Tafsir Al Quran Surat Al Alaq – Ustadz Ammi Nur Baits

Tafsir Al Quran selalu menarik untuk dikaji, setelah sebelumnya kami unggah dua tafsir surat pendek: Surat Adh Dhuha dan Surat At Tin yang masih dalam cakupan tafsir Juz Amma. Dan kali ini, memasuki tafsir surat selanjutnya yakni surat Al Alaq yang memiliki nama lain. Apa itu? Ya, ia bernama surat Iqro, sebab Muhammad diangkat menjadi Nabi dengan surat ini. Maka tak heran bila ada yang menamakannya Surat Iqro bismirobbikalladzi kholaq. Meski yang menjadi pendalilan hanya surat Al Alaq 1-5 saja.

Kami sebutkan surat Al Alaq beserta artinya, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu). Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang, seorang hamba ketika mengerjakan shalat, bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran, atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)? Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling? Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya? Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah, sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).” (Surat Al-Alaq: 1-19)

Surat Al Alaq diturunkan di Mekkah, tepatnya di gua Hira’ saat beliau (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) tengah bertahanuts. Juz Amma adalah bagian pilihan yang mudah dihafal, oleh karena itu banyak dari sekolah Islam menjadikan Juz Amma sebagai kurikulum resmi mereka. Membaca ayat AlQuran dengan tadabbur menambah keimanan, baik bagi pembaca maupun yang mendengarnya. Inilah serpihan mutiara dari makalah tafsir Kitab Tafsir at-Tahrir wa at-Tanwir Karya Imam Ibnu ‘Asyur. Yang mana termasuk tafsir kontemporer, masuk di dalamnya tafsir Al Quran tematik di dalamnya.

Tafsir Al Quran adalah metode memahami kitabullah dengan cara yang mudah dipahami. Maka kadang Anda dapati tafsir Al Quran perkata guna menambah mufradat (khususnya para santri) dan pembacaan tafsir Al Quran Al Karim di masjid-masjid kaum muslimin secara rutin dalam rangka menambah syiar Islam. Pemateri yakni Ustadz Ammi Nur Baits hafizahullah menjelaskan makna per ayat, di antaranya sombong dalam Islam (sebagaimana dalam ayat 6). Selain surat Al Alaq ini, Nabi kita diangkat menjadi Rasul dengan turunnya surat Al Mudatsir. Dan pada ayat kedua terdapat isyarat proses penciptaan manusia. Sedang pada ayat ke 16 terdapat ancaman bagi mereka yang durhaka. Durhaka adalah sikap melampaui batas yang tidak disyariatkan. Dan pada ayat ke 18 terdapat penyebutan Malaikat Zabaniyah yang ditugasi untuk menyiksa. Oleh karena itu, ayat ini mengajak kaum muslimin untuk kembali kepada Allah Ta’ala dan kembali mempelajari Quran!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *