Beriman kepada Sifat-Sifat Allah (Fatwa Hamawiyah Kubra) – Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.

Iman kepada Allah termasuk rukun iman yang pertama. Iman kepada Allah mencakup empat hal: iman bi wujudillah, iman bi rububiyyah, iman bi uluhiyyah, iman bi asma wa shifatih. Mengenal sifat sifat Allah mendatangkan keimanan dan menguatkannya dan sebaliknya, semakin orang tidak mengenal Allah, maka bagaimana ia akan bisa dekat dengan-Nya?

Kajian kali ini membahas salah satu bab dari Fatwa Hamawiyah Kubra karya Ibnu Taimiyah dengan tema Beriman Kepada Sifat Sifat Allah, yang digali dari hadits tentang iman kepada Allah (dalil iman kepada Allah). Dimulai dari mengkaji ayat AlQuran tentang keberadaan Allah dan pembahasan terkait lainnya, seperti: Dimana Allah sebenarnya, pengertian asmaul husna, kajian asmaul husna, fatwa Ibnu Taimiyah, ruang lingkup iman kepada Allah dan lain sebagainya.

Arti arsy menurut makna yang ditunjukkannya bukan ditakwil atau ditafwidh. Adapun Ahlussunnah hanya menerima maknanya dan tidak mengkaifiyahkannya. Di antara sifat Allah yang dibahas di sini seperti sifat nuzul, sifat istiwa, sifat qurbah, dan selainnya. Kaitan doa sepertiga malam ada hubungannya dengan sifat nuzul Allah. Sedangkan hadits Allah di mana Allah tinggal (sebagaimana disebutkan dalam hadits Jariyah, kisah yang terjadi antara Mu’awiyah bin Abil Hakam As-Sulami dengan budaknya).

Kajian sifat sifat Allah biasa disebut dengan tauhid afal. Qurbah artinya kedekatan, oleh sebab itu ada istilah taqarub ilallah yakni mendekatkan diri kepada Allah. Perlu diketahui bahwa Fatwa Hamawiyah bukan hasil ajaran Ibnu Taimiyah melainkan ajaran Islam yang bersumber dari dua sumber utama yakni Al-Quran dan Al-Hadits ‘ala fahmi shahabat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *