Hushulul Ma’muul fi Syarhi Tsalatsatil Ushul, Eps. 11 – Ustadz Aris Munandar
Hikmah beriman kepada Rasul Rasul Allah atau yang dikenal dengan marifatul Rasul coba diungkap pemateri dalam episode ke 11 ini. Cakupannya antara lain iman kepada Rasul Allah dari yang pertama hingga yang terakhir (Nuh alaihissalam hingga Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam). Dan pada bab ini, kita diajak untuk memahami ittiba yang benar. Ittiba adalah sikap meneladani Rasulullah dari segala sisi (keyakinan, perkataan, dan perbuatan).
Apa yang Anda ketahui tentang syarat diterimanya ibadah? Para ulama ada yang membaginya menjadi 2 dan sebagiannya membaginya menjadi 3 dan sama sekali tidak bertentangan. Iman kepada Rasul Rasul Allah dan tidak membeda-bedakannya termasuk pokok pokok keyakinan Ahlussunnah wal Jamaah. Setelah mantap dengan bahasan ini, beralih kepada konsekuensi syahadat dan sedikit pertanyaan tentang rukun syahadat ada berapa? Yuk cari tahu lebih lanjut!
Makna ikhlas dalam hidup saat meneladani Rasulullah TAMPAK dengan cara meneladani Rasulullah dalam segala keadaan. Hakikat ibadah yang benar ialah yang sesuai dengan sunnah meski ia sedikit jumlahnya. Sedangkan amal banyak tapi di atas bidah maka ia tidak diterima. Inilah makna ibadah yang semestinya dimaklumi. Bidah adalah perusak Islam dari dalam. Contoh bidah yang paling kentara ialah seseorang menambah-nambahi amalan yang tidak ada contohnya. Misal: Melafadzkan shalawat sebelum takbiratul ihram saat shalat Fardhu.
Rukun Islam 5 perkara, salah satunya shalat 5 waktu, yang mana memegang nominasi sebagai amal yang utama. Dan puasa Ramadhan yang keutamaannya begitu besar, zakat sebagai pensuci jiwa. Yang special nih … ada zakat fitrah (lebih tepatnya disebut zakat fitri) dan pemateri tutup deengan bahasan keutamaan kalimat tauhid laa ilaaha illallah artinya tidak ada sesembahan yang haq untuk diibadahi melainkan Allah. Dan dilanjut dengan bahasan 6 rukun Iman serta pemantap bahasan; mutabaah.
Leave a Reply