Hikmah beriman kepada Rasul Rasul Allah atau yang dikenal dengan marifatul Rasul coba diungkap pemateri dalam episode ke 11 ini. Cakupannya antara lain iman kepada Rasul Allah dari yang pertama hingga yang terakhir (Nuh alaihissalam hingga Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam). Dan pada bab ini, kita diajak untuk memahami ittiba yang benar. Ittiba adalah sikap meneladani Rasulullah dari segala sisi (keyakinan, perkataan, dan perbuatan).
Apa yang Anda ketahui tentang syarat diterimanya ibadah? Para ulama ada yang membaginya menjadi 2 dan sebagiannya membaginya menjadi 3 dan sama sekali tidak bertentangan. Iman kepada Rasul Rasul Allah dan tidak membeda-bedakannya termasuk pokok pokok keyakinan Ahlussunnah wal Jamaah. Setelah mantap dengan bahasan ini, beralih kepada konsekuensi syahadat dan sedikit pertanyaan tentang rukun syahadat ada berapa? Yuk cari tahu lebih lanjut!
Makna ikhlas dalam hidup saat meneladani Rasulullah TAMPAK dengan cara meneladani Rasulullah dalam segala keadaan. Hakikat ibadah yang benar ialah yang sesuai dengan sunnah meski ia sedikit jumlahnya. Sedangkan amal banyak tapi di atas bidah maka ia tidak diterima. Inilah makna ibadah yang semestinya dimaklumi. Bidah adalah perusak Islam dari dalam. Contoh bidah yang paling kentara ialah seseorang menambah-nambahi amalan yang tidak ada contohnya. Misal: Melafadzkan shalawat sebelum takbiratul ihram saat shalat Fardhu.
Rukun Islam 5 perkara, salah satunya shalat 5 waktu, yang mana memegang nominasi sebagai amal yang utama. Dan puasa Ramadhan yang keutamaannya begitu besar, zakat sebagai pensuci jiwa. Yang special nih … ada zakat fitrah (lebih tepatnya disebut zakat fitri) dan pemateri tutup deengan bahasan keutamaan kalimat tauhid laa ilaaha illallah artinya tidak ada sesembahan yang haq untuk diibadahi melainkan Allah. Dan dilanjut dengan bahasan 6 rukun Iman serta pemantap bahasan; mutabaah.
Berlindung kepada Allah Azza wa Jalla atau yang disebut dengan istia’dzah yang dikenal yakni ucapan Audzubillahiminassyaithanirrajiim. Istiadzah adalah memohon perlindungan kepada Allah dari segala sesuatu yang membahayakan. Beda halnya dengan istighosah. Istighosah adalah meminta kepada Allah dalam keadaan genting dan sangat mendesak akan sesuatu. Demikianlah makna secara bahasa.
Sedikit pemateri ulas hikmah perang Badar dalam kajian kita. Lalu beralih kepada tafsir inna sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati (ini yang dimaksud dengan inna sholati tulisan Arab versi pencari artikel) dan memasuki bab yang penting; pengertian syirik dan contohnya. Dipaparkan lebih lanjut hadits tentang ikhlas dan contoh tauhid rububiyah untuk lebih mendekatkan pemahaman.
Memasuki bab setelahnya, ada bab Nazar Islam (Nazar dalam Islam). Bagaimanakah cara bernazar dan larangan dari menyembelih untuk selain Allah. Penting untuk disimak … mengetahui tanda tanda hari Kiamat untuk memantapkan iman kita. Dan ketahuilah wahai saudara/iku adanya hal hal yang membatalkan keislaman –yang semestinya tidak diremehkan–
Memurajaah kembali rukun Islam dan rukun Iman, berikut mengenal istilah mukmin, muslim, muhsin. Mukmin adalah orang yang beriman, sedang muslim adalah orang yang berislam. Dan sedikit kritikan bagi yang hanya berkutat pada makna Islam artinya menyerah semata dan tanpa mengaitkan dengan makna yang lebih dalam. Makna Islam dalam Al Quran disebutkan secara teratur. Dan menjadikan seseorang lebih bersyukur atas keislamannya.
Allah itu Satu … Qul huwallahu Ahad, suatu dakwah yang menyeru kepada kebenaran dan menentang bahaya syirik baik yang nampak maupun tersembunyi. Syahadat tauhid dan artinya tak luput dari pembahasan dan mendetailkan rukun Islam 5 perkara lengkap dengan dalilnya. Secara umum video ini membahas istiadzah, istighasah, dakwah tauhid dan melarang kesyirikan, hari kiamat, makna Islam dan iman, nazar, larangan menyembelih untuk selain Allah dan memaknai syahadatain. Barakallahu fikum.
Apa itu khauf ? Khouf adalah rasa rakut yang disertai pengetahuan terhadap sesuatu yang ditakuti karena keagungan-Nya, demikian pengertian khouf yang kita kenal. Rasa takut dalam Islam termasuk penyeimbang dalam beramal, sebab seorang muslim membutuhkan khouf, roja’, dan Hubb –ketiganya saling beriringan. Masih dalam kitab yang sama; Hushulul Ma’mul fi Syarhi Tsalatsatil Ushul yang disampaikan oleh Ustadz Aris Munandar hafizahullah.
Dalam bahasan kali ini sedikit disinggung tentang macam macam mazhab dan perkembangannya. Mazhab adalah jalan yang dilalui seseorang untuk menempuh sesuatu. Bahasa sederhananya ialah mazhab ialah guru bagi seseorang. Dan di sini pemateri menyebutkan dua kitab Ahaditsul Ahkam yang terkenal dalam Mazhab Hambali dan satu lagi dari buku fiqih Imam Syafii (yang terkenal dalam mazhab Syafiiyah) yakni Bulughul Maram. Lalu, pemateri menguraikan selayang pandang terkait dua kitab tersebut.
Dan sesudahnya, sedikit pemateri singgung tentang sejarah suku Quraisy dari sisi sosial dan keagamaannya. Dalam bab ini kita mengenal … betapa ISLAM telah menyelamatkan mereka dari ketergelinciran yang sangat dalam. Dan materi selanjutnya; beralih kepada pembahasan kehidupan di Neraka; mengetahui bahan bakar Neraka dan seberapa banyak laki laki penghuni Neraka. Juga, diungkap hadits tentang penghuni Neraka. Sangat klop pembahasannya, saat pemateri menyuguhkan pengertian muraqabah dan dalilnya, dalam rangka mengerem tindak buruk seorang hamba dalam kehidupannya.
Lawan dari muslim adalah kafir. Kafir adalah orang-orang yang tidak mau beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, jika tidak mau disebut kafir, maka hendaknya bagi seseorang untuk masuk Islam. Jadi istilah kafir bukan suatu ajang penistaan bagi seseorang. Ia ada terkait hukum syariat, sebagaimana Allah sebutkan, “Qul yaa Ayyuhal Kaafirun, dst…”
Makin khusyu pembahasannya, saat menginjak Raghbah. Raghbah artinya harapan yang khusus. Masuk di sini Rahbah, yang tentunya beda definisinya. Tawakal pun disebutkan untuk melengkapi pembahasan (disebutkannya contoh tawakal, manfaat tawakal untuk memudahkan pemahaman). Setelah tawakal … ada yang namanya inabah. inabah adalah kembali kepada Allh, erat kaitannya dengan munib. Dan terkait dengan taubat. Hikmah taubat yang nyata ialah seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dan di akhir bahasan, pemateri sebutkan hadits, “Ihfadzillah ihfadzka (Jagalah Allah maka ALLAH akan menjagamu), dst.”
Macam macam tauhid yang kita kenal ada tiga yakni tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah dan tauhid asma wa shifat (yang membahas nama dan sifat sifat Allah). Inilah video yang menggugah hati seputar BERSUMPAH DALAM ISLAM. Padanya dibahaspula hukum melanggar janji kepada Alah dan sumpah demi Allah tapi bohong sebagaimana banyak dipraktekkan anak muda jaman sekarang. Oleh karena itu, waspadalah dari sering mengucap, ” Demi Allah. ”
Pembagian tauhid menjadi tiga bukan tanpa maksud, sebab hal itu terjadi berdasarkan hasil olah penelitian dari para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah. Pertanyaan tauhid akan sangat berguna di alam barzah, sudahkah Anda mempersiapkannya sedari sekarang? Makna tauhid selayaknya diwujudkan oleh seseorang dalam seluruh gerak geriknya, bicara dan diamnya … Inilah pemaparan arti syahadat yang sebenarnya berikut contoh tauhid dalam keseharian seseorang. Pun, dipaparkan pula ayat AlQuran tentang kebohongan.
Apa itu tauhid? Tauhid adalah dakwah para Nabi dan Rasul, hal yang demikian bisa Anda simak dalam hadits tentang tauhid. Urgensi tauhid sedemikian besarnya, sebab ia bukan perkara remeh. Makna kalimat tauhid bukan sekedar simbol pada bendera, melainkan lebih luas daripada itu. Inilah mengapa Anda harus menyimak ceramah tentang pentingnya tauhid. Agar nantinya Anda mengetahui penyimpangan tauhid yang dilakukan sebagian bani Adam di muka bumi. Di antara syirik yang terjadi ialah pada sumpah atas nama Allah. Setelah jauh kita membahas, jangan sampai Anda masih bingung, apa itu syirik ? Apakah sama antara syirik jali dan syirik akbar ? Ada yang mau ngejawab di kolom komentar?
Musyrik adalah laqab bagi pelaku kesyirikan. Syirik artinya menyekutukan Allah dengan selainnya dalam hal-hal yang khusus bagi Allah. Syirik bukan dosa biasa, ia termasuk dosa paling besar, oleh karena itu berlindung hanya kepada Allah ialah pilihan tepat!
Pada kajian kali ini pemateri banyak menyajikan contoh syirik akbar, contoh syirik asghar … bahwa kedua-duanya sama bahaya. Bahaya syirik terungkap dalam dalil tentang syirik, sebab ia bisa menghancurkan seluruh amalan. Beralih kepada maksiat, contoh perbuatan maksiat yang paling utama ialah kesyirikan. Cara menghindari perbuatan syirik dengan cara mempelajari ilmu tauhid dari waktu ke waktu. Dengannya seseorang akan mengetahui akibat perbuatan syirik apabila dilakukan.
Bahasan lain dalam bab ini yaitu khauf. Khouf adalah merasa takut dengan disertai ilmu. Hal ini serupa dengan khasyah. Itulah pengertian khouf secara umum. Seorang yang bertauhid menggabungkan tiga hal ini dalam beribadah; ia miliki cinta Allah, khouf, dan roja’. Ketiganya dipermisalkan dengan burung yang mempunyai kepala dan dua sayap. Rasa takut dalam Islam menempati posisi yang mulia; takut kepada Allah bukan celaan, melainkan keutamaan yang didapatkan oleh seseorang.
Ketiganya akan memudahkan seseorang untuk ikhlas dalam beribadah, yang mana bukti cinta kepada Allah dilakukan dengannya (ikhlas dan mutabaah). Selain takut dan harap, dibahaspula di sini contoh tawakal yang benar dan manfaat tawakal plus dalil tentang tawakal. Mari benahi tauhid kita dengan memposisikan khauf, raja’ dan cinta sesuai tuntunan syariat, bukan berlebihan dan tidak menguranginya.
Mengenal Allah bagaimana caranya? Ada yang tahu? Alhamdulillah wa shalatu wa salam ‘ala Rasulillah wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in, Amma Ba’du: Cara mengenal Allah yang baik dan benar telah dijelaskan dalam syariat dan seorang muslim yang baik ialah yang mampu menerima syariat tersebut lalu meyakini dan mengamalkannya. Siapa Allah? Dia lah Rabb sesembahan sekalian alam (manusia, jin, dan makhluk2Nya yang lain). Para ulama telah membuat bab dalam rangka memudahkan pemahaman para thalibil ilmi yakni dengan membuat permisalan terkait cara mengenal Allah lewat akal, sebagaimana yang dilakukan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah dalam kitab Al Qawaidul Mutsla.
Disebutkan dalam bahasan ini; dalil mengenal Allah yaitu Alhamdulillahirrabbil ‘alamin, lalu pemateri menyempurnakan faidah dengan mengutip tafsir Alfatihah dari Imam Ibu Katsir rahimahullah. Alam semesta ciptaan Allah … semuanya, bahkan di sini disebutkan definisi alam versi syariat. Mau tahu? Cara mengenal Allah lebih dekat dengan melalui dua cara; melalui ayat syar’iyah dan ayat kauniyah. Ayat kauniyah adalah mengenal Allah melalui hasil ciptaan-Nya; gunung, langit, bumi, laut, matahari, dsb. Sedangkan ayat syar’iyah yaitu mengenal Allah melalui tadabbur terhadap AlQuran dan sunnah-sunnah Nabawiyah. Itulah cara mengenal Allah dalam Islam yang dikenal.
Cara mengenal Allah melalui alam semesta biasa disebutkan dengan istilah melihat dengan ayat kauniyah pada sebagian contoh tauhid rububiyah yang tertuang dalam kajian Hushulul Ma’mul Fi Syarhi Tsalasatil Ushul bersama Ustadz Aris Munandar hafizahullah. Bahasan ini mengantarkan kepada kunci menuju makrifat yang sesungguhnya; yaitu seseorang semakin lebih dekat kepada Rabb-Nya. Oleh karena itu, belajar tauhid itu penting; mulai dari mempelajari pengertian tauhid; pertanyaan tentang tauhid (metode tanya jawab seperti ini sering dipakai oleh para ulama dalam mendekatkan pemahaman baik dalam ceramah maupun dalam karya tulis mereka); mengenal macam macam tauhid, guna memudahkan seseorang menangkap suatu hikmah yang terkandung dalam pensyariatan terhadap sesuatu. Hal ini bisa terlihat dengan cara melihat contoh taat kepada Allah; shalat, puasa, dan pelaksanaan syariat lainnya.
Kajian terus berlanjut dan pembahasan makin menarik untuk selalu dikaji, itulah ilmu, manisnya seakan ingin dituang dalam sekali tegukan. Namun, para salaf mengingatkan agar kita mengambil ilmu seiring perjalanan malam dan siang (baca: sesaat demi sesaat). Ada beberapa tema yang coba diulas disini yakni makna ibadah, pengertian jin, tauhid uluhiyah, lawannya berupa kesyirikan, riya penghancur amalan dan cara mendekatkan diri kepada Allah dengan cinta kepada-Nya.
Ibadah adalah sebuah nama yang mencakup baik itu ucapan dan perbuatan yang nampak ataupun tersembunyi. Hakikat ibadah hanya ditujukan kepada Allah yang Esa dan tujuan ibadah yang asasi ialah mengesakan Allah di dalam peribadatan dan tanpa menyekutukannya dengan sesuatupun. Dan pada bab ini dikupas tuntas tentang hikmah penciptaan jin dan manusia; asal muasal jin, pengertian jin, sifat jin, sekaligus perbedaan jin dan setan. Dibahaspula hadits tentang ilmu dan amal (al ilmu qabla al qaul wa al amal), sabar dalam Islam; khususnya sabar dalam dakwah; sebab dakwah mesti menjumpai halang rintang di manapun ia tegak menyuarakan kebenaran!
Syirik adalah wabah penyakit no.1 yang merusak aqidah seseorang. Oleh karena itu, bahaya syirik sudah mencapai tingkat darurat yang harus segera dibasmi. Dalam kitab Hushulul Ma’mul Fi Syarhi Tsalasatil Ushul, Ustadz Aris Munandar memberikan contoh tauhid uluhiyah yang sering disebut tauhid ubudiyah. Juga, pertanyaan tentang tauhid yang disarikan dari hadits tentang tauhid. Tak lupa disinggungpula contoh syirik yang menodai keikhlasan seseorang.
Lalu, disajikan pengertian ikhlas menurut pemahaman Ahlussunnah wal jamaah dan sedikit riak-riak yang menggenangi suatu amalan. Apakah itu? Ia adalah Riya’. Bagaimanakah suatu amalan bisa dihinggapi riya’ dan bagaimana contoh riya yang sering terjadi di tengah umat. Berikut cara menghindari riya dengan cara menguatkan cinta kepada Allah. Bukti cinta kepada Allah adalah dengan mengikuti Rasulullah sebagaimana dalam ayat mihnah, “Qul in kuntum tuhibbunallah fattabi’uny …” Riya termasuk syirik asghar yang wajib diwaspadai oleh muslim yang bertauhid. Mari kita berantas syirik sekarang juga dengan ilmu dan amal.
Inilah poin penting yang coba diunggah oleh pemateri terkait mauqif iman di sisi Ahlussunnah dan di sisi Ahlul bidah. Bagaimana Ahlussunnah memandang makna iman (antara imannya pelaku maksiat, imannya pelaku bidah, dan dari sisi taqdir –pemateri banyak mengambil faidah dari uraian Syaikh Ibnu Utsaimin dalam bab ini). Juga, dijelaskan macam macam dosa; apakah itu dosa besar maupun dosa kecil. Dan dipertajam dengan ayat AlQuran tentang maksiat, sungguh, penjelasan yang begitu ilmiah.
Bidah adalah ajaran baru dalam agama Islam, sekalipun ada yang menganggapnya sebagai bidah hasanah. Banyak orang terjatuh ke dalamnya, disebabkan kurang bisa membedakan makna secara bahasa dan secara istilah. Terkait pembahasan orang yang menyimpang dari sisi taqdir, maka mereka adalah orang yang patut dikasihani karena ia telah terjerumus ke dalam suatu penyimpangan. Dan setiap hamba meyakini bahwa takdir Allah adalah yang terbaik. Tidaklah Allah menzalimi hamba-Nya, hamba-lah yang akan ditanya, bukan Allah! Dengan keadilan-Nya takdir-Nya berjalan. Apakah ada perbedaan takdir dan nasib? Atau hanya beda istilah saja? Takdir manusia telah diciptakan 5.000 tahun sebelum penciptaannya, semua mengandungi hikmah bagi kaum yang mau memikirkan. Dan pembahasan ini ma’ruf dalam bab takdir.
Setelah menjelaskan tentang penyimpangan manusia, pemateri mengambil sampel dalam bab ini yakni tentang sejarah khawarij (kemunculannya); bagaimana seorang ahli AlQuran membunuh Utsman bin Affan? Dan berikut hadits tentang Khawarij turut dipaparkan, guna melengkapi faidah. Dalam bab iman ada yang namanya pasang surut keimanan atau dalam kalimat lain disebut sebab bertambah dan berkurangnya iman; iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Apakah orang fasik dikategorikan sebagai orang beriman? Arti fasik dan munafik berbeda, sebab yang satu (fasiq) melakukannya karena atas dasar kecerobohannya, sedangkan yang munafiq (mereka berpura-pura dalam mengerjakannya untuk menipu Allah dan kaum muslimin, sedangkan Allah Maha sebaik-baik pembalas Makar).
Memasuki pembahasan setelahnya yakni agama Ibrahim (Millata Ibrahima Hanifa) atau dengan kata pencarian millah Ibrahim seri materi Tauhid; di sini diungkap tentang agama para Nabi ialah agama yang satu yakni Islam; mengesakan Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun. Adapun yang populer dengan penyatuan tiga agama samawi (Yahudi, Kristen, dan Islam) sama sekali tidak pernah dikenal sebelumnya. Artinya penyimpulan tersebut berdasarkan rekaan belaka.
Topik terakhir yang coba dibahas pemateri adalah barangsiapa yang ikhlas dan mencari wajah Allah, maka baginya Surga. Melihat wajah Allah di Surga termasuk impian tertinggi setiap mukmin dan hal tersebut menjadi hijab bagi para ahlul bidah. Menapaki makna keikhlasan (makna ikhlas dalam hidup) yang terurai manis pada dalil tentang ikhlas, maka izinkanlah kami berbagi faidah kepada Anda yang tertuang dalam kitab Hushulul Ma’mul Fi Syarhi Tsalasatil Ushul yang disampaikan oleh Al-Ustadz Al-Fadhil Aris Munandar hafizahullah.
Tanpa terasa pertemuan kitab Hushulul Ma’mul Fi Syarhi Tsalasatil Ushul karya Syaikh Abdullah bin Shalih Al-Fauzan ini telah memasuki pertemuan ke-3, semoga Yufid mampu istiqamah menyajikan konten yang bermanfaat ini hingga tuntas, insya Allah. Setiap orang ingin masuk Surga, bagaimanakah cara masuk Surga yang direkomendasikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? Sebab banyak hadits yang menyebutkan beberapa orang masuk Neraka dengan segala kengeriannya.
Surga menurut Islam berbeda dengan konsep Nirwana atau Cloud number Nine versi agama lain. Masuk Surga atau masuk Neraka adalah pilihan sebagaimana ayat, (artinya) “Dan telah Kami bentangkan kepadamu dua jalan.” (Surat Al-Balad:10). Jangan terlalu mengusik pikiran Anda tentang penghuni Surga dan Neraka saat ini, abaikan … Akan tetapi sibukkanlah diri Anda untuk memperbanyak bekal di akhirat!
Dakwah Rasulullah bersifat universal, makna dakwah tidak terbatas untuk penduduk Arab saja, melainkan seluruh umat di seluruh dunia. Dan di sini sedikit pemateri singgung tentang umat ijabah dan umat dakwah, simak pengertiannya dalam video yang menarik ini. Selain itu, Anda diajak untuk mengetahui pengertian dakwah; DAKWAH ILLALLAH. Dakwah yang menyeru kepada keimanan. Iman adalah percaya, percaya dengan risalah yang dibawa oleh Rasulullah. Dan pembahasan prioritas bab iman ada pada: iman kepada Allah.
Lawan kata iman adalah kekafiran, sedang lawan kata tauhid adalah kesyirikan. Para Nabi dan Rasul selalu mengingatkan umatnya akan bahaya syirik, contoh syirik yang mencengkram umat, berikut ayat dan hadits tentang syirik. Tak lupa untuk dingatkan yakni macam macam syirik dengan segala bentuknya. Mereka (para Nabi dan Rasul) selalu memperhatikan masalah ini dan memasukkan dalam metode dakwah mereka (kurikulum) dan berlaku dalam meraih tujuan dakwah yang haq yakni al kalimatullah hiyal ulya. Dakwah Islamiyah yang penuh berkah.
Umat Islam zaman Sahabat sudah mengenal kalender masehi, akan tetapi mereka enggan menggunakannya dan memilih untuk membuat kalender hijriyah dalam rangka menyelisihi adat yang berlaku pada umat non muslim, meski hal tersebut bukan perkara pembatal keislaman, namun lebih tegas dalam mencerminkan al wala al baro / wala wal baro (loyalitas dan kebencian) kepada umat di luar Islam dalam arti yang sebenarnya. Al Wala artinya serupa dengan loyal. Loyalitas adalah salah satu hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Dan kaum muslimin di zaman keemasan Islam paling mengerti tentang tasyabuh dan batasan-batasannya, yang mana umat saat ini terlalu bergampangan dengannya.
Mengenal Allah adalah ilmu yang penting, padanya kita dapat mengenal sifat sifat Allah sekaligus nama namaNya yang husna. Bagaimanakah cara mengenal Allah yang sesuai sunnah? Cara mengenal Allah bisa dengan cara mempelajari ilmu tauhid. Suatu cabang ilmu yang urgen keberadaannya untuk selalu dibahas dari waktu ke waktu, selain mengenal Allah melalui ayat-ayat syar’iyah, pemirsa diajak untuk mengetahui bukti adanya Allah secara logika.
Tauhid adalah mengesakan Allah di dalam berbibadah. Pada sesi kali ini, pemateri lebih fokus pada contoh tauhid rububiyah dan menyemai hikmah di balik ujian dan cobaan dari Allah. Cobaan datang silih berganti, seorang muslim yang baik mempunyai kesabaran yang tinggi; ia sabar menghadapi cobaan yang menimpanya (atau saat menghadapi cobaan hidup yang berat). Apalagi setelah ia mendengar hadits tentang musibah sebagai penggugur dosa, maka ia lebih semangat (positif thinking) dalam menjalani hidup.
Memasuki pembahasan setelahnya, yakni iman kepada Nabi dan Rasul. Megetahui tugas para Rasul secara umum dan khusus dan mengenal jumlah Nabi dan Rasul yang diutus di muka bumi. Ushul Tsalatsah adalah pelajaran aqidah yang memuat man Rabbuka artinya, man nabiyuka artinya, dan wa ma dinuka artinya. Dan buku ini membahasnya secara runtut, dari tema ke tema dan tidak meloncat ke sana ke mari. Dari sesi ini, kita mengetahui hikmah beriman kepada Rasul Rasul Allah; baik yang kita ketahui namanya maupun tidak.
Ketahuilah wahai saudara/i ku ,,, bahwa pembahasan rukun iman dan rukun islam membuahkan tauhid yang nyata serta mengokohkan aqidah seseorang. Selain itu ia mampu bersikap hikmah dalam segala keadaan. Hikmah artinya menempatkan sesuatu pada tempatnya dan lawannya adalah zhalim.