Hushulul Ma’muul fi Syarhi Tsalatsatil Ushul, Eps. 05 – Ustadz Aris Munandar
Kajian terus berlanjut dan pembahasan makin menarik untuk selalu dikaji, itulah ilmu, manisnya seakan ingin dituang dalam sekali tegukan. Namun, para salaf mengingatkan agar kita mengambil ilmu seiring perjalanan malam dan siang (baca: sesaat demi sesaat). Ada beberapa tema yang coba diulas disini yakni makna ibadah, pengertian jin, tauhid uluhiyah, lawannya berupa kesyirikan, riya penghancur amalan dan cara mendekatkan diri kepada Allah dengan cinta kepada-Nya.
Ibadah adalah sebuah nama yang mencakup baik itu ucapan dan perbuatan yang nampak ataupun tersembunyi. Hakikat ibadah hanya ditujukan kepada Allah yang Esa dan tujuan ibadah yang asasi ialah mengesakan Allah di dalam peribadatan dan tanpa menyekutukannya dengan sesuatupun. Dan pada bab ini dikupas tuntas tentang hikmah penciptaan jin dan manusia; asal muasal jin, pengertian jin, sifat jin, sekaligus perbedaan jin dan setan. Dibahaspula hadits tentang ilmu dan amal (al ilmu qabla al qaul wa al amal), sabar dalam Islam; khususnya sabar dalam dakwah; sebab dakwah mesti menjumpai halang rintang di manapun ia tegak menyuarakan kebenaran!
Syirik adalah wabah penyakit no.1 yang merusak aqidah seseorang. Oleh karena itu, bahaya syirik sudah mencapai tingkat darurat yang harus segera dibasmi. Dalam kitab Hushulul Ma’mul Fi Syarhi Tsalasatil Ushul, Ustadz Aris Munandar memberikan contoh tauhid uluhiyah yang sering disebut tauhid ubudiyah. Juga, pertanyaan tentang tauhid yang disarikan dari hadits tentang tauhid. Tak lupa disinggungpula contoh syirik yang menodai keikhlasan seseorang.
Lalu, disajikan pengertian ikhlas menurut pemahaman Ahlussunnah wal jamaah dan sedikit riak-riak yang menggenangi suatu amalan. Apakah itu? Ia adalah Riya’. Bagaimanakah suatu amalan bisa dihinggapi riya’ dan bagaimana contoh riya yang sering terjadi di tengah umat. Berikut cara menghindari riya dengan cara menguatkan cinta kepada Allah. Bukti cinta kepada Allah adalah dengan mengikuti Rasulullah sebagaimana dalam ayat mihnah, “Qul in kuntum tuhibbunallah fattabi’uny …” Riya termasuk syirik asghar yang wajib diwaspadai oleh muslim yang bertauhid. Mari kita berantas syirik sekarang juga dengan ilmu dan amal.
Leave a Reply