Category : Video

– حكم اللقطة
– وجوب تعريف اللقطة إذا أراد الملتقط تملكها
– أنواع اللقطة

Simak juga video ini di: Youtube YufidEdu

Lum’atul I’tiqad adalah karya monumental dalam bidang aqidah, di dalamnya dijelaskan tentang nama dan sifat Allah berikut contoh contoh yang bisa dipahami oleh fitrah manusia. Contoh aqidah yang tepat akan meruntuhkan keyakinan batil dari para ahlul syubhat dari muwaffidhoh, mu’athillah, dan ahlul bida’ lainnya. Inilah aqidah sahabat Nabi, mereka mengimani nama dan sifat Allah sebagaimana datangnya dan tidak membagaimanakannya. Jika Anda sedang mencari cara untuk beriman dengannya, maka simaklah cara beriman kepada nama dan sifat Allah dalam video yang ringkas ini.

Ada satu ayat yang menjadi patokan yaitu Laisa kamislihi syaiun artinya tidak ada yang serupa dengan Allah dari sesuatupun. Ayat ini mengandungi iman kepada nama dan sifat Allah, tanpa ta’thil dan takyif serta tanpa tahrif dan tamtsil. Jika seseorang telah melakukannya, maka ia selamat dari penyimpangan dalam bab nama dan sifat Allah. Sifat Allah artinya sifat yang ada pada dzat Allah (sifat dzatiyah) dan ada yang dinamakan dengan sifat fi’liyah seperti Allah turun ke langit dunia. Maka sungguh mendalam, makna wa la takyifa (jangan membagaimanakannya). Dan sedikit diulas makna tahrif dari dua sisi. Masih juga diulang secara terus menerus kaidah nama nama dan sifat sifat Allah yang disarikan dari penjelasan Syaikh Ibnu Utsaimin.

Mempelajari asmaul husna dan artinya membuahkan keimanan, dan seseorang dapat mengambil penjelasan asmaul husna dari kitab-kitab para ulama yang mu’tabar. Di dalamnya disebutkan tentang macam macam tauhid salah satunya tauhid asma wa sifat. Yang mana pemateri yakni ustadz Afifi Abdul Wadud menguraikan iman kepada sifat dengan pemaparan yang terang. Dan adanya penjelasan terkait nama nama dan sifat sifat Allah bersifat tauqifiyah. Tauqifiyah artinya penetapan yang didasarkan pada wahyu Ilahi, oleh karena itu, iman kepada Allah akan makin sempurna dengan membahas tauhid asma wa shifat ini.

Simak juga video ini di: Youtube Lu’matul I’tiqad

Lum’atul I’tiqad telah memasuki episode ke-3, suatu kitab pilihan yang membahas aqidah Ahlussunnah wal Jamaah, khususnya bahasan nama dan sifat Allah. Dari kajian ini, dijabarluaskan pengertian aqidah yang diyakini oleh ulama salaf di zaman lampau. Salah satu hal yang sering diulang-ulang ialah keutamaan basmalah, ini faidah yang pertama.

Mulailah dengan bismillah … sebagai pembuka aktivitas Anda. Dan keutamaan bismillah sudah dikenal oleh para santri, baca bismillah tiap melakukan kebaikan dan mereka tidak mengenal baca bismillah untuk berbuat kejahatan. Lebih lanjut lagi, dibahas seputar keikhlasan dalam beribadah. Ibadah yang murni ditujukan untuk Allah semata. Dalam hal ini terdapat bahasan tingkatan ibadah bagi seorang muslim.

Penting untuk diketahui pentingnya iman kepada takdir yang akan membuahkan taqwa. Salah satu di antaranya yakni iman kepada hukum Allah. Dalam menelaah kajian ini pemateri mengulas sifat sifat Allah yang selisihi oleh mubtadi / ahlul bida’ di zamannya. Oleh karena itu, ayat ini “Laisa kamislihi Syai’ kadang disalahtafsirkan menjadi tahwidz yang pengikutnya disebut Mufawwidhoh. Pemateri masih setia menemani Anda dengan menguraikan atau menetapkan nama dan sifat Allah. Tak henti Ustadz Afifi Abdul Wadud hafizahullah menyampaikan dengan jelas dan gamblang.

Nama nama Allah yang husna menambah keimanan, begitupun halnya dengan keberadaan sifat sifat Allah dalam asmaul husna, melengkapi pembahasan yang ada. Ibaratnya nahwu dan sharaf ialah satu kesatuan, maka ilmu ini yakni tauhid asma wa shifat merupakan satu kesatuan pula. Sungguh, kekuasaan Allah melingkupi seluruh hamba. Dijelaskan pula bahwa Allah mempunyai sifat istiwa; istiwa Allah di atas arsy. Istiwanya ma’lum dan bagaimananya majhul. Jadi, kita tidak perlu berdalam-dalam untuk membagaimanakannya. Sebab pintu kesesatan berawal dari pintu takyif ini. Begitupun dengan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu. Seorang muslim yang baik agamanya ialah yang tunduk dengan hukum Allah. Ia tidak membuat hukum sendiri ….

Simak juga video ini di: Youtube Lu’matul I’tiqad

Lum’atul I’tiqad yang sering dikaji oleh para penuntut ilmu di pesantren-pesantren Ahlussunnah wal Jamaah. Kini, dapat Anda kaji di media siar Youtube. Suatu kajian yang membahas nama dan sifat Allah atau dikenal dengan sebutan Asma’ wa Shifat. Inilah poin penting bahasan aqidah. Aqidah adalah pondasi yang dibina oleh seseorang dalam menguatkan imannya. Hal ini bersesuaian dengan hadits tentang menuntut ilmu.

Sungguh telah berlalu penjelasan keutamaan menuntut ilmu yang tidak hanya satu atau dua saja. Dalam mengkaji macam macam ibadah, pemateri menguraikan dengan ringkas apa itu hakikat ibadah hingga mendefinisikan ibadah berikut tujuan ibadah yang semestinya diprkatekkan oleh seorang hamba. Darinya diuraikan dalil tentang ibadah, “Mukhlisiina lahuddin.” Inilah prinsip ibadah pertama yang harus dibangun, yang sering disebut sebagai syarat ibadah yang dua (ikhlas dan mutaaba’ah). Dan menjadi suatu yang asasi dalam rukun ibadah.

Kajian tentang mengenal asmaul husna sangat disukai oleh para salaf, sebab dengannya iman akan bertambah. Saat seseorang mengimani sifat sifat Allah, maka ia akan semakin yang dikenali-Nya. Di sini Ustadz Afifi Abdul Wadud hafizahullah mengutip kaidah dalam menetapkan nama dan sifat Allah yang dijelaskan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah. Tahukah Anda bahwa sifat sifat Allah dalam asmaul husna dibahas beriringan dalam kitab Al Qawaidul Mutsla. Kitab kontemporer terbaik di masa ini. Di dalamnya dijelaskan tangan Allah sesuai aqidah Ahlussunnah dan dibahas pula sifat sifat Allah dan artinya yang langsung bisa dicerna secara bahasa dan meninggalkan hal hal yang bersifat membagaimanakan.

Dalam bahasan yang bagus ini disampaikan sifat sifat Allah beserta dalilnya yang gamblang laksana bulan purnama di malam yang terang. Dan penjelasan tasbih dalam AlQuran yang semestinya kita tidak keliru dalam memahaminya. Pentingnya aqidah semestinya di nomorsatukan dalam segala pembahasan.

Simak juga video ini di: Youtube Lu’matul I’tiqad

Nama dan sifat Allah merupakan dua hal yang penting dan akan dibahas tuntas dalam kitab Lum’atul I’tiqad ini. Satu kitab yang berbicara mengenai akidah. Aqidah adalah keyakinan yang tidak boleh ditinggalkan oleh seorang muslim di manapun ia berada. Inilah pengertian aqidah yang benar, aqidah yang tidak mudah goyah oleh terpaan kondisi zaman. Contoh aqidah yang disebutkan di sini hanyalah perwakilan dari apa-apa yang diyakini oleh Ahlussunnah wal Jamaah. Jika ingin didetailkan, maka sambutlah … inilah aqidah sahabat Nabi radhiyallahu ‘anhum.

Tahukah Anda siapakah Sahabat Nabi itu? Mereka adalah murid-murid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Banyak ayat yang menyebutkan bahwa Allah memuji sahabat, yang demikian termasuk ruang lingkup aqidah Islam. Suatu bahasan yang rinci seputar aqidah Ahlussunnah wal jamaah. Sebagian orang mengira bahwa Al Jamaah adalah pecahan, padahal ia adalah Islam dan Islam adalah bersama jamaah: jamaah kaum muslimin bersama pemerintah yang sah. Inilah poin penting aqidah Islam yang banyak diselisihi oleh kaum hizbiyah seperti khawarij dan mu’tazilah.

Ahlussunnah wal jamaah adalah nisbat kepada orang orang yang memegang sunnah di masa lampau (sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in). Manhaj kenabian yang mana Rasulullah mensabdakan, “Khairunnasi qarni tsummalladzina yalunahum 3x.” Inilah rekomendasi terkait manhaj ahlussunnah wal jamaah yang semestinya dipegang oleh seseorang. Pemateri menyebutkan biografi Ibnu Qudamah sebelum pergi membahas kitabnya. Kitab ini dibawakan oleh Ustadz Afifi Abdul Wadud hafizahullah -salah seorang pengajar di Ma’had Jamilurrahman di Yogyakarta-

Tak lupa pembahasan hakikat ibadah yang agung yang tidak bercampur dengan kesyirikan, menjadi tema utama yakni tujuan ibadah para muwahid, ibadah yang ditujukan untuk Allah semata. Inilah prinsip ibadah yang pertama yang masuk ke dalam syarat ibadah yakni ikhlas kepada Allah. Termasuk ikhlas ialah seseorang berupaya meningkatkan imannya dengan cara mengenal asmaul husna dan mempelajari sifat sifat Allah yang sesuai dengan aqidah Islam; yakni aqidah yang benar dalam Islam.

Simak juga video ini di: Youtube Lu’matul I’tiqad

Iman kepada hari akhir merupakan perkara aqidah yang wajib kita imani. Iman kepada hari akhir adalah pokok pokok keyakinan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Inilah rukun iman kelima setelah iman kepada Nabi Nabi Allah. Hari Akhir disebut Yaumul Hisab ataupun Yaumul Jaza’. Hari akhir adalah hari berakhirnya dunia. Sebelum menelisik lebih jauh, ada baiknya kita mengenal dari pengertian alam kubur.

Orang-orang mengenal bahwa siksaan alam kubur dapat diindra, akhirnya mereka membuat film tentangnya. Padahal esensinya tidak sebagaimana yang mereka gambarkan. Sungguh, alam akhirat berbeda dengan alam dunia. Peristiwa bangkit dari kubur memang nyata adanya di hari akhir, bukan peristiwa horor yang hadir tiap malam Jumat laksana syuting film Horor. Peristiwa ini termasuk ranah aqidah, yang semestinya setiap orang mengembalikannya kepada dalil.

Manusia, siapapun ia akan menjumpai padang mahsyar. Padang Mahsyar adalah bumi lain yang diganti bentuk rupanya. Alam mahsyar ialah alam baru, ia terjadi setelah kehancuran dunia. Dari kajian ini terdapat hikmah beriman kepada Rasul yakni menerima berita yang datang darinya baik perkara yang sudah berlalu maupun peristiwa yang akan datang. Penjabaran lebih detail dalam kitab Muktashor fil Aqidah yang rutin dikaji ini sampai pada bab Hari Akhir. Bersama gurunda Ustadz Aris Munandar kita menyusuri pelajaran-pelajaran elok dari para salaf terkait alam akhirat.

Sekali lagi menyoal siksa kubur yang tidak bisa divisualisasikan, sebab suasana dalam kubur berbeda dengan alam dunia. Setiap hamba mendapati fitnah kubur yang menimpa dirinya berupa tiga pertanyaan dari dua Malaikat penanya: Siapa Rabbmu, Siapa Nabimu, dan Apa agamamu? Tentang Kiamat yang mengerikan ini tidak bisa dilukiskan dalam bentuk film animasi secanggih apapun teknologinya. Sebab terjadinya hari Kiamat merupakan pertanda akhirnya dunia dengan ditiupnya terompet tanda hari Kiamat oleh Malaikat Israfil. Ia memegang sangkakala. Sangkakala adalah sejenis terompet yang mempunyai suara nyaring, suatu panggilan yang menjadikan huru hara hari Kiamat pun dimulai, hari yang disebut Yaumul Baats pun tiba. Hal ini hanya akan menambah iman orang yang percaya akan hari akhir, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir … kadza wa kadza …” Hal ini sering diulang dalam beberapa redaksi hadits dengan sebab pentingnya hal tersebut.

Simak juga video ini di: Youtube Mukhtashor fil Aqidah

Iman kepada Rasul termasuk poin penting dari syahadat yang kedua. Iman kepada Rasul memiliki arti tunduk dengan apa-apa yang beliau syariatkan, “Maa aatakumurrasulu fakhuduuhu, wa maa nahaa anhu fantahuu.” Inilah sekelumit faidah dari iman kepada Rasul Allah dari masa Rasul pertama yaitu Nuh ‘alaihissalam.

Rukun iman keempat berbunyi iman kepada Rasul-Rasul Allah, dari video ini Anda akan mendapatkan hikmah diutus para Rasul secara panjang lebar. Tahukah Anda bahwa hikmah diutusnya para Nabi dan Rasul salah satunya memberi bisyarah berupa kabar gembira dengan Surga bagi mereka yang menerima seruan dakwah dan kabar buruk berupa derita Neraka bagi mereka yang enggan.

Tanpa terasa kitab Mukhtashor fil Aqidah karya Syaikh Khalid bin Ali Al-Musyaiqih yang disampaikan oleh Ustadz Aris Munandar. Di mana dalam kajian ini dijelaskan penutup para Nabi adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Darinya Anda mendapatkan adab kepada Rasulullah yang semestinya dijunjung dan mengetahui lebih banyak lagi tentang hikmah beriman kepada Rasul dan mengurai lebih dalam perihal ittiba. Ittiba adalah mengikuti Rasulullah dalam bab agama.

Dan salah satu syarat diterimanya ibadah adalah mutaba’ah. Iman kepada Rasul Rasul Allah merupakan salah satu poin penting dalam rukun Iman, hal ini ditunjukkan dari hadits tentang iman kepada Rasul. Disebutkan pula contoh contoh iman kepada Rasul, seperti tidak boleh mengikuti syariat kecuali syariat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan sedikit hal terkait hadits syafaat yang panjang.

Simak juga video ini di: Youtube Mukhtashor fil Aqidah

Sifat sifat Allah dalam Asmaul Husna disebutkan dalam beberapa pembahasan yang rinci, seperti penjabaran terkait tangan Allah, melihat Allah, & iman kepada kitab Allah … Insya Allah akan dijelaskan dalam video episode ke-30 ini. Sedikit banyak Anda akan mengetahui penjelasan dari tangan Allah bersama jamaah, yakni jamaah kaum muslimin dan bukan jamaah sempalan (yang membuat negara di dalam negara). Dalam bahasan yang dikenal dari kitab Mukhtashar fil Aqidah bersama guru kita Ustadz Aris Munandar hafizahullah.

Mengimani sifat sifat Allah melahirkan kesempurnaan dalam beribadah. Apalagi ditambah dengan penjelasan terkait sifat sifat Allah dan artinya dalam kajian yang sistematis ini. Biasanya kajian dibagi menjadi dua: bahasan seputar nama-nama Allah dan yang kedua ialah bahasan seputar sifat sifat Allah SWT (Subhanahu wa Ta’ala). Menguraikan sifat sifat Allah beserta dalilnya seperti “Laisa kamislihi syai’ wahuwas samii’ul bashiir.”

Selain menetapkan adanya sifat tangan bagi Allah dan tanpa membagaimanakannya. Lalu kita beralih kepada menetapkan melihat Allah. Terjadi silang pendapat di sini, apakah melihat Allah di dunia ataukah melihat Allah di akhirat. Yang pertama sepakat bahwa Allah tidak bisa dilihat di dunia, sedangkan yang kedua terjadi khilaf (melihat Allah di Surga): apakah Allah dilihat dengan mata kepala atau dengan mata batin manusia. Melihat Allah di akhirat banyak dijelaskan dalam banyak hadits yang diselisihi para ahlul bid’ah. Dan mengenali tasybih dalam AlQuran seperti apa bentuknya.

Dan poin terakhir dalam bahasan ini ialah iman kepada kitab Allah rukun iman yang ketiga dan disajikan dengan baik terkait hikmah iman kepada kitab-kitab Allah yang dikenal dengan nama Taurat, Injil, Zabur, dan disempurnakan dengan Al-Qur’an. Iman kepada Allah tidak akan sempurna kecuali dengan mempelajari tauhid asma wa sifat secara mendetail, karena banyak orang yang menyimpang, dengan sebab tidak mempelajarinya.

Simak juga video ini di: Youtube Mukhtashor fil Aqidah

Video kajian Kitab Matan Abu Syuja kali ini masih membahas bab sholat, yaitu tata cara sholat gerhana matahari dan bulan dan tata cara sholat istisqo. Shalat gerhana ada dua yaitu shalat gerhana bulan ( sholat gerhana bulan ) dan sholat gerhana matahari. Bacaan sholat gerhana matahari dibaca sirr, sedangkan bacaan sholat gerhana bulan dibaca secara jahr. Shalat istisqa adalah shalat minta hujan. Di dalam rangkaian sholat istisqo terdapat khutbah sholat istisqo. Sholat gerhana hukumnya sunnah muakkadah sedangkan shalat istisqa hukumnya sunnah. wallahu a’lam.

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat, keistiqomahan dalam beramal sholeh. aamiin..

Simak juga videonya di: Youtube Matan Abi Syuja

الفوائد المرضية
الدرس الخامس عشر

– باب الحج
– فروض الحج
– فروض الطواف
– فروض السعي

٣٠ ربيع الأول ١٤٤١
معهد سلمان الفارسي الإسلامي

Playlist Youtube: www.youtube.com/playlist

1 229 230 231 232 233 334