Category : Video

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah- berkata: “Aku telah memilihkan dan menetapkan tsalatsaul ushul (tiga pokok) tauhid ar rububiyyah, tauhid al uluhiyyah, dan al wala wal bara.

Inilah hakekat agama Islam. Namun perhatikan lafadz-lafadz ini dan carilah kandungannya dari ilmu dan amal. Dan tidak mungkin ilmu kecuali engkau memperhatikan setiap masing-masingnya.”

Barangsiapa yang tidak mampu untuk mengenali hal itu karena kebodohannya atau dia tidak paham, maka hendaknya meyakini dengan hatinya dan mengucapkan dengan lidahnya sesuai kemampuannya setelah dia dijelaskan tentang la ilaha illallah Muhammad Rasulullah,

bahwa agama yang dibawa beliau adalah benar sedang yang lainnya adalah bathil.

Ini menunjukkan pentingnya kita mempelajari dan mendesaknya kita untuk mempelajari kitab al ushul ats tsalatsah atau tsalatsatul ushul, yang dipermudah dengan penjelasan (syarh) para ulama.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah- berkata: “Aku telah memilihkan dan menetapkan tsalatsaul ushul (tiga pokok) tauhid ar rububiyyah, tauhid al uluhiyyah, dan al wala wal bara.

Inilah hakekat agama Islam. Namun perhatikan lafadz-lafadz ini dan carilah kandungannya dari ilmu dan amal. Dan tidak mungkin ilmu kecuali engkau memperhatikan setiap masing-masingnya.”

Barangsiapa yang tidak mampu untuk mengenali hal itu karena kebodohannya atau dia tidak paham, maka hendaknya meyakini dengan hatinya dan mengucapkan dengan lidahnya sesuai kemampuannya setelah dia dijelaskan tentang la ilaha illallah Muhammad Rasulullah,

bahwa agama yang dibawa beliau adalah benar sedang yang lainnya adalah bathil.

Ini menunjukkan pentingnya kita mempelajari dan mendesaknya kita untuk mempelajari kitab al ushul ats tsalatsah atau tsalatsatul ushul, yang dipermudah dengan penjelasan (syarh) para ulama.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah- berkata: “Aku telah memilihkan dan menetapkan tsalatsaul ushul (tiga pokok) tauhid ar rububiyyah, tauhid al uluhiyyah, dan al wala wal bara.

Inilah hakekat agama Islam. Namun perhatikan lafadz-lafadz ini dan carilah kandungannya dari ilmu dan amal. Dan tidak mungkin ilmu kecuali engkau memperhatikan setiap masing-masingnya.”

Barangsiapa yang tidak mampu untuk mengenali hal itu karena kebodohannya atau dia tidak paham, maka hendaknya meyakini dengan hatinya dan mengucapkan dengan lidahnya sesuai kemampuannya setelah dia dijelaskan tentang la ilaha illallah Muhammad Rasulullah,

bahwa agama yang dibawa beliau adalah benar sedang yang lainnya adalah bathil.

Ini menunjukkan pentingnya kita mempelajari dan mendesaknya kita untuk mempelajari kitab al ushul ats tsalatsah atau tsalatsatul ushul, yang dipermudah dengan penjelasan (syarh) para ulama.

Allah Maha Melihat segala sesuatu, inilah aqidah yang semestinya ditenamkan dalam benak putra-putri kaum muslimin. Dalam bahasan Allah Maha Melihat Asmaul Husna disebutkan bahwa Allah Maha Mengetahui segalanya, dalam bahasan ini disebut dengan Muraqabah (Senantiasa Merasa Diawasi Oleh Allah). Selain, Allah Maha Melihat, maka Allah Ta’ala mempunyai sifat Mendengar (Ass-Sami’), oleh karena itu tepatlah jika kita katakan bahwa Allah Maha Mendengar.

Masih dalam sesi yang sama dengan bahasan Belajar Tauhid dari Buku Faiz Bertanya, dalam video ini Kak Erlan coba mendeteksi akan bukti Allah Maha Mengetahui. Bagaimana caranya? Dengan cara memberikan contoh; contoh Allah Maha Melihat. Saat kita berbohong atau nakal kepada teman misalnya, sesungguhnya Allah Maha Melihat perbuatan kita, sekalipun bapak dan ibu guru tidak tahu.

Akibat dosa kadang tidak langsung dirasakan efeknya, bahkan ada kisah salaf yang menyebutkan bahwa mereka terkena dampak buruk dosa di usia senja mereka. Maka hendaknya kita khawatir terhadap dosa yang tengah kita tanam. Dosa manusia seolah tak ada habisnya, akan tetapi Allah Maha Lembut kepada hamba-hamba-Nya yang berdosa. Allah Ta’ala bentangkan pintu taubat di siang dan di malam hari. Taubat dalam Islam termasuk hal yang disyariatkan, bahkan Rasulullah didapati beristighfar 100 kali dalam sehari semalam.

Penyebab anak nakal bisa jadi karena kurangnya muraqabatullah. Cara mendidik anak yang keras, bisa dengan jalan melembutkan hatinya dengan tauhid, sebagaimana kisah Faiz ini. Seorang anak terkadang belum dapat mengetahui hakikat ibadah atau tujuan ibadah. Namun, bisa jadi ia mengenal fungsi ibadah yaitu setiap shalat wajib maka akan menghapuskan dosa-dosanya, atau puasa menjadi tameng dari api Neraka, baru sebatas tahap ini.

Macam macam ibadah ada beragam, dan salah satu hal yang menguatkan ibadah seorang anak ialah berlaku ihsan. Hadits tentang ihsan atau dalil tentang ihsan menyebutkan bahwa saat kita beribadah hendaknya seolah olah melihat Allah, jika tidak bisa, sesungguhnya Allah melihatmu.

Buku Faiz ini tergolong sebagai genre dongeng anak bergambar, bisa disebutpula dengan dongeng anak Islami. Dan hal tersebut banyak digemari oleh anak-anak. Karena kecenderungan anak-anak selain mendengarkan adalah melihat atau menonton (sesuatu yang dindra). Terakhir, bahasan Kak Erlan sedikit banyak mengupas Allah As Sami yakni Allah Maha Mendengar setiap ucapan seorang hamba.

Syarat diterimanya ibadah merupakan pembahasan penting dalam bab aqidah. Rukun ibadah yang kita kenal ada tiga yakni khauf, raja’ dan mahabbah (takut, berharap, dan cinta) pada diri seseorang. Amalan ibadah yang diterima Allah termasuk semulia-mulia amalan. Sebab ia telah mencapai hal yang diinginkan.

Keutamaan ibadah banyak disebutkan dalam hadits-hadits, di antaranya dalil tentang ikhlas. Sebab tanpa keikhlasan, suatu amal akan tiada artinya. Makna ikhlas dalam hidup dapat Anda renungkan; untuk apa kita beribadah? Apakah dalam rangka meraih ridho Allah ataukah ridho manusia?

Ciri ciri orang ikhlas ialah ia tidak marah jika tidak disebut hasil jerih payahnya dalam melakukan sesuatu. Ini ilmu ikhlas yang penting. Ilmu ikhlas adalah memurnikan ibadah hanya kepada Allah dan pantang menduakan-Nya dengan sesuatupun. Ikhlas ada dalam meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan syarat yang kedua adalah ittibaur rasul.

Lawan dari ittiba yakni taqlid. Taqlid adalah sikap membabi buta tanpa mengikuti dalil dan pelakunya disebut muqallid. Contoh ikhlas yang paling kentara dalam bab ini ialah seseorang hanya menyembah Allah. Arti ikhlas dan sabar terkadang saling terkait untuk memahamkan audience / jamaah pengajian. Memang ada korelasinya; bagaimana seorang akan bersabar manakala ia tidak ikhlas!

Ikhlas adalah rahasia Allah, ini ucapan yang kurang tepat. Biasanya ungkapan ini dipakai bagi mereka yang memperbolehkan ilmu kanuragan dengan nama ilmu ikhlas. (semacam ilmu laduni dan yang semisalnya). Cara meneladani Rasulullah yang benar ada pada mengikuti sunnah Rasulullah. Sunnah sunnah Nabi ada banyak, hingga Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mengikuti sunnahku, maka ia termasuk golonganku.”

Mengikuti sunnah bukan mengharap imbalan dari manusia, akan tetapi mengharap balasan dari Allah semata. Mengurai bab ikhlas ini, kita akan dihadapkan pada contoh syirik yakni riya. Apa itu riya’? Riya termasuk amalan yang diharapkan pujian manusia atasnya. Jelas, amal yang dirasuki riya tidak akan diterima (tidak akan diterima sebagai ibadah), sedangkan ibadah yang diterima Allah hanya membutuhkan dua syarat yaitu ikhlas dan mutabaah. Dan sebagian ulama menambahkan syarat yang ketiga; benar aqidahnya.

Tahukah Anda tentang tujuan penciptaan manusia? Hakikat penciptaan manusia, bukan diciptakan sia-sia, melainkan ada maksud (hikmah) terbaik di dalamnya. Mempelajari hadits tentang tauhid membuahkan keimanan. Di antara keutamaan kalimat tauhid ialah menjaga pelakunya dari ketergelinciran, ia kokoh di atas jalan. Ia tetap istiqamah dalam beribadah kepada Rabb-Nya. Tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri.

Tauhid adalah mengesakan Allah di dalam peribadatan baik dalam hal rububiyah-Nya, Uluhiyah-Nya, dan Asma wa Sifat-Nya. Apabila kita lihat macam macam tauhid, maka di sana menunjukkan tauhid yang tiga, sebagaimana yang tersebut di muka. Arti tauhid bukanlah sekedar penamaan / nama lain ilmu laduni. Ia adalah ilmu tentang mengenal Allah, dan jauh dari yang namanya ilmu Kanuragan.

Penciptaan manusia dalam Al Quran disebutkan dalam beberapa tahapan (mudgah, ‘alaqah, dan seterusnya hingga sempurna menjadi bayi). Manusia yang semula tidak ada, bisa hadir ke dunia dengan izin Allah Ta’ala. Ustadz Abu Isa dalam hal ini menjelaskan kalimat tauhid sekaligus keutamaan tauhid serta pembagian tauhid yang dikenal (mu’tabar) dalam karya-karya para ulama. Materi tauhid seolah tak akan habis jika diselami, karena selesai bab satu, maka kita akan tertarik untuk mereguk bab-bab setelahnya. Itulah indahnya tauhid.

Dalil tentang tauhid yang paling tampak ialah, (artinya) Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukannya.” (Surat An-Nisaa’: 36). Penting untuk dikenali macam macam syirik yang turut merebak di bumi persada ini. Bagaimana caranya? Dengan memahami pengertian syirik dan contohnya. Bahaya syirik tidak hanya dirasakan bagi pelakunya, melainkan orang-orang di sekitarnya mendapat faidah buruk dari orang yang melakukannya (musyrik).

Cara menghindari perbuatan syirik dengan mentauhidkan Allah. Dan orang yang bertauhid ialah orang yang aman, sebab ia tidak mencampuradukkannya dengan kezhaliman. Zalim yang dimaksud adalah syirik. Zalim adalah menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Selain mendapatkan keamanan, ia juga peroleh hidayah Islam. Salah satu cara (cara menjemput hidayah Allah) ialah dengan bertauhid.

