Fiqih Syafi’i – Kitab Safinatun Najah 05: Rukun Iman & Makna Iman kepada Allah – Ustadz Aris Munandar, M.P.I

Kembali kita belajar ilmu fiqih dasar madzhab Syafi’i Kitab Safinah dengan syarah Kitab Nailur Roja. Pada video Yufid Edu kali ini masuk pembahasan makna rukun Iman, yakni makna Iman kepada Allah. Rukun iman ada 6, dan yang pertama adalah iman kepada Allah. Sebelum masuk ke pembahasan hakikat iman kepada Allah, masih ada lanjutan pembahasan rukun islam ke 4 dan ke 5. Juga ada catatan penting sebagai koreksi pembahasan sebelumnya terkait makna sholat. Penjelasan lengkapnya bisa Anda simak dalam video Yufid Edu ini.

Perlu diketahui bahwa penulis Nailur Roja beraqidah Asy’ariyyah sehingga ada beberapa hal yang perlu diluruskan dalam pembahasan makna Iman kepada Allah sesuai aqidah ahlussunnah wal jamaah kaitannya dengan definisi iman / pengertian iman kepada Allah. Penulis menjelaskan bahwa makna iman secara bahasa adalah percaya, sedangkan makna iman secara syariat adalah kepedulian dan ketundukan hati terhadap hal-hal yang secara pasti diketahui sebagai bagian dari ajaran Nabi Muhammad ﷺ. Makna iman seperti ini tidak tepat. Hakikat iman yang sesuai aqidah ahlussunnah wal jamaah mencakup 3 hal, yakni keyakinan hati, ikrar lisan dan amalan anggota badan. Iman bertambah dengan sebab ketaatan kepada Allah Ta’ala dan berkurang dengan sebab ketaatan kepada ajakan dan bisikan syaitan.

Selanjutnya penulis Nailur Roja menjelaskan pengertian iman kepada Allah, yakni
[1] mengimani bahwa Allah itu ada,
[2] mengimani ke-Esa-an Allah pada Dzat, Sifat, dan Perbuatan Nya serta tidak ada yang serupa dengan Nya (pada poin ini terkandung tauhid Rububiyyah dan Asma wa Sifat -pent)
[3] mengimani bahwa hanya Allah lah yang berhak untuk diibadahi (pada poin ini terkandung tauhid Uluhiyyah)
[4] mengimani adanya 20 sifat wajib Allah, 20 sifat mustahil bagi Allah, dan sifat jaiz bagi Allah

Dari 4 poin pengertian iman kepada Allah di atas, poin yang ke empat tidak sesuai dengan Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah. Bagaimana aqidah ahlussunnah wal jamaah dalam mengimani asma wa sifat Allah Ta’ala? Yaitu mengimani semua sifat-sifat yang Allah tetapkan untuk diri Nya dalam Al Quran dan yang telah dikabarkan oleh Rasul Nya dalam hadits-hadits nya. Pembagian asma wa sifat menjadi 20 sifat wajib Allah, 20 sifat mustahil bagi Allah, dan sifat jaiz bagi Allah, ini patokannya adalah AKAL manusia sebagaimana beliau terangkan sendiri dalam Kitab Nailur Roja. Tentunya hal ini tidak tepat. Perkara asma wa sifat adalah perkara ghaib sehingga patokan nya adalah mengikuti dalil dari Al Quran dan As Sunnah.

Demikian, insyaAllah akan kita lanjutkan lagi belajar ilmu fiqih dasar Mazhab Syafie Kitab Safinatun Najah dalam video Yufid Edu selanjutnya. Semoga Allah Ta’ala jadikan kita agar bisa istiqomah menyimak kajian Kitab Safinatun Najah ini sampai akhir dan menjadikannya sebagai ilmu yang bermanfaat.

Baarakallahu fiikum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *