Serial Kitab Tauhid Eps. 59: Bab 57 – Seandainya Begini dan Begitu – Ustadz Afifi Abdul Wadud

Takdir bukan perkara yang tabu untuk dibicarakan saat yang membicarakannya dengan mengutip ayat Al-Qur’an dan penggalan hadits Nabi yang mulia. Dan menjadi tercela manakala akal manusia yang terbatas ikut “nimbrung” mengkritisi kebijakan syariat. Hadits tentang takdir untuk diimani, bukan diingkari. Contoh qada dan qadar yang paling sederhana adalah pertumbuhan seorang anak dari mulai bayi, menjadi kanak-kanak, remaja, dewasa, lalu menjadi tua.

Mengenal hikmah beriman kepada qada dan akhir (hari akhir) menyiratkan makna bahwa segala sesuatu diciptakan dengan maksud dan tujuan, bukan sia-sia belaka. Itulah hikmah Allah yang agung. Adanya perintah dan larangan bagi manusia, untuk menguji kadar keimanan dan ketaatan mereka. Bila ada orang bertanya, tolong jelaskan kepada kami pengertian qadar? Qadar secara bahasa yakni sesuatu yang telah ditentukan Allah sejak zaman azali.

Banyak contoh cerita qada dan qadar pada setiap manusia dan tentunya berbeda pada masing-masing orang. Jika demikian, pastikan bahwa takdir Allah adalah yang terbaik. Contoh takdir serta ayat dan hadits tentang takdir saling bertautan. Kali ini Ustadz Afifi hafizahullah membahas pengertian takdir Allah dan ujaran kebencian berupa lintasan hati menghina Allah yang disusupkan Setan ke dalam jiwa-jiwa seorang muslim hingga ia berkata Seandainya begini dan begitu … bla .. bla .. bla ..

Dalam kajian ini sedikit disinggung dari salah satu 10 pembatal syahadat dan dalilnya, untuk memahamkan kita bahwa sebegitu pentingnya urusan takdir ini hingga banyak yang melewatkannya hingga ia bisa terjatuh ke dalam salah satu pembatal keislaman. Guna memudahkan pemahaman, pemateri menyajikan ringkasan perang Uhud sekaligus hikmah perang Uhud yang bisa kita ambil pelajaran daripadanya.

Mencermati hadits tentang Setan yang masyhur bahwa mereka akan mendatangi bani Adam dari setiap penjuru (depan-belakang, atas-bawah). Hal itu tidak menyurutkan tekad kaum muslimin, apalagi membuatnya bergeming. Setiap muslim mempunyai tawakal. Tawakal adalah menyandarkan setiap urusan hanya kepada Allah. Tawakal kepada Allah tidak mengurangi ikhtiar seseorang. Justru ikhtiar dan doa menjadi penyempurna tawakal seorang yang bertauhid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *