Satu hal yang harus Anda ketahui bahwa larangan keluyuran saat maghrib bukan hanya bagi anak-anak saja, akan tetapi berlaku bagi binatang ternak Anda (Onta, Sapi, dan yang lain).
Saat petang mulai datang, itu pertanda datangnya waktu malam. Mencekam atau tidaknya tergantung suasana yang melatar belakanginya. Dahulu, tentunya Anda pernah mendapat wejangan agar tidak keluar rumah sewaktu maghrib menjelang.
Mengapa anak-anak dilarang keluar rumah saat maghrib, apakah yang demikian termasuk mitos atau justru sesuai dengan syari’at?
Mau tahu jawabannya? Simak video berikut ini!
Apakah jin itu berketurunan? Menikah dan seterusnya? Jawabannya bisa kita lihat dalam surat al-Kahfi: 50.
Bagaimana tafsirnya? Simak video berikut ini!
Manusia takut jin, mengapa bisa demikian? Padahal sebenarnya jin itu yang takut kepada manusia. Lho kok bisa?
Ada kisah yang apik dari seorang ulama yang berusaha menangkap tuyul, Siapakah nama ulama tersebut?
Sebagaimana kita ketahui ada jin muslim, ada jin kafir. Dan ada yang taat, ada pula yang bejat. Lantas bagaimana dengan nasib akhir mereka; apakah tinggal di Surga atau di Neraka?
Penasaran? Simak yuk …
Agama di alam jin sebagaimana di alam manusia. Ada Islam, Kristen, dan selainnya. Ada muslim, ada pula jin yang kafir. Ada yang shalih, ada yang thalih.
Ada jin ahlussunnah, ada yang ahlul bid’ah. Apakah ada dalilnya?
Satu hal yang perlu kita sadari bahwa jin layaknya manusia, ia juga terkena beban-beban syariat. Jin punya kewajiban beriman kepada Rasulullah sebagaimana kita. Jin punya kewajiban untuk menjadi seorang muslim, terdapat kewajiban baginya (bila ia sudah menjadi muslim) untuk shalat, membayar zakat, dan selainnya.
Sebagaimana halnya di alam manusia ada jenis laki-laki dan perempuan, maka demikian pula di alam jin. Namun, bagaimana hakekat detailnya, syari’at tidak mendetailkan.
Dan poin penting dalam kajian kita kali ini ialah hendaknya kita berlindung dari kedua jenis jin tersebut.
Masih membahas kelanjutan dari tema sebelumnya, seputar Ghul (Hantu). Dalam kitab at-Tauhid disebutkan, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengabarkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
“Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (menganggap sial dengan sesuatu), tidak ada kesialan dengan keberadaan burung hantudan tidak ada pula kesialan bulan Shafar.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam satu riwayat: “Tidak ada nau` dan tidak ada ghul.”
(HR. Muslim).
Mari kita lanjutkan kembali … Semoga bermanfaat.
Jika di Indonesia, kita mengenal adanya Pocong, Kunti, dan kawan-kawannya. Sedangkan di Arab tidak jauh beda, utamanya kaum jahiliyahnya. Mereka meyakini adanya Ghul. Ghul ini dinafikan (ditiadakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) sebagaimana ma’ruf dalam sabda beliau.
Kini, mari kita simak hakekat Ghul yang diperbincangkan.