Serial Kitab Tauhid Eps. 57: Bab 55 – Meminta dengan Nama Allah – Ustadz Afifi Abdul Wadud

Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan keagungan-Nya kita mengagungkan dengan sebaik-baik pengagungan. Keagungan Allah, bukan untuk dilanggar dengan etika yang kurang santun. Ceramah yang ada di hadapan pemirsa mengungkap macam macam syirik yang terjadi di zaman Rasulullah diutus dan terjadipula di zaman ini …

Sebuah bab yang menarik dari Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah yang mengangkat tema Larangan Menolak Orang yang Meminta dengan Nama Allah. Sebagaimana halnya Rasulullah yang tidak pernah menolak permintaan seseorang yang mengawali permintaannya dengan nama Allah. Masih ingatkah Anda terhadap seorang Badui yang menyeret selendang beliau dan berkata, “Wahai Muhammad, bagilah atasku atas rezeki yang dilimpahkan Allah atasmu!” Beliau pun tidak marah dan menyerahkan selendangnya kepada orang badui tersebut.

Bagaimanakah cara berdoa kepada Allah yang benar, hal ini telah dikutip dalam etika dalam berdoa, yakni hendaknya seseorang mengawali doanya dengan memuji kepada Allah, lalu bershalawat atas Nabi, meminta ampunan-Nya, lalu menyebutkan hajatnya. Allah tempat bersandar bagi makhluk-makhlukNya. Oleh sebab itu, bersandar (bertawakal) kepada Allah satu-satunya itu yang utama.

Contoh kasus yang nyata yang sering terjadi di sekitar kita adalah menggunakan doa-doa atau bentuk permintaan atas nama Allah, bagaimanakah Islam memandangnya? Dan ada satu bab tersendiri terkait hukum memberi pengemis dalam Islam. Apakah boleh atau tidak, terdapat rincian di dalamnya. Buku yang bagus dalam bab ini ialah Dzammul Mas’alah (Tercelanya meminta-minta) karya Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah.

Berbicara tentang doa … banyak yang bertanya, adakah tanda doa dikabulkan Allah SWT (Subhanahu wa Ta’ala)? Disebutkan dalam hadits tentang bahagia yakni rezeki yang didapatkan dari negerinya, dan dari hasil usahanya. Yang demikian menunjukkan keutamaan bekerja dan tercelanya berpangku tangan alias menganggur. Dalam bab yang lain, ada hadits membantu kesulitan orang lain … seorang muslim dituntut untuk membantu saudaranya, agar ringan dalam menjalani ujian yang tengah menderanya.

Ustadz Afifi Abdul Wadud menguraikan nama Allah yang sesungguhnya, terkait nama Allah yang paling agung dan bagaimana sebaiknya ber akhlak terhadap Allah. Juga, akhlak terhadap sesama manusia. Adab kepada Allah harus lebih baik dan lebih layak untuk diperhatikan, agar jangan sampai seseorang hanya berlaku baik kepada manusia saja. Akan tetapi muamalahnya dengan Allah, tidak baik.

Tauhid artinya ifradullah bil ibadah. Arti tauhid bagi seseorang ialah ia menjadikan Allah satu-satunya sesembahan yang ia meminta kepada-Nya, berdoa kepada-Nya, dan bertawakkal kepada-Nya. Dan ia meyakini bahwa mengemis termasuk akhlak radhilah (rendahan) yang sepatutnya TIDAK untuk dilestarikan.

Sisi lain: Zaman terus berganti, kini didapati banyaka orang berkeluh kesah kepada dunia maya atau orang tidak dikenal dan ia mengesampingkan berkeluh kesah hanya kepada Allah, padahal dengan keluh kesahnya kepada Allah termasuk butuhnya ia terhadap Allah. Oleh karena itu, mengapa Anda tidak minta sama Allah? Allah Maha Mengabulkan doa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *