Rambu – Rambu Bid’ah (Kitab Mi’yarul Bid’ah) Eps. 09A – Ustadz Aris Munandar
Rambu – Rambu Bid’ah (Kitab Mi’yarul Bid’ah, Eps. 9 A) – Ustadz Aris Munandar, S.S, M.Pi
Bid’ah hasanah atau bid’ah yang baik sudah merebak di tengah-tengah komunitas muslim dan ada yang kadung menganggapnya sebagai bagian dari agama yang tidak boleh dipisahkan. Arti bid’ah bagi sebagian orang tidak penting. Atau ada yang menganggap sepele bid’ah idhofiyah. Apakah ada hubungannya antara bid’ah dengan ijtihad?
Pengertian bid’ah hasanah adalah melakukan amalan agama yang sudah ada dasarnya dan menambahkan modifikasi di dalamnya. Jadi, para pelakunya memaksudkan hal tersebut untuk menambah pahala. Contoh bid’ah hasanah dalam kehidupan sehari hari (seperti salaman setelah sholat, berjabat tangan itu ada haditsnya tapi mengkhususkan setelah shalat fardhu, maka ini membutuhkan dalil khusus terhadapnya).
Adapun bid’ah artinya suatu istilah untuk suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat yang menyerupai syari’at (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika menempuhnya adalah untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. Contoh bid’ah yang lain, yakni selamatan orang meninggal (Apabila kita telusuri kitab fikih jana’iz, maka kita tidak akan mendapati amalan tersebut, lalu dari mana datangnya?)
Sebagian orang saat melakukan bid’ah memakai metode ijtihad dan memaklumatkan dirinya seolah ulama. Adapun dalil ijtihad dan hukum ijtihad dipahaminya sedemikian rupa (baca: tidak sebagaimana mestinya). Ia benturkan ijma’ dan mendahulukan qiyas yang batil … itulah yang terjadi terhadap orang-orang yang tidak puas akan syari’at dan bermaksud menambahinya dengan alasan istihsan. Sungguh mereka telah keliru dalam lapangan ijtihad.
Leave a Reply