Terakhir, perlu disinggung di sini terkait rukun ibadah yakni cinta (Al-Hubb), Takut (Al-Khauf), dan berharap (Ar-Roja’). Tiga hal yang mesti ada dalam ibadah seseorang, jika tidak, maka akan timpang salah satunya. Setelah banyak belajar agama, maka diharapkan kita mampu meningkatkan amal ibadah dalam setiap lini kehidupan kita. Barakallahu fikum.

Mukmin yang kuat lebih baik dari muslim yang lemah … jadilah mukmin yang kuat! Demikian pesan dari hadits yang mulia. Syarat syarat mukmin yang kuat ada pada ketakwaannya. Semakin taqwa, maka ia semakin kuat dalam mengarungi kehidupan. Kekuatan iman tidak bisa dipisahkan.

Bersungguh sungguh dalam Islam bukan semata dalam bab perlombaan dunia, bahkan lebih dari itu. Doa kuatkan semangat dalam setiap aktivitas, memang harus dilakukan … agar tidak kendor dalam menjalankannya. Menelaah hadits tentang berdoa kepada Allah, mengajarkan kepada kita bahwa Allah Maha Mendengar dan meperhatikan hal ikhwal hamba-Nya. Dzikir yang senantiasa kita lantunkan adalah Lahaulawalaquwwataillabillah (Tiada daya dan upaya melainkan dari Allah semata).

Mukmin adalah seorang yang beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Nabi dan Rasul-Nya, hari Akhir, serta beriman kepada qada yang baik dan yang buruk. Ciri mukmin yang sejati ada pada keyakinan dan amalnya. Contoh tawakal dalam bab ini ialah saat seseorang melakukan amalan, ia tidak menyandarkan kepada dirinya sendiri. Ia sandarkan kepada Allah. Barangkali itulah pengertian tawakal dan contohnya secara sederhana.

Manfaat tawakal bagi seseorang adalah ia semakin kuat harapannya kepada Allah dan bukan kepada makhluk yang notabene diciptakan oleh Allah Ta’ala. Adapun contoh perilaku tawakal yang benar ialah seseorang tidak hanya berdoa tapi meninggalkan usaha, akan tetapi ia menggabungkan keduanya; berdoa dan berusaha. Ikhtiar dan doa, suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan!

Ikhtiar dan tawakal dua hal yang saling beriringan, maka benarlah pepatah yang menyatakan, man jadda wajada (siapa yang bersungguh-sunnguh, maka ia akan mendapatkannya). Sekali lagi, ciri ciri orang mukmin tersebut dalam awal surat Al-Mukmin, “Qad aflahal mukminun … ila akhiril ayat.”

Serial Kitab Tauhid yang tengah Anda simak ini membahas hadits tentang mukmin yang kuat daripada muslim yang dhaif, dan pada keduanya ada kebaikan. Semoga kajian ini mampu memompa semangat kita dalam beribadah dan menambah iman yang melekat di dada.

Takdir bukan perkara yang tabu untuk dibicarakan saat yang membicarakannya dengan mengutip ayat Al-Qur’an dan penggalan hadits Nabi yang mulia. Dan menjadi tercela manakala akal manusia yang terbatas ikut “nimbrung” mengkritisi kebijakan syariat. Hadits tentang takdir untuk diimani, bukan diingkari. Contoh qada dan qadar yang paling sederhana adalah pertumbuhan seorang anak dari mulai bayi, menjadi kanak-kanak, remaja, dewasa, lalu menjadi tua.

Mengenal hikmah beriman kepada qada dan akhir (hari akhir) menyiratkan makna bahwa segala sesuatu diciptakan dengan maksud dan tujuan, bukan sia-sia belaka. Itulah hikmah Allah yang agung. Adanya perintah dan larangan bagi manusia, untuk menguji kadar keimanan dan ketaatan mereka. Bila ada orang bertanya, tolong jelaskan kepada kami pengertian qadar? Qadar secara bahasa yakni sesuatu yang telah ditentukan Allah sejak zaman azali.

Banyak contoh cerita qada dan qadar pada setiap manusia dan tentunya berbeda pada masing-masing orang. Jika demikian, pastikan bahwa takdir Allah adalah yang terbaik. Contoh takdir serta ayat dan hadits tentang takdir saling bertautan. Kali ini Ustadz Afifi hafizahullah membahas pengertian takdir Allah dan ujaran kebencian berupa lintasan hati menghina Allah yang disusupkan Setan ke dalam jiwa-jiwa seorang muslim hingga ia berkata Seandainya begini dan begitu … bla .. bla .. bla ..

Dalam kajian ini sedikit disinggung dari salah satu 10 pembatal syahadat dan dalilnya, untuk memahamkan kita bahwa sebegitu pentingnya urusan takdir ini hingga banyak yang melewatkannya hingga ia bisa terjatuh ke dalam salah satu pembatal keislaman. Guna memudahkan pemahaman, pemateri menyajikan ringkasan perang Uhud sekaligus hikmah perang Uhud yang bisa kita ambil pelajaran daripadanya.

Mencermati hadits tentang Setan yang masyhur bahwa mereka akan mendatangi bani Adam dari setiap penjuru (depan-belakang, atas-bawah). Hal itu tidak menyurutkan tekad kaum muslimin, apalagi membuatnya bergeming. Setiap muslim mempunyai tawakal. Tawakal adalah menyandarkan setiap urusan hanya kepada Allah. Tawakal kepada Allah tidak mengurangi ikhtiar seseorang. Justru ikhtiar dan doa menjadi penyempurna tawakal seorang yang bertauhid.

Sebuah cita-cita yang mulia bagi seorang muslim yaitu diberikan nikmat berupa melihat wajah Allah di Surga, itulah sebesar-besar kenikmatan sebagaimana dituturkan dalam hadits-hadits yang berbicara tentang sifat-sifat Allah. Allah Ta’ala mempunyai wajah, wajah Allah dalam Al Quran disebutkan dalam sebuah ayat, “Kullu haalikun illa wajhah (semuanya kan binasa kecuali Wajah Allah)”

Cara masuk Surga telah dijelaskan oleh Rasulullah. Surga dan Neraka dalam Islam bukan suatu khayalan layaknya klaim dari orang-orang yang tidak percaya akan akhirat! Surga dan Neraka adalah haq kama qala Rasulullah dan yang meyakininya berhak masuk ke dalam Surga, “Barangsiapa yang bersyahadat (bersaksi) bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, dan ‘Isa adalah hamba dan rasul-Nya, dan kalimat yang disampaikan-Nya kepada Maryam serta ruh dari-Nya, dan bersaksi bahwa surga dan neraka benar adanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, sesuai amal yang telah dikerjakakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Masih dalam bab yang terkait dengan mengenal sifat-sifat Allah, salah satunya ialah ridha. Tidak kita sangsikan lagi bahwa tiap muslim mengharap ridho Allah kapanpun dan di manapun. Ridha Allah adalah karunia bagi hamba-hamba-Nya yang bertauhid. Seorang yang bertauhid tidak mengelak jika ia diminta untuk ber doa minta Surga Firdaus; Surga tertinggi yang layak diminta; Allahumma adkhilni Jannah wa ‘audzubika minannarr.

Urusan akhirat adalah urusan number wahid bagi setiap muslim. Dalam hadits tentang dunia dan akhirat disebutkan bahwa akhirat lebih kekal daripada dunia. Bahkan secara tegas menyebutkan hadits tentang hinanya dunia; dunia diibaratkan bagai seonggok bangkai kambing yang terpotong telinga kirinya. Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang menyebutkan demikian.

Sudah menjadi keinginanpula, bila kita mampu masuk Surga tanpa hisab dan dijauhkan dari masuk Neraka. Masuk Surga penuh dengan halang rintang yang menghadang di antaranya Surga itu dihijabi dengan hal-hal yang dibenci, “Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan Neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”(HR. Muslim). Oleh karena itu, memerlukan perjuangan ekstra.

