Serial Kitab Tauhid Eps. 48: Bab 46 – Gelar Raja Diraja? – Ustadz Afifi Abdul Wadud

Manfaat asmaul husna bagi insan beriman akan menguatkan hatinya, bagaimana pun iman perlu disiram, salah satunya dengan cara berdzikir yang menyertakan asmaul husna. Dalam poin kajian Tauhid kali ini, pemateri membahas tema penting yakni gelar-gelar yang tidak boleh dipakai oleh seorang hamba, seperti Raja Diraja (Malikul Amlak), Hakim Di Atas Hakim (Al Qadhi Qudhat), Shahanshah (bahasa Persia artinya Raja Diraja), Raja Agung, dan semisalnya.

Mengapa gelar tersebut tidak layak, karena menyalahi hak prerogatif Allah terkhusus dalam tauhid Rububiyah. Anda bisa mencermatinya dalam hadits Muadz bin Jabal yang menyebutkan, “Wa ma haqullah ‘alal ibad wa haqqul ibad ‘alallah”? Padanya terdapat contoh tauhid yakni contoh tauhid rububiyah dan lebih menitikberatkan kepada tauhid uluhiyah.

Sudahkah Anda mendalami dalil tauhid rububiyah? Kalimat tauhid bukan sekedar simbolik melainkan sebuah kalimat yang harus diwujudkan dalam kehidupan seseorang. Ketahuilah bahwa Allah Maha Pencipta. Dan dalam video ringkas ini dikupas tentang pengertian asmaul husna dan tidak mengungkap daftar asmaul husna dan artinya. Juga, dibahas terkait pengertian syirik dan contohnya. Terdapat pula dibahas kalimat pujian kepada Allah yang bebas dari penodaan agama. Dan kutipan dalil syirik berikut pembagian tauhid untuk memperjelas materi yang tengah disajikan.

Apabila Anda membuat list pertanyaan tentang tauhid beserta contoh syirik dan contoh tauhid, maka akan semakin jelas ruang lingkup tauhid dan keistimewaan materi tauhid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *