Serial Kitab Tauhid Eps 63: Bab 60 – Mengingkari Takdir – Ustadz Afifi Abdul Wadud

Takdir Allah bergulir pada setiap anak Adam. Takdir adalah ketentuan yang mengikat mereka secara tidak langsung. Inilah yang dimaksud takdir muallaq Allah. Iman kepada takdir termasuk pokok-pokok keimanan. Sedangkan mengingkari takdir termasuk penghancur yang meruntuhkannya.

Hadits tentang takdir menyebutkan bahwa takdir Allah adalah yang terbaik. Ada yang bisa men jelaskan pengertian qada dan qadar (silahkan dijawab di kolom komen yah). Barangkali ada yang nekat bertanya, Apakah takdir bisa berubah?

Macam macam takdir (takdir menurut Islam) telah dijelaskan di dalam kitab-kitab para ulama seperti Aqidah Wasithiyah dan selainnya. Takdir manusia, takdir hewan, dan alam semesta lainnya semuanya telah digariskan. Contoh takdir yang paling mudah ialah mudahnya Anda berbuat kebaikan.

Mengurai makna dari ayat dan hadits tentang takdir, muaranya kembali kepada Allah … semua kehendak Allah. Konsep takdir dalam Islam tidak sebagaimana agama lain yang memiliki banyak Tuhan. Inilah mengapa umat Islam diperintah untuk beriman kepada takdir, agar tidak terjerumus ke dalam kesyirikan.

Cara menghindari perbuatan syirik yang paling efektif ialah dengan berbaik sangka kepada Allah, sebab Allah sesuai persangkaan hamba-Nya. Dan bila ditelusuri lebih dalam hikmah husnuzan akan memakan berlembar-lembar buku. Takdir dan waktu keduanya bersesuaian, siapa yang beramal seberat dzarah, maka ia akan menuainya, dan sebaliknya siapa yang berbuat kejahatan sekecil itu pula, kelak iapun akan memetiknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *