Sungguh fenomena perpecahan di masa mualif dianggap sebagai ilmu. Mualif (penyusun kitab) berkata, “Kemudian ternyata keadaannya (menjadi terbalik), perpecahan dalam prinsip-prinsip agama dan cabang-cabangnya dianggap sebagai ilmu dan sikap faham terhadap agama, dan bersatu dalam agama (dianggap) sebagai sesuatu yang tidak diucapkan kecuali oleh zindiq atau orang gila.” Mencermati kembali hadits tentang kebersamaan, maka didapati Read More