Kajian Kitab: Al-Mukhtashor fi Al-Aqidah 34 (Catatan Amal dan Melewati Shirat) – Ustadz Aris Munandar

Catatan amal yang terbentang di hari akhir tidak bisa kita bagaimanakan, kita hanya mengimaninya. Karena hal tersebut termasuk perkara yang ghaib. Dan salah satu sifat orang beriman ialah mengimani hal-hal yang ghaib. Kali ini kajian akan sedikit mengupas perihal catatan amal dan melewati shirat. Dua hal yang membuat hati berdegup kencang saat menerima hasil catatan amal dan saat melewati shirat, berdasarkan hadits-hadits yang berbicara tentangnya.

Catatan amal buruk ditulis oleh Malaikat pencatat. Semuanya tercatat rapi dalam catatan amal baik dan buruk. Seorang muslim seiring perjalanan waktu, ia mulai menengok hikmah beriman kepada hari Akhir. Hari pembalasan atas amal-amal manusia selama di dunia, iman kepada hari akhir termasuk rukun iman yang kelima. Bahasan lainnya yaitu iman dengan adanya telaga Nabi. Telaga yang gelasnya bagaikan cahaya, itulah telaga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Telaga apakah itu? Ya benar, itu adalah telaga Al Kautsar. Terkait bagaimananya, maka kita kembalikan hakikat telaga Al Kautsar kepada sang pemilik-Nya. Manusia hanya membaca dari hadits tentangnya dan belum bisa membayangkan secara detail.

Memasuki bahasan setelahnya, dikupas pengertian shirat. Tahukah Anda apa itu shirat? Shirat artinya tali kekang yang membentang antara Surga dan Neraka. Seorang Ahlussunnah iman kepada shirat tanpa harus melihatnya terlebih dahulu, ia mengimani dari hadits-hadits Rasul, dan seseorang hanya sebatas melihat gambaran shirat sebagaimana redaksi hadits. Inilah kajian rutin dari kitab Mukhtashor fil Aqidah yang dibawakan secara apik oleh Ustadz Aris Munandar hafizahullah.

Darinya kita memahami iman kepada takdir, dan beriman terhadap pokok pokok keyakinan beragama lainnya seperti beriman tentang adanya alam akhirat dan kebangkitan manusia kelak di padang mahsyar. Sungguh, mengharukan pemandangan di akhirat, ada yang keringatnya hingga ke dada, ada yang tenggelam di makan keringatnya, ada yang panjang lehernya dengan sebab adzan, dan lain sebagainya. Iman kepada hari akhir adalah perkara yang wajib diimani.

Simak Juga Video di Youtube: Mukhtashor fil Aqiidah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *