Al-Mauidhoh Hasanah Fil Akhlakil Hasanah (Eps.02) – Ustadz Aris Munandar

Nabi Palsu memang menjadi polemik tersendiri bagi umat Islam. Apalagi sudah jelas ayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah penutup para Nabi. Tapi tetap saja, pengusung kebatilan tidak kehabisan akal. Sebut saja, Nabi Palsu pada masa Abu Bakar. Dengan pongahnya ia mengaku mendapatkan wahyu, lantas Abu Bakar pun tidak tinggal diam, ia pun berusaha memadamkan api fitnah yang baru saja menyala …

Nabi palsu di dunia Islam silih berganti dengan wajah baru dan ajaran baru, intinya mereka layak menjadi Nabi dengan tafsiran yang batil. Dalam buku yang dijadikan pedoman kajian ini menjelaskan contoh akhlak yang baik. Akhlak yang semestinya dijunjung, ialah akhlak karimah. Saat seseorang mencerna hadits tentang adab menuntut ilmu, maka ia akan mendapati hal-hal yang positif darinya. Seperti faidah dari hadits tentang akhlak yang baik.

Seorang muslim mengenali macam macam akhlak terpuji bukan untuk dijadikan wawasan semata, ia berharap dapat mengejawantahkannya. Sebisa mungkin ia jauhi akhlak tercela. Selamat menyimak kajian yang disarikan dari Al Mauidhoh Hasanah fi Akhlakil Hasanah bersama salah seorang ustadz yang membina beberapa pondok pesantren, salah satunya ialah Ma’had Hamalatul Qur’an di Bangunjiwo, Bantul, Yogyakarta. Beliau adalah Ustadz Aris Munandar hafizahullah.

Waspadai akhlak mazmumah. Mazmumah artinya tidak terpuji alias tercela. Contoh akhlak mazmumah ialah seorang mengaku Nabi. Pada hakekatnya ia tengah mengolok-olok risalah dan menolak kebenaran yang datangnya dari Allah Azza wa Jalla. Seorang muslim memahami keutamaan akhlak yang baik, ia senantiasa berhias dengannya. Akhlak adalah permata hati yang mempesona pemiliknya dan orang lain. Macam macam akhlak yang mulia dijelaskan dalam video yang singkat ini. Di dalamnya dikaji pula terkait akhlak mulia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjadi teladan umat sepanjang masa. Dalil akhlak mulia yang sering diulang, “Wa innaka la ‘alaa khuluqin azhiim.”

Mari kita berhias dengan akhlak mulia, berakhlak seperti akhlak Rasulullah, khususnya menjaga lisan dari bertutur yang tidak berfaidah lagi mengandung dosa, seperti mengaku sebagai Nabi.

Simak Juga Videonya di: Youtube Mauidhoh Hasanah Fi Akhlakil Hasanah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *