Kitab Ushulus Sittah, Eps. 04 (Ikhlas dan Tidak Syirik) – Ustadz Abu Isa

Ikhlas dan tidak syirik merupakan harapan para dai ilallah. Telah lalu penjabaran terkait pengertian syirik dan contohnya, utamanya makna ikhlas dalam hidup manusia, yang mana beban taklif telah berada di pundak-pundak mereka. Namun hal itu (taklif) tidak akan memberatkan bagi mereka yang ikhlas dalam beribadah. Berapa banyak ayat dan hadits tentang syirik yang mencoba mengingatkan umat manusia akan bahaya kesyirikan dalam hidup mereka.

Penulis berkata, “Termasuk di antara hal yang paling mengherankan dan di antara tanda kekuasaan Allah Sang Penguasa Yang Maha Mengalahkan (segala sesuatu) adalah 6 landasan yang telah Allah jelaskan dengan penjelasan yang gamblang bagi orang awam (masyarakat umum) lebih dari yang diperkirakan oleh orang-orang yang bisa mengira, tapi kemudian setelah itu kebanyakan orang cerdas dan orang berakal dari kalangan Bani Adam salah (dalam memahami) kecuali sedikit (dari mereka).”

Mengenal dua macam yakni macam macam tauhid dan macam macam syirik akan membuahkan marifatullah yang sempurna. Dan cara menghindari syirikpun mudah untuk mereka lakukan, biidznillah. Ikhlas adalah memurnikan amal untuk Allah semata, inilah yang dimaksud dengan ikhlas karena Allah. Menelisik makna dari pengertian tauhid beserta hadits tentang syirik, yang mana di dalamnya terdapat kutipan dalil tentang syirik yang disampaikan oleh Ustadz Abu Isa hafizahullah.

Penulis melanjutkan, “Landasan yang pertama: Mengikhlaskan agama (hanya) untuk Allah Ta’ala semata, tidak ada sekutu bagiNya, dan penjelasan tentang lawan (dari keikhlasan) yaitu syirik kepada Allah. AlQuran telah menjelaskan landasan ini dalam bermacam-macam bentuk dengan ucapan yang bisa dipahami oleh orang awam yang paling sederhana pemikirannya. Tapi kemudian kebanyakan manusia melihat (hal yang berbeda). Syaithan menampakkan keikhlasan (tauhid) itu dalam bentuk merendahkan orang-orang sholih dan seakan-akan (tauhid) adalah mengurangi hak-hak mereka. Syaithan menampakkan kesyirikan kepada Allah dalam bentuk mencintai orang-orang sholih dan pengikut mereka.”

Menilik kembali dalil tentang ikhlas plus syarat masuk Surga dan mengenal pengertian pahala serta mengetahui akibat perbuatan syirik yang telah terbalik persepsinya. Ada 4 amalan masuk Surga (baca: amalan yang memasukkan ke dalam Surga), salah satunya ikhlas beribadah dan tidak menyekutukannya. Ada syarat masuk Surga tanpa hisab sebagaimana hadits yang menjelaskannya. Keluar dari hadits tersebut yakni hadits bitoqoh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *