Masih melanjutkan mengambil faidah dari hadits:
“Sesungguhnya diantara manusia ada yang menjadi kunci kebaikan dan penutup pintu kejelekan, Namun ada juga yang menjadi kunci kejelekan dan penutup pintu kebaikan. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kebaikan melalui kedua tangannya. Dan celakalah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kejelekan melalui kedua tangannya”.
(HR Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah)
Masih melanjutkan faidah dari hadit yang sama:
“Sesungguhnya diantara manusia ada yang menjadi kunci kebaikan dan penutup pintu kejelekan, Namun ada juga yang menjadi kunci kejelekan dan penutup pintu kebaikan. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kebaikan melalui kedua tangannya. Dan celakalah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kejelekan melalui kedua tangannya”.
(HR Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah)
Masih melanjutkan episode sebelumnya dengan bahasan:
Anas bin Malik berkata, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ ، وَإِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ ، فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ ، وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ
“Sesungguhnya diantara manusia ada yang menjadi kunci kebaikan dan penutup pintu kejelekan, Namun ada juga yang menjadi kunci kejelekan dan penutup pintu kebaikan. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kebaikan melalui kedua tangannya. Dan celakalah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kejelekan melalui kedua tangannya”.
(HR Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah)
Masih dalam episode yang sama, penceramah membawakan materi yang hangat untuk dikaji setiap saat. Berasal dari kandungan hadits berikut ini:
Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya diantara manusia ada yang menjadi kunci kebaikan dan penutup pintu kejelekan, Namun ada juga yang menjadi kunci kejelekan dan penutup pintu kebaikan. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kebaikan melalui kedua tangannya. Dan celakalah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kejelekan melalui kedua tangannya”.
(HR Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah)
Manusia senang diperlakukan dengan kelembutan jiwa, maka Rasulullah memotivasi kita untuk berakhlak karimah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya.”
(HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Hibban dan Hakim, Shahihul Jaami’ no. 1230)
Sajian menarik yang sayang untuk dilewatkan, kajian yang membahas kandungan hadits ini: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya diantara manusia ada yang menjadi kunci kebaikan dan penutup pintu kejelekan, Namun ada juga yang menjadi kunci kejelekan dan penutup pintu kebaikan. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kebaikan melalui kedua tangannya. Dan celakalah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kejelekan melalui kedua tangannya”.
(HR Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah)
Rasulullah bersabda dalam suatu kesempatan memberikan tamtsil (permisalan) berkawan dengan kawan yang baik dan dampaknya bila berkawan dengan kawan yang jelek,
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”
(HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)
Kembali Hadir di tengah ruang menonton Anda, sebuah kajian berseri tematik yang bersumber dari hadits:
“Sesungguhnya diantara manusia ada yang menjadi kunci kebaikan dan penutup pintu kejelekan, Namun ada juga yang menjadi kunci kejelekan dan penutup pintu kebaikan. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kebaikan melalui kedua tangannya. Dan celakalah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kejelekan melalui kedua tangannya”.
(HR Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah)
Cara mengobati orang kesurupan berbeda dengan menangani orang sakit biasa. Hanya perlu dibawa ke dokter atau tabib saja. Adapun fenomena gangguan makhluk halus ini perlu penanganan yang serius, khususnya dari orang yang kesurupan. Jika ia mampu maka ia meruqyah dirinya sendiri. Dan seorang muslim yang baik, apabila melihat saudaranya tertimpa musibah, maka ia menolongnya (dalam hal ini meruqyah saudaranya tanpa diminta).
Doa mengusir makhluk halus telah diajarkan Rasulullah dan cara melihat makhluk halus secara Islam tidak pernah diajarkan oleh beliau, hanya rekaan orang-orang yang mencari dunia dengan hal tersebut. Cara mengatasi gangguan jin dalam badan; cara mengobati orang kesurupan; cara mengobati orang kerasukan jin; cara mengobati kesurupan dengan cepat; cara mengatasi gangguan jin pada diri sendiri; cara mengatasi gangguan jin saat tidur; cara menghilangkan gangguan makhluk halus, cara mengusir makhluk halus penunggu rumah;
Adakah ciri-ciri jin masuk ke dalam tubuh manusia … semuanya telah dijelaskan dalam syariat ini.
Alam Ghaib menurut Islam memang tak kasat mata. Alam gaib menurut Islam telah dijelaskan sedemikian rupa. Dalam hal ini, terdapat faedah dari Surat al-Isra’, bahwa manusia lebih mulia dari Jin. Manusia yang beriman lagi shalih lebih mulia kedudukannya dibandingkan dengan jin yang shalih.
Namun, perkaranya terbalik … saat ada manusia-manusia yang minta perlindungan kepada jin. Fitrah yang lurus menjadi terbalik. Kemuliaan manusia di hadapan jin ini berlaku bagi manusia yang beriman. Adapun manusia yang kafir ia berada di bawah jin yang shalih.
Penting di sini untuk diingatkan bahwa jin dan manusia diciptakan untuk menyembah Allah. Bukan menyembah sesama mereka. Merealisasikan tauhid yang mulia, ‘Beribadah kepada Allah dan menjauhi kesyirikan.”