“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sediri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) untukmu, amat belas kasihan lagi penyayang kepada orang-orang mu’min.” (QS. At Taubah, 128).
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sediri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) untukmu, amat belas kasihan lagi penyayang kepada orang-orang mu’min.” (QS. At Taubah, 128).
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sediri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) untukmu, amat belas kasihan lagi penyayang kepada orang-orang mu’min.” (QS. At Taubah, 128).
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sediri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) untukmu, amat belas kasihan lagi penyayang kepada orang-orang mu’min.” (QS. At Taubah, 128).
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah- berkata: “Aku telah memilihkan dan menetapkan tsalatsaul ushul (tiga pokok) tauhid ar rububiyyah, tauhid al uluhiyyah, dan al wala wal bara.
Inilah hakekat agama Islam. Namun perhatikan lafadz-lafadz ini dan carilah kandungannya dari ilmu dan amal. Dan tidak mungkin ilmu kecuali engkau memperhatikan setiap masing-masingnya.”
Barangsiapa yang tidak mampu untuk mengenali hal itu karena kebodohannya atau dia tidak paham, maka hendaknya meyakini dengan hatinya dan mengucapkan dengan lidahnya sesuai kemampuannya setelah dia dijelaskan tentang la ilaha illallah Muhammad Rasulullah,
Bahwa agama yang dibawa beliau adalah benar sedang yang lainnya adalah bathil.
Ini menunjukkan pentingnya kita mempelajari dan mendesaknya kita untuk mempelajari kitab al ushul ats tsalatsah atau tsalatsatul ushul, yang dipermudah dengan penjelasan (syarh) para ulama.
Video kali ini sangat dalam bahasannya, tidak terasa kita sudah memasuki bagian keenam. Pada awal sesi, pemateri membawakan macam-macam ayat mutasyabihat. Lalu tentang ta’wil yang keliru dari para ahlul dhalalah.
Kali ini pemateri membawakan biografi dari Abdullah bin Mas’ud yang lebih suka jika dinasabkan Ibnu Umi Abd. Mengapa bisa demikian?
Simak video menarik ini!
Pada sesi kali ini al-Ustadz membahas tiga syarat, supaya teks itu layak disebut al-Qur’an. beliau mengutip perkataan Imam Ibnul Jazari rahimahullah dalam nadzam (syair) nya yang terkenal.
Kali ini pemateri menyampaikan materi tentang asal muasal dibukukannya al-Qur’an. Mulai dari peristiwa menyedihkan di Bi’r Mau’nah sampai kisah Abu Bakar diminta oleh Umar dengan usulnya secara terus menerus, hingga akhirnya pada masa Utsman; penyatuan mushaf al-Qur’an terjadi.
Pada video kali ini al-Ustadz membahas tentang sebab musabab turunnya ayat di antaranya sebab turunnya surat at-Taubah atau nama lainnya al-Fadhihah. Yang mana saat itu, para munafikin bersembunyi karena perihal turunnya surat tersebut. Mengapa demikian?
Simak uraiannya lebih lanjut, tafadol …