Hal lain yang harus diperjuangkan ialah seseorang bisa masuk Surga sekeluarga menuju Jannah atau Surga tempat kekekalan. Inilah saatnya kita menancap gas dan road to Jannah ….

Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan keagungan-Nya kita mengagungkan dengan sebaik-baik pengagungan. Keagungan Allah, bukan untuk dilanggar dengan etika yang kurang santun. Ceramah yang ada di hadapan pemirsa mengungkap macam macam syirik yang terjadi di zaman Rasulullah diutus dan terjadipula di zaman ini …

Sebuah bab yang menarik dari Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah yang mengangkat tema Larangan Menolak Orang yang Meminta dengan Nama Allah. Sebagaimana halnya Rasulullah yang tidak pernah menolak permintaan seseorang yang mengawali permintaannya dengan nama Allah. Masih ingatkah Anda terhadap seorang Badui yang menyeret selendang beliau dan berkata, “Wahai Muhammad, bagilah atasku atas rezeki yang dilimpahkan Allah atasmu!” Beliau pun tidak marah dan menyerahkan selendangnya kepada orang badui tersebut.

Bagaimanakah cara berdoa kepada Allah yang benar, hal ini telah dikutip dalam etika dalam berdoa, yakni hendaknya seseorang mengawali doanya dengan memuji kepada Allah, lalu bershalawat atas Nabi, meminta ampunan-Nya, lalu menyebutkan hajatnya. Allah tempat bersandar bagi makhluk-makhlukNya. Oleh sebab itu, bersandar (bertawakal) kepada Allah satu-satunya itu yang utama.

Contoh kasus yang nyata yang sering terjadi di sekitar kita adalah menggunakan doa-doa atau bentuk permintaan atas nama Allah, bagaimanakah Islam memandangnya? Dan ada satu bab tersendiri terkait hukum memberi pengemis dalam Islam. Apakah boleh atau tidak, terdapat rincian di dalamnya. Buku yang bagus dalam bab ini ialah Dzammul Mas’alah (Tercelanya meminta-minta) karya Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah.

Berbicara tentang doa … banyak yang bertanya, adakah tanda doa dikabulkan Allah SWT (Subhanahu wa Ta’ala)? Disebutkan dalam hadits tentang bahagia yakni rezeki yang didapatkan dari negerinya, dan dari hasil usahanya. Yang demikian menunjukkan keutamaan bekerja dan tercelanya berpangku tangan alias menganggur. Dalam bab yang lain, ada hadits membantu kesulitan orang lain … seorang muslim dituntut untuk membantu saudaranya, agar ringan dalam menjalani ujian yang tengah menderanya.

Ustadz Afifi Abdul Wadud menguraikan nama Allah yang sesungguhnya, terkait nama Allah yang paling agung dan bagaimana sebaiknya ber akhlak terhadap Allah. Juga, akhlak terhadap sesama manusia. Adab kepada Allah harus lebih baik dan lebih layak untuk diperhatikan, agar jangan sampai seseorang hanya berlaku baik kepada manusia saja. Akan tetapi muamalahnya dengan Allah, tidak baik.

Tauhid artinya ifradullah bil ibadah. Arti tauhid bagi seseorang ialah ia menjadikan Allah satu-satunya sesembahan yang ia meminta kepada-Nya, berdoa kepada-Nya, dan bertawakkal kepada-Nya. Dan ia meyakini bahwa mengemis termasuk akhlak radhilah (rendahan) yang sepatutnya TIDAK untuk dilestarikan.

Sisi lain: Zaman terus berganti, kini didapati banyaka orang berkeluh kesah kepada dunia maya atau orang tidak dikenal dan ia mengesampingkan berkeluh kesah hanya kepada Allah, padahal dengan keluh kesahnya kepada Allah termasuk butuhnya ia terhadap Allah. Oleh karena itu, mengapa Anda tidak minta sama Allah? Allah Maha Mengabulkan doa.

1 248 249 250 251 252 334