Serial Kitab Tauhid Eps. 51: Bab 49 – Melupakan Nikmat Allah – Ustadz Afifi Abdul Wadud

Cara bersyukur atas nikmat Allah yang menghampiri kita ialah dengan menyibukkan diri dengan ketaatan. Sebab masyhur dalam hal ini. Apabila seseorang tidak menghamba kepada Allah, maka ia otomatis ia menghamba kepada Setan. Jadilah hamba-hamba Allah yang bertakwa lagi banyak melakukan amal shalih. Syukur nikmat Allah termasuk hal yang dituntut bagi seorang muslim. Jika kita perhatikan ayat tentang kufur nikmat, maka di sana didapati betapa ingkar nikmat menyisakan kesengsaraan yang memilukan.

Ingatkah Anda tentang tiga orang dalam kisah Si belang Si Botak dan Si Buta, dua ikon dalam lambang kesyukuran dan lambang kekufuran atas nikmat Allah Ta’ala. Di antara mereka ada yang melupakan nikmat Allah. Kita bisa melihat contoh bersyukur dalam kehidupan sehari-hari dalam kisah tersebut. Allah berfirman dalam surat Ar-Rahman dalam beberapa ayat-Nya disebutkan (artinya) “Maka Nikmat Allah mana lagi yang kau dustakan?”

Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah. (Madarijus Salikin). Setelah membaca pengertian bersyukur di atas, semoga makin menggugah kesadaran kita dalam mensyukuri nikmat Allah yang kita terima.

Sekali lagi, syukur nikmat adalah upaya untuk melanggengkan nikmat yang telah kita terima. Sejenak kita menelusuri cir ciri orang kufur nikmat yang tersebut dalam dalil kufur nikmat; salah satu di antara mereka ada yang mengingkari adanya harta yang datangnya dari Allah, tapi ia sandarkan kepada dirinya sendiri dalam mendapatkannya. Janganlah kita terlalu jauh dalam mencari permisalan, mensyukuri nikmat sehat salah satu contoh yang paling dekat! Nikmat mempunyai panca indera yang lengkap, mampu bangun dan beraktifitas serta tidur apabila lelah.

Hadits tentang bersyukur nikmat Allah terdapat dalam beberapa kisah, dan Ustadz Afifi Abdul Wadud mencoba mengisahkan kembali kisah tiga orang yang populer kisahnya dalam bab syukur dan kufur nikmat. Selain nikmat sehat ada nikmat yang lebih utama yaitu nikmat iman dan islam. Manfaat bersyukur tidak hanya kita rasakan saat ini, melainkan nanti di penghujung hari. Bersyukur dalam Islam menempati posisi yang mulia. Sebab pelakunya digolongkan ke dalam orang-orang yang bertaqwa. Syukur Alhamdulillah atas segala nikmat yang kita terima hari ini dan kemarin. Sudahkah Anda bersyukur hari ini???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *