Hushulul Ma’muul fi Syarhi Tsalatsatil Ushul, Eps. 03 – Ustadz Aris Munandar

Tanpa terasa pertemuan kitab Hushulul Ma’mul Fi Syarhi Tsalasatil Ushul karya Syaikh Abdullah bin Shalih Al-Fauzan ini telah memasuki pertemuan ke-3, semoga Yufid mampu istiqamah menyajikan konten yang bermanfaat ini hingga tuntas, insya Allah. Setiap orang ingin masuk Surga, bagaimanakah cara masuk Surga yang direkomendasikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? Sebab banyak hadits yang menyebutkan beberapa orang masuk Neraka dengan segala kengeriannya.

Surga menurut Islam berbeda dengan konsep Nirwana atau Cloud number Nine versi agama lain. Masuk Surga atau masuk Neraka adalah pilihan sebagaimana ayat, (artinya) “Dan telah Kami bentangkan kepadamu dua jalan.” (Surat Al-Balad:10). Jangan terlalu mengusik pikiran Anda tentang penghuni Surga dan Neraka saat ini, abaikan … Akan tetapi sibukkanlah diri Anda untuk memperbanyak bekal di akhirat!

Dakwah Rasulullah bersifat universal, makna dakwah tidak terbatas untuk penduduk Arab saja, melainkan seluruh umat di seluruh dunia. Dan di sini sedikit pemateri singgung tentang umat ijabah dan umat dakwah, simak pengertiannya dalam video yang menarik ini. Selain itu, Anda diajak untuk mengetahui pengertian dakwah; DAKWAH ILLALLAH. Dakwah yang menyeru kepada keimanan. Iman adalah percaya, percaya dengan risalah yang dibawa oleh Rasulullah. Dan pembahasan prioritas bab iman ada pada: iman kepada Allah.

Lawan kata iman adalah kekafiran, sedang lawan kata tauhid adalah kesyirikan. Para Nabi dan Rasul selalu mengingatkan umatnya akan bahaya syirik, contoh syirik yang mencengkram umat, berikut ayat dan hadits tentang syirik. Tak lupa untuk dingatkan yakni macam macam syirik dengan segala bentuknya. Mereka (para Nabi dan Rasul) selalu memperhatikan masalah ini dan memasukkan dalam metode dakwah mereka (kurikulum) dan berlaku dalam meraih tujuan dakwah yang haq yakni al kalimatullah hiyal ulya. Dakwah Islamiyah yang penuh berkah.

Umat Islam zaman Sahabat sudah mengenal kalender masehi, akan tetapi mereka enggan menggunakannya dan memilih untuk membuat kalender hijriyah dalam rangka menyelisihi adat yang berlaku pada umat non muslim, meski hal tersebut bukan perkara pembatal keislaman, namun lebih tegas dalam mencerminkan al wala al baro / wala wal baro (loyalitas dan kebencian) kepada umat di luar Islam dalam arti yang sebenarnya. Al Wala artinya serupa dengan loyal. Loyalitas adalah salah satu hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Dan kaum muslimin di zaman keemasan Islam paling mengerti tentang tasyabuh dan batasan-batasannya, yang mana umat saat ini terlalu bergampangan dengannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *