Menolak Islam Karena Kelemahan Harta Pengikutnya (Masail Jahiliyah, Eps. 09) – Ustadz Afifi Abdul Wadud

Kebenaran hanya milik Allah … yang demikian adalah hal yang diyakini segenap kaum muslimin. Berbeda halnya dengan apa yang terjadi pada sejarah zaman jahiliah, di mana mereka menolak Islam karena kelemahan harta pengikutnya. Hal ini semakin memantapkan langkah kita dalam istiqomah di jalan-Nya.

Dalam hadits tentang kebenaran atau hadits tentang menyampaikan kebenaran dapat diketahui bahwa para pengikut kebenaran adalah mereka yang berasal dari rakyat biasa, adapun orang-orang kayanya tertahan dari mengikuti kebenaran.

Dan banyak orang miskin yang salah kaprah terhadap hadits yang zhahirnya menyebutkan keberuntungan bagi orang miskin. Padahal maknanya tawadhu. Tawadhu adalah sikap rendah hati yang dianjurkan syariat. Hal ini dapat diketahui dari hadits tentang tawadhu.

Dalam literatur peradaban Arab sebelum Islam atau kebudayaan Arab pra Islam menyebutkan bahwa banyak orang yang tidak menerima Islam lantaran pengikutnya -siapa yang berjalan di atas Islam, itulah yang mereka nilai benar atau salahnya-

Kekuasaan dan kemewahan yang mereka terima bisa jadi suatu istidraj yang Allah datangkan bagi mereka. Istidraj adalah penundaan hukuman dari Allah kepada pelaku maksiat dengan memberikan beberapa nikmat yang kasat mata. Beda halnya antara istidraj dengan karamah. Karamah adalah keajaiban yang Allah berikan kepada wali-walinya.

Pemateri sedikit banyak menafsirkan hadits tentang kaum dhuafa dan tafsir miskin dalam Islam. Bagaimanakah maksud redaksi hadits yang benar hingga Nabi bersabda, “Ya Allah wafatkanlah aku dalam keadaan miskin.” Tahukah Anda tentang ciri ciri tawadhu pada seseorang?

Setelah seseorang menghiasi dirinya dengan tawadhu, ia hiasipula dengan perangai mulia yang lain yakni syukur dan sabar. Inilah hal yang mengungkap Islam agama yang benar. Dan kisah tawadhu orang shaleh jaman dahulu. Tawadhu itu pilihan.

Hidayah Allah memang mahal harganya. Namun berapa banyak yang menjemput hidayah tanpa ia duga sama sekali?!?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *