Menyembelih (adz-Dzabh)
Menyembelih adalah termasuk ibadah yang harus ditujukan kepada Allah Ta’ala, tidak boleh diberikan kepada selain-Nya.
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Katakanlah: “Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. ” (Surat al-An’am: 162)
Dua hal yang harus kita teliti dalam menyembelih:
1. Tamiyah
2. Qasdu Simak
Paparannya dalam video yang ringkas ini!
Tawakal
Para ulama menyebutkan bahwa tawakal adalah pasrahnya hati disertai dengan mengambil sebab. Barangsiapa yang bersandar kepada sebab maka dia musyrik.Barangsiapa menghilangkan sebab maka dia mencela sunnah dan barangsiapa yang mengambil sebab tetapi dia tidak menyandarkan perkaranya kepada Allah maka ia cacat keimanannya.
Allah berfirman:
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (segala keperluan)nya,” (Surat ath-Thalaaq: 3).
Raja’ (Berharap)
Berharap adalah satu di antara bagian amalan ibadah, berharap yang hanya boleh digantungkan kepada Allah , yang merupakan kekhususan Allah, maka tidak boleh dia sandarkan kepada para makhluk.
فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (Surat al-Kahfi: 110)
Ketahuilah wahai saudaraku, barakallahu fi kum. Ada yang mirip dengan al-khauf, yakni ar-raghbah, dan al-khasyah. Maknanya sama yaitu takut.
Simak detailnya dalam video ini!
Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ ﴿٤٦﴾ فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٤٧﴾ ذَوَاتَا أَفْنَانٍ
“Orang yang takut pada Allah akan mendapatkan dua Surga. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? Kedua Surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.” (Surat ar-Rahman: 46-48)
Dalam firman-Nya:
أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ
“Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidaklah merasa aman dari makar Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (Surat al- A’raf: 99)
Rincian Ibadah, yang pertama dimulai dengan do’a. Doa adalah ibadah, Allah berfirman:
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا
”Hanya milik Allah-lah nama-nama yang husna. Maka berdoalah dengan menyebut nama-nama yang husna itu.” (QS. Al-A’raf [7]: 180)
Bolehkah do’a yang ditujukan untuk selain Allah?
Temukan jawabannya dalam video ini!
Penyusun membawakan beberapa ayat sebagai tamsil (perumpamaan) antara tauhid dan syirik.
Mau tahu … Ayat yang mana sajakah itu?
Penyusun melanjutkannya dengan membawakan definisi ibadah dan bentuk-bentuknya.
Subhanallah! Menarik sekali …
Berkata penyusun kitab: “Yang berhak disembah adalah yang memiliki hak rububiyah.”
Bagaimana penjelasannya? simak yang satu ini!
Tak kenal maka tak sayang, demikian pepatah menyebutkan. Sebelumnya, penulis membuat soal: “Siapakah Rabbmu?” Lalu beliau memberikan jawaban: “Rabbku adalah Allah ……”
Kali ini, penulis melanjutkan dengan: ” Bagaimanakah kita dapat mengenal Allah?”
Apabila anda ditanya: “Siapakah Tuhanmu?, Maka katakanlah: “Tuhanku adalah Allah yang telah memelihara diriku dan memelihara semesta alam ini dengan segala nikmat yang dikaruniakan-Nya. Dan Dialah sembahanku, tiada bagiku sesembahan yang haq selain Dia.
Allah Ta’ala berfirman: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” (Surat al-Fatihah:2). Semua yang ada selain Allah disebut alam, dan saya adalah bagian dari semesta alam ini.
Selanjutnya, jika anda ditanya: “Dengan perantaraan apakah anda mengenal Tuhan? Maka hendaklah anda menjawab: “Melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan melalui ciptaan-Nya. Di antara tanda-tanda kekuasaan- Nya ialah: malam, siang, matahari dan bulan. Sedangkan di antara ciptaan-Nya ialah: tujuh langit dan tujuh bumi beserta segala makhluk yang ada di langit dan di bumi serta yang ada di antara keduanya.
Allah Ta’ala berfirman “Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (Surat Fushshsilat: 37).
Dan juga firman-Nya: “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang, yang mengikutinya dengan cepat. Dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah Tuhan semesta alam.” (Surat al-A’raf: 54).
Pernahkah terbesit dalam benak Anda tentang tiga pertanyaan dari Malaikat penjaga kubur? Ini bukan dongeng dan setiap kita akan menjumpainya. Berjumpa dengan fitnah kubur dan pertanyaan dari Malaikat.
Siapkah Anda menjawabnya kelak? Apa sajakah pertanyaan yang kelak ditanyakan oleh para malaikat yang bertugas di alam kubur?
Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan: Abul Walid menuturkan kepada kami. Dia berkata: Syu’bah menuturkan kepada kami. Dia berkata: ‘Alqomah bin Martsad mengabarkan kepadaku. Dia berkata: Aku mendengar Sa’d bin ‘Ubaidah -meriwayatkan- dari al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu’anhu, dia menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang muslim jika ditanya di dalam kubur maka dia akan bersaksi bahwa tidak ada sesembahan -yang benar- kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Itulah maksud dari firman Allah (yang artinya), ‘Allah akan meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang kokoh dalam kehidupan dunia dan ketika di akherat.’” (QS. Ibrahim: 27).” (HR. Bukhari dalam Kitab Tafsir)