Sebab-Sebab Yang Mendatangkan Kecintaan Allah, di antaranya:
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ الأَخِيْرِ يَقُوْلُ : مَنْ يَدْعُوْنِيْ فَأَسْتَجِيْبَ لَهُ, مَنْ يَسْأَلُنِيْ فَأُعْطِيَهُ, مَنْ يَسْتَغْفِرُنِيْ فَأَغْفِرَ لَهُ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir, (kemudian) Dia berfirman, ‘Barang siapa berdoa kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan, barang siapa meminta kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan, dan barang siapa memohon ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni.’”
Video ini merupakan pungkasan dari penjelasan-penjelasan sebelumnya:
Sebab-Sebab Mendatangkan Cinta Allah:
1. Membaca al-Qur’an dengan dipahami dan direnungkan
2. Mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan nawafil
3. Senantiasa berdzikir kepada Allah
4. Senantiasa mendahulukan amalan yang lebih dicintai oleh Allah
5. Senantiasa memahami nama-nama Allah
6. Merenungi banyaknya Nikmat Allah
7. Merendahkan diri di hadapan Allah (hakikat ubudiyah)
8. Membiasakan menyendiri kepada Allah melalui Shalat Tahajjud
9. Bermajlis dengan orang-orang Shalih
10. Menjauhi segala hal yang menjadi penghalang antara dirinya dengan Allah
Pada serial kali ini akan membahas tentang 10 sebab yang menjadikan seorang hamba cinta kepada Allah. apa saja diantaranya?
untuk selengkapnya simak kajian berikut ini..
Pada pembahasan “Serial Cinta Allah” kali ini membahas tentang Klaim cinta Allah yang menceritakan tentang sifat dasar seorang mukmin.
Untuk selengkapnya simak kajian berikut ini..
Taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah) merupakan sifat dasar orang beriman. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dia berkata, “Telah bersabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , “Sesungguhnya Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman, “Barang siapa yang memusuhi wali-Ku maka Aku umumkan perang terhadapnya. Tidak ada bentuk taqarrub seorang hamba kepada-Ku yang lebih Aku cintai dibanding (mengerjakan) apa yang Aku wajibkan kepadanya. Dan terus menerus seorang hamba bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Ku dengan nawafil (amalan sunnah) sehingga Aku mencintainya. Dan jika Aku mencintai nya maka Aku menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang dia melihat dengannya, menjadi tangannya yang dia gunakan memukul, serta menjadi kakinya yang dia gunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepada-Ku maka Aku pasti memberinya, dan jika dia minta tolong kepada-Ku niscaya Aku pasti menolongnya.” (HR al-Bukhari)
“Tidak ada suatu bentuk taqarrub seorang hamba kepada-Ku yang lebih Aku cintai daripada (mengerjakan) apa yang aku wajibkan atasnya.” Setelah Allah mnyebutkan bahwa memusuhi wali-Nya sama saja dengan memusuhi Allah maka selanjutnya Dia menyebut kan ciri wali-Nya yang haram dimusuhi dan wajib berwala’ (cinta dan loyal) kepadanya. Disebutkan bahwa wali Allah adalah orang-orang yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, dan yang pertama kali dikerjakan adalah menunaikan kewajiban-kewajiban. (Di terjemah dan diringkas dari makalah karya Syaikh Nashir al-Syimali dengan judul “taqarrab yuhibkallah” oleh akhuna Khalif)
Pada pembahasan “Serial Cinta Allah” kali ini membahas tentang Sepuluh sebab cinta Allah yang menceritakan tentang kecintaan hamba kepada Allah.
Untuk selengkapnya simak kajian berikut ini..
Salah satu sumber perbincangan dalam keluarga adalah keuangan dalam keluarga. Baik terkait nafkah keluarga, hibah untuk anak, hadiah untuk keluarga, zakat keluarga, sampai masalah wasiat dan warisan.
Allah telah mengatur semua itu, untuk menjadi aturan bagi umat manusia. Sebagai muslim, tentu kita menghendaki agar setiap masalah dalam keluarga dan lingkugan kita, dikembalikan kepada aturan yang Allah turunkan.
Salah satu sumber perbincangan dalam keluarga adalah keuangan dalam keluarga. Baik terkait nafkah keluarga, hibah untuk anak, hadiah untuk keluarga, zakat keluarga, sampai masalah wasiat dan warisan.
Allah telah mengatur semua itu, untuk menjadi aturan bagi umat manusia. Sebagai muslim, tentu kita menghendaki agar setiap masalah dalam keluarga dan lingkugan kita, dikembalikan kepada aturan yang Allah turunkan.
Salah satu sumber perbincangan dalam keluarga adalah keuangan dalam keluarga. Baik terkait nafkah keluarga, hibah untuk anak, hadiah untuk keluarga, zakat keluarga, sampai masalah wasiat dan warisan.
Allah telah mengatur semua itu, untuk menjadi aturan bagi umat manusia. Sebagai muslim, tentu kita menghendaki agar setiap masalah dalam keluarga dan lingkugan kita, dikembalikan kepada aturan yang Allah turunkan.
Salah satu sumber perbincangan dalam keluarga adalah keuangan dalam keluarga. Baik terkait nafkah keluarga, hibah untuk anak, hadiah untuk keluarga, zakat keluarga, sampai masalah wasiat dan warisan.
Allah telah mengatur semua itu, untuk menjadi aturan bagi umat manusia. Sebagai muslim, tentu kita menghendaki agar setiap masalah dalam keluarga dan lingkungan kita, dikembalikan kepada aturan yang Allah turunkan.