Hushulul Ma’muul fi Syarhi Tsalatsatil Ushul, Eps. 01 – Ustadz Aris Munandar

Ramadhan telah mendatangi kita. Kali ini Tim Kameramen Yufid TV berhasil mendokumentasikan syuting perdana dan insya Allah akan berlanjut seiring berjalannya hari sebuah kajian kitab yang berjudul Hushulul Ma’muul bi Syarhi Tsalatsatil Ushul. Sebuah kitab yang disusun oleh Syaikh Abdullah bin Shalih Al-Fauzan yang membahas seputar tiga pertanyaan penting di alam kubur. Dan memasuki isi kitab, beliau pemateri berpanjang lebar menjelaskan arti bismillah dan keutamaan bismillah.

Lalu menopangnya dengan 6 rukun Iman plus makna rukun iman dalam kehidupan bani Adam. Rukun iman 6 perkara sudah kadung populer penyebutannya; iman kepada Allah, iman kepada Malaikat, Iman kepada Kitab-Kitab, iman kepada Nabi dan Rasul, iman kepada hari Kiamat, serta Iman kepada Qadha dan Qadar. Dan yang paling utama yaitu dua kalimat syahadat, suatu kalimat yang menyelamatkan seseorang dari sentuhan api Neraka. Pemateri menyebutkanpula dalil rukun islam; buniyal islam khomsin … lalu menyebutkan urutan rukun Islam.

Penulis (Syaikh Abdullah) mengetengahkan pengertian menuntut ilmu, ilmu seperti apa yang wajib dipelajari terlebih dahulu. Kewajiban menuntut ilmu ada di pundak-pundak kaum muslimin, “Menuntut ilmu difardhukan bagi muslim dan muslimat.” Dan menyusul setelahnya terdapat hadits tentang ilmu yang bermanfaat. Tak luput dari bahasan utama, pemateri mendetailkan pokok pokok ajaran Islam.

Salah satu tiga pertanyaan (Ushul Tsalatsah) yakni Man Rabbuka artinya apa (Siapa Rabbmu?) dan suasana alam kubur yang menghawatirkan penghuninya, tentunya bagi yang tidak lolos ujian. Ujian apakah itu? Ujian berupa fitnah kubur. Yang mana seseorang akan ditanya; siapa Rabbmu, apa agamamu, dan siapa Nabimu? Ketiganya akan ditanyakan kepada seluruh manusia. Bukan umat Islam saja. Barangsiapa yang melaluinya dengan sukses, maka setelahnya akan ringan. Dan sebaliknya.

Disingkap dalam menit-menit terakhir seputar metode dakwah, yang mana dakwah bil hikmah itu mutlak diperlukan dan anjuran untuk menjauhi atau jauhilah perdebatan. Sebab inti dakwah (tujuan dakwah) untuk mengenalkan dan mengajak seseorang untuk masuk Islam secara kaffah serta himbauan terhadap akhlak mulia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *