Mengenal Asmaul Husna (Taqrib At-Tadmuriyah), Eps.05 – Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.

Hadits tentang alam semesta mengakhiri perjumpaan kita dalam muhadharah di Malaysia ini dan memasuki poin terakhir yakni mengupas tuntas perihal syubhat yang mendarah daging di dalam tubuh ahlul bid’ah. Syubhat adalah samar, kabur, atau tidak jelas. Pemateri mulai mengupas perihal alam azali sebagai asas tergelincirnya mereka yang mengambil Filsafat Yunani sebagai pedoman dalam beragama. Masuk di sini pengertian alam azali versi mereka. Sedikit banyaknya mengupas sejarah Filsafat Yunani yang kemudian diestafetkan kepada cendekiawan muslim di zaman itu. Ada Ibnu Sina, Ar-Razi, dan semisalnya.

Barangkali Anda mengenal kitab Tahafut Al Falasifah karya Imam Al Ghazali setelah pertobatannya menuju manhaj Salaf, yang mana beliau membahas ruang lingkup filsafat Islam. Kembali kepada kita Taqrib Tadmuriyah, yang mana dijelaskan tentang alam semesta menurut AlQuran guna membantah teori penciptaan alam semesta versi mereka (ahlul ilhad). Sudah banyak disebutkan ayat kauniyah tentang alam semesta, sungguh hal tersebut membuat beriman orang yang berakal.

Akal menurut Islam tidak bisa berpikir sendiri, ia membutuhkan wahyu sebagai petunjuk. Oleh karenanya Allah turunkan Al Quran, Allah turunkan Nabinya sebagai penjelas Al Quran, karena manusia pada hakekatnya miskin ilmu. Pengertian akal menurut Islam dibahas sesuai fitrah yang lurus, bukan fitrah yang membagaimanakan Allah. Jika fitrah telah menyimpang, maka ia akan bertanya: “Dimana Allah sebenarnya: di langit atau di bumi?” “Mengapa sepertiga malam terakhir Allah turun ke dunia?” “Atau jangan-jangan Allah tidak bertempat?” —- inilah sederetan syubhat yang mengakar! Syubhat artinya telah dijelaskan secara gamblang dalam kajian yang menggugah ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *