Kitab Ushulus Sittah, Eps. 05 (Persatuan Umat Islam) – Ustadz Abu Isa

Berapa banyak hadits tentang persaudaraan dan hadits tentang ukhuwah Islamiyah yang mengajarkan arti kebersamaan. Kebersamaan dalam beragama dan bukan bercerai berai di dalamnya. Disebutkan dalam hadits tentang kebersamaan, satu cara menjaga persaudaraan yakni tidak menyelisihi saudaramu dalam perkara yang pokok dan disepakati kerajihannya seperti membenarkan rukun islam dan rukun iman.

Dalam hadits tentang persatuan dan persaudaraan, kita berkaca darinya bahwa persatuan umat Islam (baca: persatuan umat muslim sedunia) dapat dilakukan dengan cara mengembalikan semua permasalahan kepada Al Quran dan As Sunnah. Dalam hal ini ada contoh tolong menolong dalam kebaikan yang bersandar pada dalil tasamuh (toleransi) pada fikih ikhtilaf yang wasi’ah sifatnya.

Mencermati firman Allah tentang tolong menolong, “wa taawanu alal birri wat taqwa” dan hadits tentang bersatu yang mengurai jerat-jerat perselisihan pendapat dan satu tanya besar: Perlukah bermazhab?, bila bermazhab menjadikan berpecah belah? Inilah poin penting dalam hadits iftiraqul ummah.

Selain kita mentaati Allah dan Rasul-Nya, ada poin ketiga yakni mentaati ulil amri. Ulil amri adalah penamaan yang disematkan kepada ulama dan umara. Ustadz Abu Isa hafizahullah memotivasi kaum muslimin dengan ayat-ayat dan hadits-hadits seputar larangan bercerai berai dalam agama dan kewajiban melazimi al jamaah. Al Jamaah adalah Islam dan Islam adalah Al Jamaah. Jadi, bukan klaim nama dari kelompok tertentu.

Mari kita kembali kepada Al Quran dan As Sunnah dengan pemahaman para Sahabat Nabi dan merenungi nikmat Allah yang banyaknya tidak terhitung. Nikmat bersaudara sekaligus nikmat keamanan untuk tinggal di suatu negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *