الفوائد المرضية
الدرس السادس
– شروط التيمم
– طلب الماء حالة التيقن والظن
– جواز التيمم للبرد
٢٧ ربيع الأول ١٤٤١
معهد سلمان الفارسي الإسلامي
الفوائد المرضية
الدرس الخامس
– تخلل الخمر
– انواع النجاسات
– كيفية تطهير المتنجس
– فروض التيمم
– شروط التيمم
٢٧ ربيع الأول ١٤٤١
معهد سلمان الفارسي الإسلامي
الفوائد المرضية
الدرس الرابع
– الماء القلتين والماء النجس
– النجاسات
٢٧ ربيع الأول ١٤٤١
معهد سلمان الفارسي الإسلامي
الفوائد المرضية
الدرس الثالث
– شروط الطهارة عن الحدث الأصغر والأكبر
– أنواع المياه
– ينجس الماء القليل بمجرد وقوع النجاسة
في هذه الفرصة سنتعلم فقه الشافعية عن الطهارة من الجنابة عند مذهب الشافعية. من بعضها سنتعلم شروط الطهارة عند الرجال والنساء و شروط الطهارة من الحدث الأكبر و الحدث الأصغر ، و انواع المياه.
عرفنا أن يكون الماء الطهور والماء النجس. المياه على أربعة أقسام : الماء المطلق (الماء الطاهر المطهر غير مكروه) ، الماء المستعمل ، الماء الشمس ، و الماء النجس.
٢٦ ربيع الأول ١٤٤١
معهد سلمان الفارسي الإسلامي
الفوائد المرضية
الدرس الثاني
– نواقض الوضوء
– ما يحرم على المحدث
– آداب قضاء الحاجة
– ما يوجب الغسل
– فروض الغسل / فرائض الغسل
تعلم الوضوء والصلاة واجب. بما في ذلك طريقة الوضوء الصحيح و نواقض الوضوء و ما الذي ينقض الوضوء و فروض الغسل أو فرائض الغسل.
ما الذي ينقض الوضوء عند مذهب الشافعية ؟ نواقض الوضوء عند مذهب الشافعي ستة أشياء. من بعضها ما خرج من السبيلين و لمس الرجل المرأة الأجنبية من غير حائل. هل النوم نقض الوضوء؟
٢٦ ربيع الأول ١٤٤١
معهد سلمان الفارسي الإسلامي
الفوائد المرضية شرح المختصر اللطيف
الدرس الأوّل
– المقدّمة
– فروض الوضوء
– سنن الوضوء
فروض الوضوء وسننه
يبدأ الدرس الأول تعلم الوضوء والصلاة . سيبين فروض الوضوء و سنن الوضوء الصحيح في مذهب الشافعية خاصة. نتعلم فروض الوضوء ستة أشياء : النية عند غسل الوجه ، غسل الوجه ، غسل اليدين مع المرفقين ، مسح بعض الرأس ، غسل الرجلين مع الكعبين ، الترتيب .
سنن الوضوء من بعضها السواك ، التسمية ، غسل الكفين ، المضمضة ، و الاستنشاق .
٢٦ ربيع الأول ١٤٤١
معهد سلمان الفارسي الإسلامي
Rajah dalam Islam sama sekali tidak dibenarkan, sebab ia termasuk menggantungkan sesuatu yang bukan sebab menjadi sebab. Inilah kesyirikan yang terjadi dari masa ke masa. Syirik artinya menyekutukan Allah dalam hal ibadah. Jika ada pernyataan jimat Islam diperbolehkan, barangkali bisa dirinci. Jika yang dimaukan adalah menempelkan ayat ayat Al Quran kepada tubuh yang sakit, maka terjadi silang pendapat di dalamnya. Akan tetapi jika yang digunakan adalah lafadz lafadz yang tidak dikenal maknanya berupa ayat terbalik atau huruf hijaiyah yang tidak ada maknanya, maka yang seperti ini hendaknya untuk dijauhi. Inilah fenomena kesyirikan yang terangkum dalam bahasan menarik 4 Kaidah Mengenal Kesyirikan yang dibawakan oleh Ustadz Abu Isa hafizahullah.
Masih melanjutkan pembahasan dari kitab Al Qawaidul Arba’. Syahadat artinya persaksian atas keesaan Allah, yang diungkapkan dengan lafal Laa ilaaha illallah; tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Allah. Dan bahasan terbaik seputar rukun Islam. Memahami rukun Islam dan rukun iman bersama pakarnya akan menentramkan hati, padanya dibacakan ayat ayat dari Kitabullah dan sunnah Rasulullah. Dan suatu PR bagi para duat ialah adanya upaya melestarikan kepercayaan nenek moyang yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Seperti memberi sesaji untuk penunggu lautan, memberi sajen kepada pohon keramat, etc. Kita bukannya tidak menghargai keberadaan nenek moyang, melainkan menghormati terhadap apa yang pantas mereka terima berupa kesyukuran kepada Allah atas perjuangan mereka dalam babat alas di bumi persada. Inilah agama para Nabi dan Rasul yang asasnya adalah tauhid.
Sekarang, mari kita tinjau hukum ziarah kubur menurut Islam, adakah tuntunan Islam di dalamnya? Ziarah kubur bertujuan dalam rangka mengingatkan kematian bagi para pengunjungnya. Adapun menjadikan kuburan sebagai sesembahan sama sekali tidak dibenarkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan, “Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai masjid.” Maka bagaimana halnya mereka yang menyengaja ke makam Rasulullah bukan dalam rangka haji atau umrah?!? Sungguh, nestapa ngalap berkah di makam keramat sudah menjadi hal yang wajar di tengah tengah kaum muslimin. Tauhid adalah menyembah Allah dengan semurni-murninya, bukan menjadikan si Fulan atau Alan sebagai sekutu bagi Allah. Mereka tidak sedang menyembah selain Allah, melainkan minta sebagai perantara saja, inilah syubhat yang digulirkan musyrikin dari masa ke masa. Musyrik adalah lawan kata dari muslim. Sungguh, sekalipun itu syirik khafi, dikhawatirkan menuju syirik yang akbar. Bahaya syirik sudah mencapai status siaga satu: Darurat Tauhid! Mari kita amalkan syahadatain (dua kalimah syahadat) dengan sebenar benarnya. Mari wujudkan tauhid yang murni untuk-Nya.
Tauhid adalah dakwah memurnikan ibadah hanya untuk Allah semata. Dan dikenal darinya macam macam tauhid yang tiga: tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhid asma wa shifat. Inilah penjelasan ilmiah materi tauhid yang disarikan dari kitab Al Qawaidul Arba’. Yang mana banyak dari pertanyaan tentang tauhid diulas di sini. Sungguh, suatu kesempatan yang mulia saat kita mulai mempelajari tauhid, ilmu yang mengantarkan seseorang menuju Allah. Dan inilah cakupan atau ruang lingkup tauhid yang diingkari oleh kaum musyrikin, mereka yang tidak rela jika ilah hanya satu saja, “Aja’alal aalihah ilaahaw wahida? inna hadza syai’un ujaab.”
Tauhid rububiyah adalah meyakini bahwa Allah Maha Mengatur, mencipta, dan memberikan rezeki. Sering digandengkan antara bahasan tauhid rububiyah dan tauhid uluhiyah dalam satu pendalaman materi karena keterkaitannya. Lawan dari tauhid yakni syirik. Syirik artinya menyekutukan Allah dalam peribadatan. Kita mengenal macam macam syirik ada dua yaitu syirik besar dan syirik kecil. Dan pada bahasan lalu kita telah menguraikan apa itu syafaat. Syafaat adalah perantaraan yang terangkum dalam video 4 kaidah mengenal kesyirikan episode 04 yang telah lewat: https://youtu.be/EmG7n3NkfyM. Yang mana dalam bahasan tersebut, mendetailkan penjelasan akan syafaat Nabi atau syafaatul uzhma. Juga menjelaskan tentang syafaat Al Quran di alam kubur yang diterima shahibul Quran dan paparan contoh aqidah lainnya.
Ustadz Abu Isa hafizahullah menjelaskan panjang lebar apa itu syirik akbar yang telah mencemari nama baik tauhid atas dalih syafaat? Musyrik tetaplah musyrik kecuali ia bertaubat. Musyrik adalah sebutan bagi mereka yang menyekutukan Allah. Dan yang patut diwaspadai ialah hadirnya syirik khafi dalam setiap amalan hamba. Bahaya syirik tidak hanya satu atau dua saja. Banyak dan tidak terhitung. Salah satu contoh kesyirikan ialah melestarikan kepercayaan nenek moyang yang jelas jelas berseberangan dengan nilai nilai tauhid seperti membuat sesajen untuk penunggu pohon keramat, dan sejenisnya. Inilah kesyirikan yang ditentang oleh para Nabi, salah satu asas dakwah atau agama para Nabi dan Rasul adalah tauhid. Jika seorang tauhidnya sudah menjadi kuat, maka dengan penuh keimanan saat ia membaca hukum ziarah kubur menurut Islam akan menerima dengan lapang dada. Banyak yang mengidentikkan sirik dengan syirik, jelas kedua istilah yang berbeda, yang pertama bermakna iri, sedangkan yang kedua bermakna menyekutukan.
Syafaat adalah perantaraan. Inilah kelanjutan 4 Kaidah Mengenal Kesyirikan yang sempat tayang di chanel Yufid TV dan kali ini Ustadz Abu Isa hafizahullah kembali membahasnya. Syafaat artinya pertolongan pihak ketiga kepada pihak yang membutuhkannya dalam rangka memberikan suatu manfaat atau menolak suatu mudharat. Dan bentuk syafaat ada banyak, di antaranya syafaat Al Quran yang khusus bagi Ahlul Quran sewaktu di dunia berhias dengannya (membaca dan mentadaburinya), ada pula syafaat Nabi, bagi mereka yang ittiba sewaktu di dunia, serta syafaat Al Quran di alam kubur.
Pembahasan seperti ini membutuhkan keimanan, iman kepada Nabi dan Rasul yang membawa risalah hingga ke tangan manusia; ada mereka yang beriman dan ada mereka yang enggan. Tauhid adalah intisari dakwah para Nabi dan Rasul. Penyebutan macam macam tauhid menjadi tiga adalah berdasarkan penelitian sebagaimana diungkap oleh Syaikh Nu’man Al Watr dalam kitabnya Tuhfatul Murid. Materi tauhid akan menjadi kokoh bagi seseorang manakala ia terus mendalaminya. Adanya pertanyaan tentang tauhid akan mengasah ketajaman berpikirnya. Memahami ruang lingkup tauhid akan bermanfaat bagi seorang ahli tauhid.
Saat masuk kepada pembahasan tauhid rububiyah, tauhid rububiyah adalah mengesakan Allah di dalam peribadatan. Seorang akan mudah memahami siapakah mereka yang disebut musyrik dan siapa pula yang pantas disebut muwahid. Musyrik adalah pelaku kemusyrikan baik ia ada di zaman dahulu maupuh zaman sekarang, meski ada yang merubah namanya, jika hakekatnya sama, maka akan diketahui dengan mudah. Bahaya syirik bagi kehidupan seorang muslim sangat perlu untuk diantisipasi (bahasa lainnya: sangat urgen!) Karena banyak pelaku kesyirikan berdalih dengan melestarikan kepercayaan nenek moyang, akhirnya mereka terjatuh dan jatuh.
Banyak yang tidak menyadari saat ziarah kubur mulai menjamur, maka mari kita berkaca pada hukum ziarah kubur menurut Islam yang mana pada dasarnya hanya untuk mengingat mati, lalu berubah menjadi tren berupa wisata religi. Jika hanya ingat mati, maka bisa dilakukan di pemakaman mana saja, tanpa harus mengkhususkannya dengan rihlah yang sangat dipersiapkan kepergiannya. Bukankah ini menyelisihi agama para Nabi dan Rasul yang mereka menjauhkan umat dari syirik akbar dan melakukan upaya preventif dari menanggulangi syirik kecil dan memberantas ajaran nenek moyang yang tidak selaras dengan nilai-nilai Islam, utamanya pembahasan syafa’at di sisi mereka (musyrikin) yang berbeda dengan pemahaman syafa’at di sisi kaum muslimin.
Iman kepada takdir merupakan salah satu rukun Iman dalam Islam. Kita bisa memetik pelajaran dari ayat alquran tentang takdir dan hadits tentang takdir yang menjelaskan contoh sikap menerima takdir Allah dan bahaya mengingkari takdir Allah. Penjelasan tentang takdir di antaranya dapat kita peroleh dari kandungan surat al hadid ayat 22 yaitu bahwa tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada seseorang melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Allah menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Semua terjadi atas kehendak Allah namun kita tidak boleh pasrah menerima takdir Allah tanpa melakukan ikhtiyar.
Semoga Allah menganugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat, keistiqomahan dalam beramal sholeh. aamiin..
Simak juga video-video bermanfaat lainnya dari channel yufid edu dan jangan lupa SUBSCRIBE agar memperoleh update video Kajian Masail Jahiliyyah yang membahas Kitab Masail Jahiliyah. SHARE kepada keluarga, kerabat, saudara, dan kawan Anda agar makin banyak yang tahu tentang Islam. Jazaakumullahu khairan