Ushul Fiqh: Hukum Haram dan Makruh (Syarah al Waraqat Seri 11) – Ustadz Abu Khaleed Resa Gunarsa, Lc.

Inilah serangkaian faidah dari kaidah fiqih yang diambil dari Syarah Al-Waraqat. Memasuki pembagian setelahnya, yakni hukum haram dan macam macam haram yang disertai dalil haram, guna melengkapi pembahasan.

Larangan Allah atau ayat tentang larangan bisa kita klasifikasikan ke dalam hukum haram dan masuk dalam bab ini yakni contoh hukum makruh serta perkara makruh itu sejauhmana batasannya? Hukum taklifi yang disematkan kepada seorang muslim ini tidak bisa diterapkan kepada non muslim.

Jika sebelumnya kita telah mengenal sunnah (sunnah adalah hal yang serupa dengan mandub) dan kini kita masuk kepada hukum haram (haram adalah apa-apa yang dilarang oleh syariat untuk kita mengerjakannya). Kembali mengingat tentang hukum Islam ada 5 yaitu wajib, mandub, mubah, haram, dan makruh.

Dari video singkat ini, secara khusus kita mengenal pengertian makruh, pengertian wajib, serta haram menurut Islam. Haram menurut Islam ada yang disebut dengan haram aini, apakah itu? Apakah dalam keharaman ada udzur yang dipakai (udzur adalah sesuatu yang dikecualikan pembolehannya oleh syariat dengan sebab tertentu).

Terkait dengan siksa kubur dan siksa neraka adalah perkara yang dibahas oleh pemateri pada menit kesekian. Makruh adalah hal yang dibenci, dikecualikan di sini karahah tanzih (makruh tanzih). Sedangkan makruh berbeda dengan haram apabila kita lihat dari pengertian haram baik secara bahasa dan secara istilah.

Ada yang bisa memberikan contoh haram lighairihi dan contoh hukum taklifi dalam tema ini. Adapun terkait macam macam macam hukum taklifi sedikit diurai dalam video ini. Tahrim adalah hal yang diharamkan oleh Allah. Sedangkan mubah adalah hal-hal yang diperbolehkan secara syariat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *