Serial Kitab Tauhid Eps 66: Bab 63 – Janji dalam Islam – Ustadz Afifi Abdul Wadud

Janji dalam Islam bukan sekedar menepati janji, ialah akhlak mulia lagi terpuji yang disandang oleh seseorang. Di antara hikmah menepati janji ialah menjadikan orang lain ridha dengannya.

Tidak menepati janji melahirkan keresahan. Di dalam hadits menepati janji kita diingatkan agar jangan sampai ingkar janji. Akibat ingkar janji membuahkan mafsadah bagi diri pribadi dan orang lain. Dan Islam memberikan tuntunan: cara membatalkan janji menurut Islam.

Bahaya ingkar janji tidak hanya dalam satu atau dua hadits saja. Akibat tidak menepati janji membuahkan kejengkelan yang nyata. Beralih kepada tema yang terkait yaitu nazar. Apa hubungannya nazar dengan janji? Seorang yang bernazar ialah tengah berjanji kepada dirinya sendiri untuk melakukan pekerjaan ini dan itu jika Allah mengabulkan permohonannya.

Cara bernazar; niat puasa kafarat nazar semuanya dijelaskan secara gamblang dalam video ini. Manfaat menepati janji tidak diragukan lagi. Dan termasuk akhlak kepada Allah; seseorang menunaikan nazarnya.

Puluhan hadits tentang akhlak menyatakan bahwa akhlak terpuji yang terlahir dari macam macam akhlak yang banyak itu, tidak menyisakan satu ruang pun bagi akhlak tercela. Ustadz Afifi Abdul Wadud kali ini membahas tema kelanjutan dari hukum sumpah demi Allah, dan menguraikan akibat tidak amanah. Yang mana hal tersebut tergolong akhlak madzmumah. Lawan kata madzmumah adalah mahmudah. Akhlak mahmudah artinya akhlak yang terpuji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *