Kitab Ushulus Sittah, Eps. 02 (Ikhlas karena Allah) – Ustadz Abu Isa

Ikhlas dalam beramal semestinya kita lakukan dan tidak diabaikan. Dalil tentang ikhlas menunjukkan demikian. Ikhlas adalah amalan hati. Dari sini kita memahami makna ikhlas dalam hidup, sebagai bentuk aplikasi hadits tentang ikhlas beramal. Lalu, bagaimanakah cara ikhlas karena Allah?

Musyrik adalah mereka yang menyekutukan Allah dengan selain-Nya: apakah itu Malaikat yang dekat, ataukah itu Nabi yang diutus, semuanya tidak boleh disekutukan. Contoh syirik pada zaman dahulu lebih mudah untuk diidentifikasi, berbeda halnya dengan zaman ini, meski pada zaman mualif, sudah teramat asing, orang yang menyeru kepada tauhid.

Bahaya syirik yang terambil dari dalil tentang syirik menyebutkan cara menghindari perbuatan syirik yakni mengesakan Allah dalam peribadatan. Ustadz Abu Isa hafizahullah sedikit mengupas hadits bitoqoh (tentang kartu Laa ilaaha illallah). Senantiasalah wahai kaum muslimin untuk ikhlas dalam beribadah. Ikhlas beramal itu yang utama.

Ikhlas karena Allah disarikan dari pengertian tauhid dan pentingnya tauhid yang harus segera diwujudkan / didakwahkan. Apalagi syirik semakin nyata. Syirik adalah menyekutukan Allah dalam peribadatan. Masuk di sini syirik kecil; syirik dalam uluhiyah yang mengantarkan kepada syirik besar; hadits tentang syirik; contoh syirik besar; ikhlas meniadakan kesyirikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *