Category : Video

Kufur adalah mengingkari risalah dari Allah. Kufur artinya jika dilihat dari bahasa berarti menutupi. Sedangkan jika dilihat dari istilah kufur yaitu tidak beriman kepada Allah dan Rasulnya, baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya. Kufur ada dua: kufur akbar dan kufur asghar.

Ragu-ragu dalam beragama merupakan penyakit kronis (syubhat) yang wajib diobati. Orang yang kufur tergolong sebagai orang yang zhalim linafsih (menzhalimi dirinya sendiri). Ia telah kufur nikmat kepada Allah Ta’ala. Bagaimana cara menghilangkan rasa takut dalam Islam atau tepatnya menghilangkan keragu-raguan ini? Ragu-ragu mundur atau ragu-ragu kembali kepada agama Islam menyebabkan seseorang menjadi kufur. Kufur terhadap hari Kiamat.

Jika sebelumnya kita telah mengetahui bahwa kekafiran ada dua: yakni Kufur akbar dan kufur asghar. Nah, kali ini, membahas macam-macam kekafiran. Yang pertama, kufur takdzib. Sedangkan yang kedua, kufru al ibaa wal istikbar (kekafiran karena enggan dan sombong).

Inilah cikal bakal kekufuran pertama kali, saat Iblis tidak mau sujud kepada Adam. Juga, Fir’aun, lantas Paman Nabi Muhammad; Abu Thalib. Akar permasalahannya adalah sombong dan menolak dakwah Nabi. Semoga Allah menjauhkan kita dari perangai jelek tersebut. Allahumma salim.

Memasuki pembahasan kitab al-Wajibat yang makin hari makin menarik saja untuk dibahas. Masya Allah … Setelah sebelumnya kita membahas syirik dan jenis-jenisnya, maka sekarang masuk kepada bab baru: KUFUR. Kufur ada dua; kufur akbar (kekafiran yang besar) dan kufur asghar (kekafiran yang kecil). Atau disebut dengan istilah lain; kufur i’tiqadi dan kufur amali. Adapun yang pertama (kufur akbar), pelakunya bisa dikafirkan (muhrijah minal millah). Sedangkan yang kedua, pelakunya belum keluar dari Islam, tapi ia berdosa dengan perbuatannya itu.

Mengapa syirik ada yang besar (syirik akbar) dan ada yang kecil (syirik asghar)? Bukan berarti ringan dosanya. Bahkan dosa syirik itu adalah dosa besar yang paling besar. Mengapa dibedakan besar dan kecil? Karena dalam rangka menerangkan hukumnya; hukum syirik ditinjau dari amalannya, apakah mengeluarkan ia dari keislamannya ataukah tidak?

Syirik kecil yang samar atau syirik khofi ini bahayanya hampir tidak tampak, oleh karenanya banyak orang yang terpedaya, kecuali hamba-hamba Allah yang diberi petunjuk.

Anda pernah mendapat cinta palsu? Tentu sakit bukan … dan pembahasan kali ini, bukan terkait dengan cinta seorang hamba dengan hamba. Akan tetapi cinta seorang hamba kepada Rabb-Nya.

Masih dalam rincian syirik akbar; kita akan masuk menelisik syirik mahabbah (syirik cinta). Cinta hakiki yang dimiliki seseorang seharusnya berlandaskan cinta dan benci karena Allah. Dengan hal tersebut, seseorang akan menunjukkan bukti cintanya. Dan agar tidak bermudah-mudahan dalam mengklaim dengan dakwaan cinta palsu!

Syirik termasuk dosa besar, kali ini kita akan membahas syirik dalam taat (syirik taat), setelah sebelumnya dibahas syirik doa, syirik niat dan iradah. Syirik Akbar (syirik besar) itu biasa terjadi dalam ketiga macam tauhid. Bisa saja menimpa seseorang; adanya syirik rububiyah, syirik uluhiyah, dan syirik asma wa sifat..

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang bertauhid dan menjauhi kesyirikan dengan segala macamnya.

Syirik dalam Islam dibahas secara mendetail dalam kitab-kitab akidah. Yang mana perkara tersebut adalah perkara pokok yang mendasar. Mau tidak mau, ia harus memahami akidahnya dengan benar, agar tidak terjerembab ke dalam jurang kesesatan yang tidak berkesudahan.

Syirik besar (syirik akbar) ada macamnya, sebagaimana telah berlalu pembahasan macam-macam syirik. Adapun syirik besar terbagi menjadi empat; syirik doa, syirik taat, syirik niat dan syirik iradah, dan syirik mahabbah.

Macam-macam syirik yang kita ketahui ada dua, tapi ternyata ada juga yang membagi tiga. Mau tahu pembagiannya? Syirik di zaman modern merupakan turunan dari syirik di zaman dahulu, justru yang ada sekarang lebih parah kesyirikannya! Syirik dan macam-macamnya perlu kita ketahui agar kita berhati-hati darinya.

Dosa besar yang paling besar adalah dosa syirik. Bahaya syirik tidak disangsikan lagi, semestinya kaum muslimin menghindarinya, apakah itu syirik akbar, syirik asghar, maupun syirik khafi.

Dalam sebuah syair disebutkan,
“Dengan mengetahui kebalikannya, akan nampak jelas hakekat suatu perkara”.

Jika Anda ingin tahu panasnya api, maka rasakan dinginnya air, jika Anda ingin tahu enaknya penerangan sinar lampu, maka kenalilah gelapnya malam. Ya! Dengan mengetahui kebalikannya, akan nampak jelas hakikat suatu perkara.

Maka Anda tidaklah dikatakan paham tauhid dengan baik, kecuali jika Anda bisa menjelaskan apa itu syirik, karena syirik itu lawan dari tauhid. Begitu pula, tidaklah Anda bisa merasakan nikmatnya bertauhid dengan sempurna, kecuali jika Anda telah mengetahui bahayanya syirik. (Faidah dari Ustadz Sa’id Abu Ukasyah)

Kitab al-Wajibat kali ini akan membahas lawan dari Tauhid, yakni Syirik. Apa itu syirik? Syirik terbagi menjadi dua; ada syirik besar dan ada syirik kecil; bagaimanakah cara mengetahui perbedaan dari keduanya? Sederet pertanyaan tersebut akan diungkap di sini!

Ayat al Quran tentang sifat Allah banyak sekali disebutkan dan yang paling sering kita dengar di antaranya “Laisa kamislihi syai’ “. Arti tauhid yang telah kita bahas sebelumnya menyangkut tauhid uluhiyah dan sekarang beranjak menuju pemaparan seputar tauhid asma wa sifat.

Apakah sama antara mempelajari tauhid asma wa sifat dengan belajar ilmu tauhid sifat 20 (al alim artinya, al ghaffar artinya)? Ternyata sedikit berbeda, karena sifat Allah itu tidak terbatas (berdasarkan penjelasan hadits-hadits shahih) pada buku tauhid yang telah tersebar di tengah-tengah kaum muslimin.

Ceramah tauhid kali ini mengetengahkan kepada Anda ayat tentang tauhid (dari al Quran), ayat al Quran tentang kesempurnaan hanyalah milik Allah, dan ayat-ayat yang berisikan sifat-sifat Allah lainnya.

1 285 286 287 288 289 334