada 5, yaitu syahadat, sholat, Zakat, Puasa Ramadhan, dan Haji. Rasulullah ﷺ bersabda:

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، وَ إِقَامِ الصَّلَاةِ ، وَ إِيْتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَ حَجِّ الْبَيْتِ ، وَ صَوْمِ رَمَضَانَ .رواه البخاري و مسلم

“Islam dibangun di atas lima:
(1) persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah,
(2) mendirikan shalat,
(3) menunaikan zakat,
(4) naik haji, dan
(5) puasa Ramadhan.”

(HR Bukhari dan Muslim)

Penulis Nailur Roja memulai dengan menjelaskan pengertian rukun Islam dan makna rukun Islam. Arti rukun secara bahasa adalah sesuatu yang pokok. Arti rukun secara istilah adalah bagian pokok dari hakikat sesuatu. Sesuatu tersebut tidak akan ada tanpa adanya rukun-rukun nya. Sedangkan Islam artinya kepatuhan terhadap hukum-hukum syar’i beserta permasalahan batin, i’tiqad (keyakinan), dan aqidah. Dengan demikian, pengertian rukun Islam adalah bagian bagian yang tidak akan terwujud hakikat Islam (hakikat agama Islam) kecuali dengan adanya rukun rukun tersebut. Seseorang tidak sah keislamannya kecuali dengan 5 syarat, yakni berakal, baligh, tidak ada paksaan (atas kemauan sendiri), mengucapkan kalimat syahadatain, dan secara berurutan dalam mengucapkan kalimat syahadatain (pertama bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, kemudian bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah). Adapun orang yang lahir dari orang tua yang muslim maka tidak disyaratkan untuk mengucapkan syahadatain. Penulis Nailur Roja kemudian menjelaskan makna syahadat, yakni sebatas yakin dan meyakini. Makna syahadat ini bertentangan dengan penjelasan beliau dalam syarat sah nya keislaman seseorang. Bisa jadi hal ini karena pengaruh aqidah Asy’ariyah yang menyatakan bahwa Iman itu sekedar yakin dan percaya. Adapun Iman menurut ahlussunnah wal jamaah mencakup 3 unsur keimanan, yakni mengikrarkan dengan lisan, meyakini dengan hati, dan mengamalkan dengan anggota badan.

Lanjut ke makna rukun Islam ke 2, yakni menegakkan sholat. Arti shalat secara bahasa adalah doa (akan tetapi hal ini bertentangan dengan keterangan beliau dalam muqaddimah). Adapun penjelasan beliau terkait menegakkan sholat adalah senantiasa dan terus menerus mengerjakan sholat dengan semua rukun dan syarat nya. Kemudian makna rukun Islam ke 3, yakni membayar Zakat. Arti zakat adalah sesuatu yang dikeluarkan dari badan/harta dengan tata cara tertentu. Adapun makna rukun Islam ke 3 menurut beliau adalah memberikan zakat kepada orang-orang yang berhak mendapatkan zakat yang ada selama memungkinkan untuk memberikannya.

Demikian, insyaAllah kita lanjutkan belajar Ilmu Fiqih Dasar Kitab Safinatun Najah pada video Yufid Edu berikutnya terkait makna rukun Islam dan penjelasannya. Semoga Allah Ta’ala jadikan kita agar bisa istiqomah menyimak kajian Kitab Safinatun Najah ini sampai akhir dan menjadikannya sebagai ilmu yang bermanfaat.

Baarakallahu fiikum

Alhamdulillah, masih di video Yufid Edu, belajar ilmu fiqih dasar madzhab Syafi’i, Fiqih Syafi’i Kitab Safinah. Sebelumnya penulis kitab Nailur Roja (syarah kitab safinatun Najah) sudah menjelaskan tentang arti shalawat Nabi ﷺ. Selanjutnya, penulis Kitab Safinatun Najah melanjutkan shalawat Nabi ﷺ dengan mendoakan keluarga Nabi dan semua para sahabat Nabi Muhammad ﷺ. Keluarga Nabi Muhammad ﷺ atau biasa disebut sebagai ahlul bait / ahlul bayt, ternyata tidak hanya keturunan beliau saja. Siapa ahlul bait menurut para Ulama Ahlussunnah wal jamaah? Apakah semua orang yang bergelar Habib itu merupakan ahlul bait? Untuk mengetahui siapa ahlul bait yang benar, simak penjelasan berikut dan selengkapnya dalam video Yufid Edu ini.

Ada 4 kelompok yang termasuk dalam ahlul bait Nabi Muhammad ﷺ, yaitu :
[1] Keturunan Nabi ﷺ, baik dari jalur Fathimah maupun Hasan dan Husein radhiallahu ‘anhum
[2] Istri-istri Nabi ﷺ, semua ummul mukminin adalah ahlul bait Nabi ﷺ. Hal ini juga menjadi salah satu bukti penyimpangan kaum Syiah Rafidhah yang mengaku cinta ahlul bait, namun mencela para istri Nabi ﷺ
[3] Kaum mukminin dari Bani Hasyim secara umum, karena Nabi ﷺ keturunan dari Bani Hasyim
[4] Kaum mukminin dari Bani Al Muththalib, yakni saudara dari Bani Hasyim. Perlu diketahui juga bahwa Al Imam Asy Syafi’i adalah keturunan Bani Al Muththalib sehingga beliau termasuk ahlul bayt.

Setelah menjelaskan siapa ahlul bait Nabi ﷺ, penulis Nailur Roja menjelaskan siapa sahabat Rasulullah ﷺ. Ada beberapa syarat seseorang disebut sebagai Sahabat Nabi ﷺ , yaitu :
[1] berkumpul dengan Nabi ﷺ tapi tidak disyaratkan harus melihat beliau ﷺ
[2] bertemu dengan Nabi ﷺ dalam keadaan beriman
[3] bertemu dengan Nabi ﷺ di muka bumi
[4] bertemu Nabi ﷺ ketika beliau masih hidup serta telah diangkat menjadi Nabi ﷺ Para sahabat Nabi ﷺ adalah orang-orang yang mulia. Dalam sebuah hadits, dikabarkan tentang 10 sahabat nabi yang dijamin masuk surga, diantaranya adalah Abu Bakr, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Perlu diketahui bahwa sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang dijamin masuk surga tidak hanya 10 sahabat Nabi tersebut. Dari 10 sahabat Nabi yang dijamin masuk surga tersebut, jumhur ulama sepakat bahwa 4 Khulafaur Rasyidin merupakan sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang paling mulia. Dari 4 khalifah Rasyidin ini, siapa yang paling mulia? Jawaban nya bisa Anda simak dalam video Yufid Edu ini, termasuk urutan tingkat kemulian 4 khalifah ini.

Pembahasan terakhir dalam video Yufid Edu ini adalah aqidah Ahlussunnah wal jamaah terkait Sifat Allah ‘azza wa jalla. Dijelaskan juga penyimpangan Mu’tazilah dalam Sifat Allah Ta’ala. Alhamdulillah, Berakhir sudah penjelasan Muqaddimah Kitab Safinatun Najah dan insyaAllah akan kita lanjutkan pembahasan inti kitab Safinatun Najah pada video Yufid Edu berikutnya. Semoga Allah Ta’ala jadikan kita agar bisa istiqomah menyimak kajian Kitab Safinatun Najah ini sampai akhir dan menjadikannya sebagai ilmu yang bermanfaat.

Baarakallahu fiikum

Alhamdulillah, kembali video Yufid Edu kedua kajian Kitab Safinah (belajar ilmu fiqih dasar madzhab syafi’i) melanjutkan pembahasan sebelumnya terkait hamdalah, yakni makna Alhamdulillah oleh penulis Nailur Roja. Dalam video Yufid Edu ini, dijelaskan beberapa bahasan penting seperti rukun alhamdu, arti alamin, sholawat, arti sayyidina, hingga hakikat agama Islam.

Sebelumnya telah dijelaskan beberapa makna Alhamdu dalam lafadz hamdalah. Selanjutnya, penulis Nailur Roja menjelaskan rukun Alhamdu dan 4 macam pujian (alhamdu), yakni pujian Allah kepada diriNya, pujian Allah kepada makhluk yang pantas mendapatkan pujianNya, pujian makhluk kepada Allah, dan pujian makhluk kepada makhluk yang lain. Contoh dari 4 macam pujian tersebut bisa Anda simak dalam video Yufid Edu ini. Kemudian arti alamin, (wallahu a’lam) yang lebih tepat adalah semua makhluk Allah yang berkelompok, seperti manusia, jin, malaikat, hewan, tumbuhan, dll. Dengan demikian, maksud alhamdulillah robbil alamin adalah sanjungan dengan lisan yang ditujukan kepada suatu hal yang baik dan ikhtiari dalam rangka memuliakan Allah Ta’ala.

Kemudian penulis Kitab Safinatun Najah melanjutkan dengan shalawat Nabi Muhammad ﷺ, Nabi terakhir, penutup para Nabi alaihim as-salam. Sebelum menjelaskan arti shalawat Nabi ﷺ, penulis Nailur Roja menjelaskan ciri ciri Nabi secara umum, diantaranya :

[1] Manusia, sehingga tidak ada Nabi dari kalangan Jin
[2] Merdeka, sehingga tidak ada Nabi yang seorang budak
[3] Laki-laki, sehingga tidak ada Nabi yang perempuan
[4] Saliim, yakni memiliki fisik yang normal dan baik
[5] Nasab nya mulia, yakni berasal dari keluarga yang terhormat
[6] Menerima wahyu berupa syariat, hanya saja tidak diberi kewajiban untuk menyebarkannya.

Masih ada beberapa bahasan lagi yang dijelaskan dalam video Yufid Edu ini, termasuk terkait arti shalawat, arti sayyidina, arti Muhammad dan beberapa bahasan penting lainnya yang sangat sayang untuk dilewatkan. Simak video Yufid Edu ini sampai akhir dan insyaAllah masih akan dilanjutkan dengan video berikutnya. Semoga Allah Ta’ala jadikan kita agar bisa menyimak kajian Kitab Safinatun Najah ini sampai akhir.

Baarakallahu fiikum

Kitab Safinatun Najah adalah sebuah kitab ILMU FIQIH DASAR Madzhab Syafi’i yang sudah terkenal dan dipakai di banyak Pondok Pesantren seluruh Nusantara. Pengarang kitab Safinatun Najah adalah Syaikh Salim bin Samir Al-Hadrami. Kitab Safinatun Najah ( Kitab Safinah ) ini adalah kitab dasar untuk memahami fiqih ibadah dalam Madzhab Syafi’i. Dalam belajar ilmu fiqih Syafi’i ini, syarah Kitab Safinatun Najah yang dipakai Ustadz Aris Munandar hafizhahullah adalah Kitab Nailur Roja karya Syaikh Ahmad ibn Umar Asy Syatiri rahimahullah. InsyaAllah Kitab ini sangat cocok dipelajari bagi kaum muslimin yang ingin belajar ilmu fiqih dasar madzhab Syafi’i. Apalagi dengan syarah Safinatun Najah menggunakan Kitab Nailur Roja yang memberikan penjelasan rinci dan sistematis sehingga memudahkan Anda dalam memahaminya. Bagian depan Kitab Safinatun Najah adalah Muqadimah yang dilanjutkan dengan pembahasan Aqidah secara umum, yakni tentang Rukun Iman dan Rukun Islam. Sedangkan bagian belakang dari Kitab Safinatun Najah berupa pemhabasan Fiqih Ibadah (fiqih thaharah, fiqih shalat, fiqih puasa / fiqih ramadhan, fiqih zakat, fiqih haji dan umroh).

Dalam video perdana ini, pembahasan dimulai dari Muqaddimah. Meskipun “hanya” muqaddimah, tapi insyaAllah banyak faidah ilmu yang bisa Anda peroleh. Penulis Kitab Safinatun Najah memulai kitabnya dengan lafadz basmalah, “bismillahirrohmaanirrohiim” (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ). Kemudian penulis Kitab Nailur Roja memberikan penjelasan mengenai makna tiap-tiap kata dalam lafadz basmalah tersebut. Mulai dari lafadz BA (بِ), kemudian ism (اسم), kemudian lafdzul jalaalah Allah (اللهِ) dan seterusnya. Penasaran untuk mengetahui makna yang terkandung dalam tiap lafadz tadi? Apa faidah dari memulai sebuah kitab dengan lafadz basmalah? Simak “video” Fiqih Syafi’i Kitab Safinatun Najah episode 1 di Channel Yufid Edu ini sampai selesai.

Selanjutnya, Penulis Kitab Nailur Roja menjelaskan beberapa hukum membaca basmalah. Ada 5 hukum membaca basmalah, mulai dari wajib hingga haram tergantung kondisi dan tujuan membaca basmalah tersebut. Simak penjelasan Ustadz Aris Munandar hafizhahullah secara lengkap dalam Kajian perdana Fiqih Syafi’i Kitab Safinatun Najah dengan Syarah Kitab Nailur Roja. Simak kelanjutan pembahasan Ilmu fiqih dasar Mazhab Syafie dalam video berikutnya. Semoga Allah jadikan kita agar bisa istiqamah menyimak sampai akhir. Baarakallahu fiikum

Rukun iman ada 6. Di antara urutan rukun iman adalah iman kepada Allah. Lantas, apa bukti adanya Allah?

Temukan jawaban selengkapnya dalam video menarik berikut ini..

Rukun iman dan rukun Islam termasuk 3 tingkatan yang tercakup dalam agama Islam. Rukun iman ada 6. Di antara 6 rukun iman adalah iman kepada Allah.

Iman kepada Allah merupakan urutan rukun iman yang pertama. Rukun ini sangat penting kedudukannya dalam Islam sehingga wajib bagi kita untuk mengilmuinya supaya membuahkan aqidah yang benar pula tentang Allah ta’ala.

Iman kepada Allah merupakan asas dan pokok dari keimanan. Pengertian iman kepada Allah atau makna iman kepada Allah adalah keyakinan yang pasti bahwa Allah adalah Tuhan dan pemilik segala sesuatu.

Dalil iman kepada Allah dapat kita temukan dalam surat al-Hajj ayat 62. Di samping itu, kita dapat mengetahui fungsi iman kepada Allah sekaligus hikmah iman kepada Allah melalui makalah iman kepada Allah.

Perlu diketahui bahwasanya keyakinan yang benar adalah keyakinan Ahlus Sunnah wal Jamaah karena sesuai dengan pemahaman Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan para sahabat -radhiyallahu ‘anhum-.

Di antara keyakinannya adalah meyakini bahwa iman bertambah dan berkurang. Iman itu bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.

Keyakinan Ahlus Sunnah wal Jamaah lainnya adalah meyakini bahwa hanya Allah-lah yang mengetahui hal yang ghaib dan ini termasuk sifat Allah ta’ala yang paling khusus. Inilah maksud iman kepada yang ghaib.

Jangan sampai kita melakukan perkara yang membatalkan iman sehingga terjadi penyimpangan Aqidah. Permasalahan iman yang berujung penyimpangan Aqidah ini dilakukan oleh aliran Murjiah dan Aqidah mereka termasuk Aqidah sesat.

Yuk, simak selengkapnya dalam video berikut ini!

1 246 247 248 249 250 334