Al-Qawa’idul Arba’, Eps 09 (Tujuan Penciptaan Manusia) – Ustadz Abu Isa

Tahukah Anda tentang tujuan penciptaan manusia? Hakikat penciptaan manusia, bukan diciptakan sia-sia, melainkan ada maksud (hikmah) terbaik di dalamnya. Mempelajari hadits tentang tauhid membuahkan keimanan. Di antara keutamaan kalimat tauhid ialah menjaga pelakunya dari ketergelinciran, ia kokoh di atas jalan. Ia tetap istiqamah dalam beribadah kepada Rabb-Nya. Tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri.

Tauhid adalah mengesakan Allah di dalam peribadatan baik dalam hal rububiyah-Nya, Uluhiyah-Nya, dan Asma wa Sifat-Nya. Apabila kita lihat macam macam tauhid, maka di sana menunjukkan tauhid yang tiga, sebagaimana yang tersebut di muka. Arti tauhid bukanlah sekedar penamaan / nama lain ilmu laduni. Ia adalah ilmu tentang mengenal Allah, dan jauh dari yang namanya ilmu Kanuragan.

Penciptaan manusia dalam Al Quran disebutkan dalam beberapa tahapan (mudgah, ‘alaqah, dan seterusnya hingga sempurna menjadi bayi). Manusia yang semula tidak ada, bisa hadir ke dunia dengan izin Allah Ta’ala. Ustadz Abu Isa dalam hal ini menjelaskan kalimat tauhid sekaligus keutamaan tauhid serta pembagian tauhid yang dikenal (mu’tabar) dalam karya-karya para ulama. Materi tauhid seolah tak akan habis jika diselami, karena selesai bab satu, maka kita akan tertarik untuk mereguk bab-bab setelahnya. Itulah indahnya tauhid.

Dalil tentang tauhid yang paling tampak ialah, (artinya) Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukannya.” (Surat An-Nisaa’: 36). Penting untuk dikenali macam macam syirik yang turut merebak di bumi persada ini. Bagaimana caranya? Dengan memahami pengertian syirik dan contohnya. Bahaya syirik tidak hanya dirasakan bagi pelakunya, melainkan orang-orang di sekitarnya mendapat faidah buruk dari orang yang melakukannya (musyrik).

Cara menghindari perbuatan syirik dengan mentauhidkan Allah. Dan orang yang bertauhid ialah orang yang aman, sebab ia tidak mencampuradukkannya dengan kezhaliman. Zalim yang dimaksud adalah syirik. Zalim adalah menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Selain mendapatkan keamanan, ia juga peroleh hidayah Islam. Salah satu cara (cara menjemput hidayah Allah) ialah dengan bertauhid.

Terakhir, perlu disinggung di sini terkait rukun ibadah yakni cinta (Al-Hubb), Takut (Al-Khauf), dan berharap (Ar-Roja’). Tiga hal yang mesti ada dalam ibadah seseorang, jika tidak, maka akan timpang salah satunya. Setelah banyak belajar agama, maka diharapkan kita mampu meningkatkan amal ibadah dalam setiap lini kehidupan kita. Barakallahu fikum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *