Category : Video

MENCARI ilmu merupakan kewajiban setiap manusia. Tanpa ilmu kita tidak bisa menjalani hidup ini dengan baik. Orang yang tidak memiliki ilmu biasanya akan di manfaatkan oleh orang lain. Bahkan, orang yang tak berilmu itu akan dibodohi oleh orang lain. Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang diberi akal dan pikiran carilah ilmu demi kelangsungan hidup yang lebih baik.

Ilmu adalah amalan yang tidak terputus pahalanya sebagaimana dalam hadits: ”jika manusia meninggal maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: shodaqoh jariahnya, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya,” (HR Bukhori dan Muslim)

Berdusta atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk dosa besar, bahkan bisa kafir.

Imam Adz Dzahabi dalam kitab beliau Al Kabair (mengenai dosa-dosa besar) berkata, “Berdusta atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suatu bentuk kekufuran yang dapat mengeluarkan seseorang dari Islam. Tidak ragu lagi bahwa siapa saja yang sengaja berdusta atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal berarti ia melakukan kekufuran. Adapun perkara yang dibahas kali ini adalah untuk bentuk dusta selain itu.”

Beberapa dalil yang dibawakan oleh Imam Adz Dzahabi adalah sebagai berikut.:

Dari Al Mughirah, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ كَذِبًا عَلَىَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ ، مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
“Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta pada selainku. Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari no. 1291 dan Muslim no. 4).

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menyampaikan perkara agama dari beliau, karena Allah subhanahu wa ta’ala telah menjadikan agama ini sebagai satu-satunya agama bagi manusia dan jin (yang artinya), “Pada hari ini telah kusempurnakan bagimu agamamu dan telah kusempurnakan bagimu nikmat-Ku dan telah aku ridhai Islam sebagai agama bagimu” (QS. Al Maidah : 3).

Tentang sabda beliau, “Sampaikan dariku walau hanya satu ayat”, Al Ma’afi An Nahrawani mengatakan, “Hal ini agar setiap orang yang mendengar suatu perkara dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersegera untuk menyampaikannya, meskipun hanya sedikit.

Tujuannya agar nukilan dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dapat segera tersambung dan tersampaikan seluruhnya.” Hal ini sebagaimana sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam, “Hendaklah yang hadir menyampaikan pada yang tidak hadir”. Bentuk perintah dalam hadits ini menunjukkan hukum fardhu kifayah.

Mentadaburi Alquran

Tersebarnya Agama Islam sampai keluar Jazirah Arab merupakan sesuatu yang sangat disyukuri, karena Agama Islam adalah rahmat bagi sekalian alam.

Perintah mengenai tadabur Alquran banyak didapati di dalam Alquran itu sendiri. Di antaranya

أَفَلاَ يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْءَانَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلاَفاً كَثِيرًا
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya” (QS. An-Nisa: 82).

Sesungguhnya Allah telah mengutus Rasul-Nya Muhammad dengan membawa petunjuk dan menurunkan kepadanya Al Quran pedoman hidup umat yang kekal sampai hari kiamat.

Serta memberikan tafsir Al Quran dan yang semisalnya bersama Al Quran tersebut, sehingga Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam baik berupa ucapan atau perbuatan adalah penjelas Al Quran dan penunjuk makna-maknanya.

Demikian juga para sahabat Rasulullah telah menghafal, mempelajari dan menulis Al Quran dan As Sunnah sedangkan Allah telah bertanggung jawab dalam menjaga kitab-Nya yang mulia dan menjadikan orang-orang yang menjaga dan memperhatikan As Sunnah An Nabawiyah sejak masa Rasulullah sampai sekarang hingga hari kiamat nanti.

Sesungguhnya Allah telah mengutus Rasul-Nya Muhammad dengan membawa petunjuk dan menurunkan kepadanya Al Quran pedoman hidup umat yang kekal sampai hari kiamat

Serta memberikan tafsir Al Quran dan yang semisalnya bersama Al Quran tersebut, sehingga Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam baik berupa ucapan atau perbuatan adalah penjelas Al Quran dan penunjuk makna-maknanya.

Demikian juga para sahabat Rasulullah telah menghafal, mempelajari dan menulis Al Quran dan As Sunnah sedangkan Allah telah bertanggung jawab dalam menjaga kitab-Nya yang mulia dan menjadikan orang-orang yang menjaga dan memperhatikan As Sunnah An Nabawiyah sejak masa Rasulullah sampai sekarang hingga hari kiamat nanti.

Apa itu thaghut? Pertanyaan yang harus diulang-ulang, agar pemahaman kita benar-benar mutqin. Thaghut tidak terbatas pada sesembahan selain Allah saja. Mengingkari thagut termasuk urwatul wusqa sebagaimana tertera dalam Surat al-Baqarah: 256.

Beriman kepada Allah itu mempunyai konsekuensi yakni menjauhi thagut dan macam-macamnya. Arti kata thagut secara ringkas adalah semua yang disembah selain Allah Ta’ala dan dia ridha (tidak mengingkari) atas penyembahan tersebut.”

Adalah memurnikan ibadah kepada Allah, sebuah perintah yang agung, yang mana diemban oleh seluruh para Nabi dan Rasul ‘alaihimusshalatu wa sallam. Tauhid atau tauhidullah (Mengesakan Allah di dalam beribadah), lebih dalam maknanya daripada sekedar tauhid Rububiyah yang diyakini oleh orang musyrik. Tauhid hakiki ialah yang menggabungkan antara tauhid rububiyah, tauhid asma wa shifat, dan tauhid uluhiyyah.

Tauhid adalah millahnya Nabi Ibrahim ‘alaihissallam. Kepadanya beliau berdakwah. Ajaran tauhid artinya seseorang berlepas diri dari sesembahan selain Allah. Ada banyak contoh dosa besar dan contoh dosa syirik. Di antaranya meminta kepada seseorang yang telah mati sebagai perantara antara dirinya dengan Allah.

Kufur ashghar (kufur ringan) tapi berbahaya bagi keagamaan seseorang. Inilah salah satu jenis kekafiran yang tidak muhrijah minal millah (keluar dari Islam). Contohnya, kufur nikmat; mengingkari nikmat-nikmat Allah yang ia terima. Misalnya ia sehat, tapi justru bermaksiat!

Kufur ini termasuk akhlak tercela kepada Allah. Ketika kufur itu tidak ada, maka negara akan menjadi negeri yang aman. Aman dari penyimpangan terhadap tauhid.

Kufur, durhaka, dan nifaq adalah akhlaq tercela. Pembahasan kitab kali ini memasuki bab durhaka dan nifaq. Apa arti munafik? Arti munafik yang kita tahu adalah seseorang menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran. Ini termasuk pembahasan aqidah yang semestinya tiap orang fokus kepadanya, agar suatu saat tidak terjatuh ke dalamnya..

Ciri ciri orang munafik menurut Islam ada tiga, sebagaimana dalil tentang orang munafik yang masyhur (;”Jika berjanji mengingkari, jika dipercaya berkhianat, dan jika berbicara dusta).

Durhaka kepada orang tua lebih ringan dosanya daripada durhaka kepada Allah. Namun kedua-duanya termasuk dosa besar. Maka waspadalah … waspadalah.

1 284 285 286 287 288 334