Hushulul Ma’muul fi Syarhi Tsalatsatil Ushul, Eps. 14 – Ustadz Aris Munandar

Dakwah tauhid, dakwah yang mulia … ajaran tauhid merupakan ajaran seluruh para Nabi dan Rasul. Di sinilah fungsi wahyu berperan. Pengertian wahyu dalam Islam tidak bisa dialihkan kepada makna yang lain seperti pembimbingan atau selainnya. Wahyu datangnya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang ditugaskan kepada Jibril ‘alaihissalam untuk diberikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam pokok-pokok keyakinan Ahlus Sunnah wal Jamaah disebutkan tentang bab iman; iman naik dan turun. Naiknya iman dengan ketaatan, sedangkan turunnya iman dengan kemaksiatan. Lemah iman sering disebut dengan nama Futhur. Selain membahas tentang penyakit futhur, pemateri memaparkan Al Wala wal Bara. Baraah dalam Islam, artinya berlepas diri. Berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya.

Dakwah tauhid dan sunnah senantiasa berkibar sepanjang zaman. Strategi dakwah Islam yang maju ialah yang menomorsatukan perkara ini, tanpa tauhid, dakwah tidak akan jalan! Semuanya berasaskan tauhid. Dalam hadits tentang tauhid disebutkan pokok keimanan yaitu sejarah Isra miraj. Tujuan Isra miraj ialah menguji segenap hambanya dengan suatu peristiwa yang agung; sekali jalan dalam satu malam dari langit dunia menuju langit ketujuh.

Erat kaitannya isra miraj dengan hadits tentang perintah shalat, mencakuppula perintah shalat 50 waktu atau dengan bahasa lain perintah shalat pertama kali nya. Siapakah yang pertama kali membenarkan peristiwa itu? Ya, dialah Abu Bakar Ash-Shidiq radhiyallahu ‘anhu.

Semua hukum milik Allah dan padanya ada rincian. Pengertian hukum Allah yang dipahami oleh Ahlussunnah wal Jamaah berbeda dengan konsep hukum yang diimani Khawarij yang mana menghalalkan darah kaum muslimin dan membiarkan para penyembah berhala!

Orang yang berhukum dengan selain hukum Allah tidak berarti membela orang kafir. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hukum membela orang kafir dengan sengaja, yang mana termasuk nawaqidh Al-Islam. Dan tentang hal ini (hukum Allah) banyak yang terjatuh ke dalam kesalahan hingga menimbulkan pemahaman asing yang tidak pernah dikenal oleh para ulama sebelumnya. Yaitu pemahaman takfir.

Bagi Anda yang tinggal di negeri non muslim, maka hijrah adalah pilihan. Hijrah adalah berpindahnya seseorang dari negera kafir menuju negara muslim dalam rangka ia menegakkan agamanya di tempat yang ia hijrah kepadanya. Tujuan hijrah sesuai dengan apa yang ia niatkan. Oleh karena itu landasilah hijrah kalian karena Allah Ta’ala.

Zaman terus bergulir dan kezaliman demi kezaliman terus terwarisi. Akankah kezaliman ini akan berlalu? pengertian zalim menjadi kabur, karena yang salah dibenarkan dan yang benar disalahkan. Hari di mana para saksi palsu dibenarkan dan orang benar tersisihkan …. Semua itu akan sirna dan kembali aman setelah panji-panji tauhid tegak dan terwujud kemenangan Islam dengan dakwah tauhid.

Insyaa Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *