Ushul Fiqh: Hukum Mandub (Syarah al Waraqat Seri 09) – Ustadz Abu Khaleed Resa Gunarsa, Lc.

Memasuki hukum syara’ yang kedua yakni hukum mandub. Dari sini kita ketahui hal hal yang bukan mandub, seperti mubah. Mubah adalah hal yang tidak mengapa untuk dilakukan, tidak mendatangkan pahala maupun dosa. Contoh mubah yang paling mudah ialah rehat sejenak tidak melakukan amalan akhirat maupun dunia. Dari pengertian mubah di atas, kita mengetahui definisi mubah. Jadi, tidak perlu kita bertanya; apa itu mubah atau mubah artinya ini dan itu.

Mandub adalah segala sesuatu yang apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala, dan jika ditinggalkan tidak mendapatkan siksa. Nama lain mandub yaitu sunnah, mustahab, nawafil, dan tathawu’. Dan tiap istilah mempunyai pengertian yang sedikit berbeda. Adapun pengertian makruh (makruh adalah), pengertian mubah (mubah artinya) … insya Allah akan dibahas pada sesi setelahnya. Macam macam hukum taklifi itu ada rinciannya, demikian halnya contoh sunnah.

Terkait dengan pengertian haram dan contoh haram lighairihi ada pada topik berikutnya (jadi harap bersabar … urut menyimak satu demi satu bahasannya). Sedangkan perkara makruh, semoga tidak kita kerjakan karena tidak ada pilihan. Contoh hukum taklifi yang kita kenal ialah pelaksanaan dari rukun Islam yang lima. Dan mengetahui pengertian wajib akan mampu membedakan mana pengertian haram. Tahrim adalah hal hal yang mahzhur / mamnu’ yakni hal-hal yang dillarang oleh syariat dan harus ditinggalkan.

Pembagian hukum syara yang disampaikan oleh Ustadz Resa Gunarsa hafizahullah dalam menerangkan sejarah perkembangan ushul Fiqh pada unsur hukum, objek hukum, yang tertuang dalam kaidah ushul fiqh yang darinya kita mengenal jenis jenis hukum dan pengertian ibahah yang tentunya berbeda jauh dengan mandub.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *