Category : Video

Pada Rambu-Rambu Bid’ah episode ke-14 ini kita akan membahas tentang ibadah yang disyariatkan secara umum dan global bukan berarti menunjukkan kalau dia disyariatkan jika dilakukan secara spesifik dan khusus.

Berikut pengertian ibadah:

“Ibadah adalah istilah yang digunakan untuk menyebut semua yang dicintai dan diridhai oleh Allah, baik berupa ucapan, atau perbuatan, yang dzahir maupun batin”.
(lihat Risalah al-Ubudiyah, Hal. 2)

Saudaraku -semoga kita semua selalu mendapatkan taufik Allah-, sering kali kita mendengar kata bid’ah, baik dalam ceramah maupun dalam untaian hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Namun, tidak sedikit di antara kita belum memahami dengan jelas apa yang dimaksud dengan bid’ah sehingga sering kali salah memahami hal ini. Bahkan perkara yang sebenarnya bukan bid’ah kadang dinyatakan bid’ah atau sebaliknya.

Pakar Bahasa, al-Fairuz Abadi rahimahullah berkata mengenai pengertian bidah,

“Sesuatu yang baru (dibuat-buat) dalam masalah agama tanpa adanya dalil”.
(lihat Qawa’id Ma’rifatil Bida’, Hal. 8, Syamilah)

Jika kita melakukan suatu amalan dan kita pikir amalan tersebut adalah amalan yang baik namun tidak memiliki dasar dalam Islam dan menyelisihi sunnah maka amalan tersebut termasuk amalan yang tertolak dalam Islam.

Hadits tentang bidah yang paling populer penyebutannya berada dalam kitab Arba’in Nawawiyah (hadits ke-5). Para ulama ada yang membagi bid’ah (bid’ah terbagi lima dalam rangka memudahkan pemahaman penuntut ilmu dan bukan dalam rangka menetapkan akan bolehnya).

Hadits adalah sesuatu yang dinisbahkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik berupa ucapan, perbuatan, persetujuan, atau sifat beliau. Kita akan mendapati kumpulan hadits yang shahih baik Hadits Bukhari maupun Hadits Muslim dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim (Shahihain) karena kedua kitab hadits tersebut adalah kitab hadits yang paling shahih.

Saat ini telah ada Syarah Hadits Arbain Nawawi. Kitab tersebut merupakan penjelasan dari hadits Arbain Nawawi. Di antara ulama yang mensyarahkan hadits Arbain Nawawi yaitu Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah.

Berikut penjelasan mengenai pengertian bidah dalam hadits riwayat Bukhari maupun hadits riwayat Muslim yang merupakan kumpulan hadits shahih.

Amalan bid’ah dalam agama itu tertolak. Dalam Hadits Bukhari Muslim diriwayatkan bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Siapa yang melakukan amalan baru (dalam syariat kami) yang mana amalan baru ini bukanlah bagian dari agama maka apa yang ia rekayasa tertolak.

Dalam Hadits Muslim diriwayatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak berdasarkan perintah dari kami, maka amalan tersebut tertolak.

Inilah Kitab Mi’yarul Bid’ah (Rambu-Rambu; vonis dan label Bid’ah) yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Husain al-Jizani.

Bagaimana bidah dalam Islam itu? Dalam kajian ini, Anda akan diajak untuk mengenal seluk beluk bidah; pengertian bidah, hadits tentang bidah, macam bidah, bidah hasanah atau bidah mahmudah, pembagian bidah menurut aswaja, dan masih banyak lagi.

Kita pernah mendengar dalam fiqih ibadah tentang ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah. Tahukah Anda? Ternyata ada ibadah yang disyariatkan secara umum dan global bukan berarti menunjukkan kalau dia disyariatkan jika dilakukan secara spesifik dan khusus.

Seperti apakah ibadah tersebut?

Yuk, simak selengkapnya dalam video berikut.

Contoh bid’ah yang merebak di masyarakat tidak hanya satu jumlahnya. Itulah detik-detik sunnah-sunnah mulai menghilang, “Apabila tumbuh satu bid’ah, maka akan mati satu sunnah” Sebuah keprihatinan massal! Urutan maqashid (maqashid syari’ah) bukan tanpa makna. Justru dengan mengenal maqashid syari’ah berikut contoh maqashid syari’ah kita akan semakin mengenal dan lebih dekat dengan aturan-aturan syari’at. Lebih friendly lah … gak cepet memvonis ini berat atau itu berat. Baik dan buruk itu menurut syariat, bukan kadar berat atau tidaknya saat mengamalkan suatu perintah syari’at.

Bid’ah dalam Islam sudah diperingatkan oleh Rasulullah dengan ancaman beliau, “Kullu bid’ah dhalalah”. Ini bukan khurafat (khayalan) para pemuka agama. Bid’ah itu adalah perusak terbesar bagi suatu masyarakat. Khazanah Islam akan menjadi kacau karenanya, sebab bid’ah mencemari keotentikan agama.

Pencarian terkait: agama dan budaya, agama yang paling benar menurut para ahli, arti syariat, budaya islam, tentang agama islam, hadits bid’ah, definisi hadits.

Pada Rambu-Rambu Bid’ah episode ke-12 ini kita akan membahas tentang ibadah yang mentaqyid dan ibadah yang mutlak.

Berikut pengertian ibadah:

“Ibadah adalah istilah yang digunakan untuk menyebut semua yang dicintai dan diridhai oleh Allah, baik berupa ucapan, atau perbuatan, yang dzahir maupun batin”.
(lihat Risalah al-Ubudiyah, Hal. 2)

Saudaraku -semoga kita semua selalu mendapatkan taufik Allah-, sering kali kita mendengar kata bid’ah, baik dalam ceramah maupun dalam untaian hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Namun, tidak sedikit di antara kita belum memahami dengan jelas apa yang dimaksud dengan bid’ah sehingga sering kali salah memahami hal ini. Bahkan perkara yang sebenarnya bukan bid’ah kadang dinyatakan bid’ah atau sebaliknya.

Pakar Bahasa, al-Fairuz Abadi rahimahullah berkata mengenai pengertian bidah,

ما أحدث في الدين من غير دليل

“Sesuatu yang baru (dibuat-buat) dalam masalah agama tanpa adanya dalil”
(lihat Qawa’id Ma’rifatil Bida’, Hal. 8, Syamilah)

Jika kita melakukan suatu amalan dan kita pikir amalan tersebut adalah amalan yang baik namun tidak memiliki dasar dalam Islam dan menyelisihi sunnah maka amalan tersebut termasuk amalan yang tertolak dalam Islam.

Hadits tentang bidah yang paling populer penyebutannya berada dalam kitab Arba’in Nawawiyah (hadits ke-5). Para ulama ada yang membagi bid’ah (bid’ah terbagi lima dalam rangka memudahkan pemahaman penuntut ilmu dan bukan dalam rangka menetapkan akan bolehnya).

Hadits adalah sesuatu yang dinisbahkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik berupa ucapan, perbuatan, persetujuan, atau sifat beliau. Kita akan mendapati kumpulan hadits yang shahih baik Hadits Bukhari maupun Hadits Muslim dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim (Shahihain) karena kedua kitab hadits tersebut adalah kitab hadits yang paling shahih.

Saat ini telah ada Syarah Hadits Arbain Nawawi. Kitab tersebut merupakan penjelasan dari hadits Arbain Nawawi. Di antara ulama yang mensyarahkan hadits Arbain Nawawi yaitu Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah.

Berikut penjelasan mengenai pengertian bidah dalam hadits riwayat Bukhari maupun hadits riwayat Muslim yang merupakan kumpulan hadits shahih.

Amalan bid’ah dalam agama itu tertolak. Dalam Hadits Bukhari Muslim diriwayatkan bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Siapa yang melakukan amalan baru (dalam syariat kami) yang mana amalan baru ini bukanlah bagian dari agama maka apa yang ia rekayasa tertolak.

Dalam Hadits Muslim diriwayatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak berdasarkan perintah dari kami, maka amalan tersebut tertolak.

Inilah Kitab Mi’yarul Bid’ah (Rambu-Rambu; vonis dan label Bid’ah) yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Husain al-Jizani.

Bagaimana bidah dalam Islam itu? Adakah bidah Islam? Dalam kajian ini, Anda akan diajak untuk mengenal seluk beluk bidah; pengertian bidah, hadits tentang bidah, macam bidah, bidah hasanah atau bidah mahmudah, pembagian bidah menurut aswaja, dan masih banyak lagi

Kita pernah mendengar dalam fiqih ibadah tentang ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah. Tahukah Anda? Ternyata ada ibadah yang mentaqyid dan ibadah yang mutlak.

Apa saja ibadah yang mentaqyid dan ibadah yang mutlak tersebut?

Pada Rambu-Rambu Bid’ah episode ke-12 ini kita akan membahas tentang ibadah yang mentaqyid dan ibadah yang mutlak.

Berikut pengertian ibadah:

“Ibadah adalah istilah yang digunakan untuk menyebut semua yang dicintai dan diridhai oleh Allah, baik berupa ucapan, atau perbuatan, yang dzahir maupun batin”.
(lihat Risalah al-Ubudiyah, Hal. 2)

Saudaraku -semoga kita semua selalu mendapatkan taufik Allah-, sering kali kita mendengar kata bid’ah, baik dalam ceramah maupun dalam untaian hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Namun, tidak sedikit di antara kita belum memahami dengan jelas apa yang dimaksud dengan bid’ah sehingga sering kali salah memahami hal ini. Bahkan perkara yang sebenarnya bukan bid’ah kadang dinyatakan bid’ah atau sebaliknya.

Pakar Bahasa, al-Fairuz Abadi rahimahullah berkata mengenai pengertian bidah,

ما أحدث في الدين من غير دليل

“Sesuatu yang baru (dibuat-buat) dalam masalah agama tanpa adanya dalil”
(lihat Qawa’id Ma’rifatil Bida’, Hal. 8, Syamilah)

Jika kita melakukan suatu amalan dan kita pikir amalan tersebut adalah amalan yang baik namun tidak memiliki dasar dalam Islam dan menyelisihi sunnah maka amalan tersebut termasuk amalan yang tertolak dalam Islam.

Hadits tentang bidah yang paling populer penyebutannya berada dalam kitab Arba’in Nawawiyah (hadits ke-5). Para ulama ada yang membagi bid’ah (bid’ah terbagi lima dalam rangka memudahkan pemahaman penuntut ilmu dan bukan dalam rangka menetapkan akan bolehnya).

Hadits adalah sesuatu yang dinisbahkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik berupa ucapan, perbuatan, persetujuan, atau sifat beliau. Kita akan mendapati kumpulan hadits yang shahih baik Hadits Bukhari maupun Hadits Muslim dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim (Shahihain) karena kedua kitab hadits tersebut adalah kitab hadits yang paling shahih.

Saat ini telah ada Syarah Hadits Arbain Nawawi. Kitab tersebut merupakan penjelasan dari hadits Arbain Nawawi. Di antara ulama yang mensyarahkan hadits Arbain Nawawi yaitu Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah.

Berikut penjelasan mengenai pengertian bidah dalam hadits riwayat Bukhari maupun hadits riwayat Muslim yang merupakan kumpulan hadits shahih.

Amalan bid’ah dalam agama itu tertolak. Dalam Hadits Bukhari Muslim diriwayatkan bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Siapa yang melakukan amalan baru (dalam syariat kami) yang mana amalan baru ini bukanlah bagian dari agama maka apa yang ia rekayasa tertolak.

Dalam Hadits Muslim diriwayatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak berdasarkan perintah dari kami, maka amalan tersebut tertolak.

Inilah Kitab Mi’yarul Bid’ah (Rambu-Rambu; vonis dan label Bid’ah) yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Husain al-Jizani.

Bagaimana bidah dalam Islam itu? Adakah bidah Islam? Dalam kajian ini, Anda akan diajak untuk mengenal seluk beluk bidah; pengertian bidah, hadits tentang bidah, macam bidah, bidah hasanah atau bidah mahmudah, pembagian bidah menurut aswaja, dan masih banyak lagi

Kita pernah mendengar dalam fiqih ibadah tentang ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah. Tahukah Anda? Ternyata ada ibadah yang mentaqyid dan ibadah yang mutlak.

Apa saja ibadah yang mentaqyid dan ibadah yang mutlak tersebut?

Ijtihad menjadi dalih saat terjadi khilaf. Khilaf dalam Islam itu ada yang bisa diterima dan ada yang tidak. Satu hal yang harus kita ketahui bahwa madzhab fiqih yang ada tidak mengajarkan taqlid pada hasil ijtihadnya. Oleh karenanya, membangkai ragam beda pendapat (ikhtilaf) dalam rumah fiqih adalah wacana yang bagus!

Dalam khasanah fikih, kita akan menemukan fungsi ijtihad; dalil ijtihad; pengertian ijtihad; ijtihad adalah; metode ijtihad; qiyas; ijma; mujtahid; tajdid; bid’ah hasanah; amalan bid’ah; contoh bid’ah; bid’ah itu apa sih; tajdid; ahmad deedat; aqidah; dan yang terkait dengannya … diungkap dengan pendalaman materi yang cukup menawan dalam kajian video ini. Semoga bermanfaat bagi kaum muslimin di manapun Anda berada!

Ijtihad kadang menjadi dalih untuk pembenaran bid’ah. Bid’ah adalah sesuatu yang dinisbatkan kepada agama padahal agama berlepas diri darinya. Bid’ah hakikiyah ini berbeda dengan bid’ah idhafiyah (yang satu ada dasarnya, adapaun yang satu … jelas tidak ada dasarnya, tapi sama-sama bid’ah nya).

Bid’ah secara tidak langsung menolak Qur’an Surat al-Maidah: 3, “Alyauma akmaltu lakum dinakum wa atmamtu alaikum ni’maty wa radhiitulakum islaama diina”

Kita tidak sedang membicarakan tahlil; wahabi; yasinan; qunut; salafi; dan yang terkait. Tapi fokus kepada kaidah-kaidah yang bermanfaat yang mengupas tuntas tentang bid’ah; bid’ah hasanah; amalan bid’ah; contoh bid’ah; ijma’; qiyas; mujtahid; masalah khilafiyah; contoh ijtihad; metode ijtihad; tajdid; perdebatan antara bid’ah versus sunnah; dan yang terkait.

Harapan kami, semoga Anda menjadi orang yang faqih dan mampu membendung rongrongan yang merusak aqidah baik yang kita sadari maupun tidak.

Pada Rambu-Rambu Bid’ah episode ke-10 ini kita akan membahas tentang sejumlah ketentuan hukum seputar masalah ijtihadiyah.

Betapa banyak orang yang terjatuh ke dalam bid’ah karena memposisikan dirinya sebagai mujtahid, padahal sama sekali mereka tidak memahami metode ijtihad yang benar. Sehingga ia memahami mengenai dalil ijtihad atau dasar hukum ijtihad tidak sebagaimana semestinya. Maka sungguh mereka telah melakukan bentuk ijtihad yang keliru.

Saudaraku -semoga kita semua selalu mendapatkan taufik Allah-, sering kali kita mendengar kata bid’ah, baik dalam ceramah maupun dalam untaian hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Namun, tidak sedikit di antara kita belum memahami dengan jelas apa yang dimaksud dengan bid’ah sehingga sering kali salah memahami hal ini. Bahkan perkara yang sebenarnya bukan bid’ah kadang dinyatakan bid’ah atau sebaliknya.

Pakar Bahasa, al-Fairuz Abadi rahimahullah berkata mengenai pengertian bidah,

ما أحدث في الدين من غير دليل

“Sesuatu yang baru (dibuat-buat) dalam masalah agama tanpa adanya dalil”.
(lihat Qawa’id Ma’rifatil Bida’, Hal. 8, Syamilah)

Jika kita melakukan suatu amalan dan kita pikir amalan tersebut adalah amalan yang baik namun tidak memiliki dasar dalam Islam dan menyelisihi sunnah maka amalan tersebut termasuk amalan yang tertolak dalam Islam.

Hadits tentang bidah yang paling populer penyebutannya berada dalam kitab Arba’in Nawawiyah (hadits ke-5). Para ulama ada yang membagi bid’ah (bid’ah terbagi lima dalam rangka memudahkan pemahaman penuntut ilmu dan bukan dalam rangka menetapkan akan bolehnya).

Hadits adalah sesuatu yang dinisbahkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik berupa ucapan, perbuatan, persetujuan, atau sifat beliau. Kita akan mendapati kumpulan hadits yang shahih baik Hadits Bukhari maupun Hadits Muslim dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim (Shahihain) karena kedua kitab hadits tersebut adalah kitab hadits yang paling shahih.

Saat ini telah ada Syarah Hadits Arbain Nawawi. Kitab tersebut merupakan penjelasan dari hadits Arbain Nawawi. Di antara ulama yang mensyarahkan hadits Arbain Nawawi yaitu Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah.

Berikut penjelasan mengenai pengertian bidah dalam hadits riwayat Bukhari maupun hadits riwayat Muslim yang merupakan kumpulan hadits shahih.

Amalan bid’ah dalam agama itu tertolak. Dalam Hadits Bukhari Muslim diriwayatkan bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Siapa yang melakukan amalan baru (dalam syariat kami) yang mana amalan baru ini bukanlah bagian dari agama maka apa yang ia rekayasa tertolak.

Dalam Hadits Muslim diriwayatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak berdasarkan perintah dari kami, maka amalan tersebut tertolak.

Inilah Kitab Mi’yarul Bid’ah (Rambu-Rambu; vonis dan label Bid’ah) yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Husain al-Jizani. Buku ini termasuk lanjutan dari kitab sebelumnya (Qawa’id Ma’rifatil Bid’ah) saat Ramadhan tahun lalu.

Bagaimana bidah dalam Islam itu? Adakah bidah Islam? Dalam kajian ini, Anda akan diajak untuk mengenal seluk beluk bidah; pengertian bidah, hadits tentang bidah, macam bidah, bidah hasanah atau bidah mahmudah, pembagian bidah menurut aswaja, contoh bidah, amalan bid’ah, ahlul bidah atau ahli bidah, dan masih banyak lagi.

Pada Rambu-Rambu Bid’ah episode ke-10 ini kita akan membahas tentang sejumlah ketentuan hukum seputar masalah ijtihadiyah.

Betapa banyak orang yang terjatuh ke dalam bid’ah karena memposisikan dirinya sebagai mujtahid, padahal sama sekali mereka tidak memahami metode ijtihad yang benar. Sehingga ia memahami mengenai dalil ijtihad atau dasar hukum ijtihad tidak sebagaimana semestinya. Maka sungguh mereka telah melakukan bentuk ijtihad yang keliru.

Saudaraku -semoga kita semua selalu mendapatkan taufik Allah-, sering kali kita mendengar kata bid’ah, baik dalam ceramah maupun dalam untaian hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Namun, tidak sedikit di antara kita belum memahami dengan jelas apa yang dimaksud dengan bid’ah sehingga sering kali salah memahami hal ini. Bahkan perkara yang sebenarnya bukan bid’ah kadang dinyatakan bid’ah atau sebaliknya.

Pakar Bahasa, al-Fairuz Abadi rahimahullah berkata mengenai pengertian bidah,

ما أحدث في الدين من غير دليل

“Sesuatu yang baru (dibuat-buat) dalam masalah agama tanpa adanya dalil”.
(lihat Qawa’id Ma’rifatil Bida’, Hal. 8, Syamilah)

Jika kita melakukan suatu amalan dan kita pikir amalan tersebut adalah amalan yang baik namun tidak memiliki dasar dalam Islam dan menyelisihi sunnah maka amalan tersebut termasuk amalan yang tertolak dalam Islam.

Hadits tentang bidah yang paling populer penyebutannya berada dalam kitab Arba’in Nawawiyah (hadits ke-5). Para ulama ada yang membagi bid’ah (bid’ah terbagi lima dalam rangka memudahkan pemahaman penuntut ilmu dan bukan dalam rangka menetapkan akan bolehnya).

Hadits adalah sesuatu yang dinisbahkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik berupa ucapan, perbuatan, persetujuan, atau sifat beliau. Kita akan mendapati kumpulan hadits yang shahih baik Hadits Bukhari maupun Hadits Muslim dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim (Shahihain) karena kedua kitab hadits tersebut adalah kitab hadits yang paling shahih.

Saat ini telah ada Syarah Hadits Arbain Nawawi. Kitab tersebut merupakan penjelasan dari hadits Arbain Nawawi. Di antara ulama yang mensyarahkan hadits Arbain Nawawi yaitu Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah.

Berikut penjelasan mengenai pengertian bidah dalam hadits riwayat Bukhari maupun hadits riwayat Muslim yang merupakan kumpulan hadits shahih.

Amalan bid’ah dalam agama itu tertolak. Dalam Hadits Bukhari Muslim diriwayatkan bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Siapa yang melakukan amalan baru (dalam syariat kami) yang mana amalan baru ini bukanlah bagian dari agama maka apa yang ia rekayasa tertolak.

Dalam Hadits Muslim diriwayatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak berdasarkan perintah dari kami, maka amalan tersebut tertolak.

Inilah Kitab Mi’yarul Bid’ah (Rambu-Rambu; vonis dan label Bid’ah) yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Husain al-Jizani. Buku ini termasuk lanjutan dari kitab sebelumnya (Qawa’id Ma’rifatil Bid’ah) saat Ramadhan tahun lalu.

Bagaimana bidah dalam Islam itu? Adakah bidah Islam? Dalam kajian ini, Anda akan diajak untuk mengenal seluk beluk bidah; pengertian bidah, hadits tentang bidah, macam bidah, bidah hasanah atau bidah mahmudah, pembagian bidah menurut aswaja, contoh bidah, amalan bid’ah, ahlul bidah atau ahli bidah, dan masih banyak lagi.

Rambu – Rambu Bid’ah (Kitab Mi’yarul Bid’ah, Eps. 9 B) – Ustadz Aris Munandar, S.S, M.Pi

Ada yang tahu seputar ijtihad? Banyak orang terjatuh ke dalam bid’ah, gegara hal satu ini. Memposisikan dirinya sebagai mujtahid, padahal sama sekali tidak memahami metode ijtihad dan syarat ijtihad. Oleh karenanya, ada seorang imam madzhab yang berkata, “Apa yang ia fatwakan meski benar, maka ia terhitung bersalah” (dalam hal ini ada rincian).

Bentuk-bentuk ijtihad; ijma’; tajdid; qiyas; ijtihad dalam Islam itu bagaimana … adalah sekian hal yang harus dipelajari bagi seseorang, agar tidak salah langkah dan tergesa-gesa bagi seseorang untuk sampai derajat mujtahid. Sedikit meminjam istilah yang lagi ngetren, “Ijtihad itu berat … Biar ulama saja!”

Hadits tentang bid’ah (dalil bid’ah) yang nampak ada dua, “Man ahdasa fi amrina” dan “Man amila ‘amalan” ila aakhiril hadits. Dalam kajian ini dijelaskan tentang rumus bid ah; rumus untuk mengenal bid’ah; bid’ah hasanah; bid’ah adalah; khurafat; contoh bid’ah dalam sholat (misal: seorang sholat Shubuh 3 rakaat); contoh bid’ah (seseorang membatasi amalan dengan tanpa dalil); amalan bid’ah; pengertian pelaku bid’ah (agar tidak serampangan dalam memvonis seseorang yang jatuh dalam kesalahan atau berbeda pendapat dengan kita).

Rambu – Rambu Bid’ah (Kitab Mi’yarul Bid’ah, Eps. 9 A) – Ustadz Aris Munandar, S.S, M.Pi

Bid’ah hasanah atau bid’ah yang baik sudah merebak di tengah-tengah komunitas muslim dan ada yang kadung menganggapnya sebagai bagian dari agama yang tidak boleh dipisahkan. Arti bid’ah bagi sebagian orang tidak penting. Atau ada yang menganggap sepele bid’ah idhofiyah. Apakah ada hubungannya antara bid’ah dengan ijtihad?

Pengertian bid’ah hasanah adalah melakukan amalan agama yang sudah ada dasarnya dan menambahkan modifikasi di dalamnya. Jadi, para pelakunya memaksudkan hal tersebut untuk menambah pahala. Contoh bid’ah hasanah dalam kehidupan sehari hari (seperti salaman setelah sholat, berjabat tangan itu ada haditsnya tapi mengkhususkan setelah shalat fardhu, maka ini membutuhkan dalil khusus terhadapnya).

Adapun bid’ah artinya suatu istilah untuk suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat yang menyerupai syari’at (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika menempuhnya adalah untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. Contoh bid’ah yang lain, yakni selamatan orang meninggal (Apabila kita telusuri kitab fikih jana’iz, maka kita tidak akan mendapati amalan tersebut, lalu dari mana datangnya?)

Sebagian orang saat melakukan bid’ah memakai metode ijtihad dan memaklumatkan dirinya seolah ulama. Adapun dalil ijtihad dan hukum ijtihad dipahaminya sedemikian rupa (baca: tidak sebagaimana mestinya). Ia benturkan ijma’ dan mendahulukan qiyas yang batil … itulah yang terjadi terhadap orang-orang yang tidak puas akan syari’at dan bermaksud menambahinya dengan alasan istihsan. Sungguh mereka telah keliru dalam lapangan ijtihad.

1 290 291 292 293 294 334