Kajian Kitab: Al-Mukhtashor fi Al-Aqidah 30 – Ustadz Aris Munandar

Sifat sifat Allah dalam Asmaul Husna disebutkan dalam beberapa pembahasan yang rinci, seperti penjabaran terkait tangan Allah, melihat Allah, & iman kepada kitab Allah … Insya Allah akan dijelaskan dalam video episode ke-30 ini. Sedikit banyak Anda akan mengetahui penjelasan dari tangan Allah bersama jamaah, yakni jamaah kaum muslimin dan bukan jamaah sempalan (yang membuat negara di dalam negara). Dalam bahasan yang dikenal dari kitab Mukhtashar fil Aqidah bersama guru kita Ustadz Aris Munandar hafizahullah.

Mengimani sifat sifat Allah melahirkan kesempurnaan dalam beribadah. Apalagi ditambah dengan penjelasan terkait sifat sifat Allah dan artinya dalam kajian yang sistematis ini. Biasanya kajian dibagi menjadi dua: bahasan seputar nama-nama Allah dan yang kedua ialah bahasan seputar sifat sifat Allah SWT (Subhanahu wa Ta’ala). Menguraikan sifat sifat Allah beserta dalilnya seperti “Laisa kamislihi syai’ wahuwas samii’ul bashiir.”

Selain menetapkan adanya sifat tangan bagi Allah dan tanpa membagaimanakannya. Lalu kita beralih kepada menetapkan melihat Allah. Terjadi silang pendapat di sini, apakah melihat Allah di dunia ataukah melihat Allah di akhirat. Yang pertama sepakat bahwa Allah tidak bisa dilihat di dunia, sedangkan yang kedua terjadi khilaf (melihat Allah di Surga): apakah Allah dilihat dengan mata kepala atau dengan mata batin manusia. Melihat Allah di akhirat banyak dijelaskan dalam banyak hadits yang diselisihi para ahlul bid’ah. Dan mengenali tasybih dalam AlQuran seperti apa bentuknya.

Dan poin terakhir dalam bahasan ini ialah iman kepada kitab Allah rukun iman yang ketiga dan disajikan dengan baik terkait hikmah iman kepada kitab-kitab Allah yang dikenal dengan nama Taurat, Injil, Zabur, dan disempurnakan dengan Al-Qur’an. Iman kepada Allah tidak akan sempurna kecuali dengan mempelajari tauhid asma wa sifat secara mendetail, karena banyak orang yang menyimpang, dengan sebab tidak mempelajarinya.

Simak juga video ini di: Youtube Mukhtashor fil Aqidah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *