Hari Kiamat cepat atau lambat pasti akan tiba, hari yang dinantikan … hari kebangkitan dari alam kubur … hari pembalasan … hari penentuan yang sangat mencekam …
Sudahkah Anda berbekal untuk menghadapinya?
Hidup setelah mati mungkinkah? Inilah akidah Islam yang semestinya dipelajari oleh setiap muslim.
Ada apa di sana? Ada apa setelah mati?
Yuk kita simak penjelasannya!
Wafatnya Rasulullah tidaklah menyebabkan agama Islam tumbang, namun semakin tumbuh mekar mengembang nan menjulang.
Inilah sekian ibrah yang dapat dipetik saat menjelang kematian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Agama ini telah sempurna dengan diutusnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sesempurna apa itu Islam, simak dalam untaian video berikut ini!
Mendulang faidah dari keutamaan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Pada kesempatan kali ini, pemateri membawakan 6 keutamaan yang ada pada Rasulullah dan jumlah ini bukan pembatasan.
Apa saja enam keutamaan tersebut? Mari kita simak bersama …
Hari yang paling kelam dirasakan para sahabat yakni saat wafatnya Nabi. Anas bin Malik berkata:
“Tidak ada hari yang terang bersinar melebihi hari ketika datangnya Nabi ke Madinah. Semua hati nampak bersinar, semua dada nampak lapang ….”
Inilah detik-detik menegangkan saat Umar bin Khaththab tidak bisa mengendalikan diri dan kisah heroik Abu Bakar yang berpidato:
“Wahai manusia, barangsiapa yang menyembah Muhammad maka ia telah wafat. Namun barangsiapa yang menyembah Allah maka Dia-lah Dzat Yang Maha Hidup.”
Lalu beliau membacakan ayat yang menentramkan kaum muslimin.
Hijrah dari negara kafir (dari Mekah ke Madinah) dalam rangka menyelamatkan agama. Itulah yang dilakukan para sahabat, mereka melakukan dua hijrah sekaligus (hijrah tempat dan hijrah hati). Dan hijrah hati ini hukumnya wajib bagi setiap muslim.
Apakah hijrah hanya berlaku di zaman Rasulullah saja atau berlaku sepanjang zaman?
Simak video berikut ini!
Hijrah
Di dalam Risalah Tabukiyah, Imam Ibnul Qayyim membagi hijrah menjadi 2 macam.
Pertama, hijrah dengan hati menuju Allah dan Rasul-Nya. Hijrah ini hukumnya fardhu ‘ain bagi setiap orang di setiap waktu.
Macam yang kedua yaitu hijrah dengan badan dari negeri kafir menuju negeri Islam.
Diantara kedua macam hijrah ini hijrah dengan hati kepada Allah dan Rasul-Nya adalah yang paling pokok.
(muslim.or.id/120-hijrah-kepada-allah-dan-rasul-nya.html)
Rasulullah ditimpa kesedihan, seolah cobaan tidak pernah berhenti. Lalu Allah memberikan hadiah berupa perjalanan dari Makkah menuju Masjidil Aqsha dan menuju Sidratul Muntaha dalam sekali perjalanan.
Luar biasa … Subhanallah.