Masih dalam bahasan yang mencakup syarat laa ilaaha illallah, dan memasuki syarat yang keempat ialah ash-Shidqu (jujur). Maksudnya adalah tepatnya ucapan dan kenyataan. Allah Ta’ala berfirman, (artinya) “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan untuk mengatakan, ‘kami telah beriman’ tanpa diuji?! Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, sehingga Allah benar-benar tahu orang-orang yang Read More
Ilmu dan yakin adalah syarat yang pertama dan kedua. Memasuki syarat yang ketiga, yakni Ikhlas kepada Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, (artinya) “Ketahuilah bahwasanya agama Allah adalah agama yang murni.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah haramkan Neraka bagi orang yang mengucapkan laa ilaaha illallah dengan mengharap wajah Allah.” Read More
Yakin merupakan buah dari kesempurnaan ilmu. Orang yang mengucap kalimat tauhid dan ia mengerti maknanya, maka ia harus mempunyai keyakinan yang mantap. Sebagaimana firman Allah Ta’ala: (artinya) “Sesungguhnya orang-orang beriman itu adalah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tanpa keraguan sedikitpun. Mereka kerahkan (jihad) dengan harta dan jiwa mereka.” Read More
Sebagaimana kita tahu, kalimat laa ilaaha illallah memiliki tujuh syarat. Dan syarat yang kedua adalah yakin. Yakin adalah sempurnanya ilmu, bahwa dia meyakini Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah. Yakin menghilangkan keragu-raguan. Ragu termasuk perangainya kaum munafikin, sedangkan kaum muslimin, jauh dari sifat tersebut. Read More
Kalimat Laa ilaaha illallah ini memiliki faidah yang sangat besar, dan bisa jadi tidak berfungsi manakala tidak terpenuhi syarat-syaratnya. Kalimat ini adalah kunci Surga. Dan kunci tidak bisa dipakai kecuali yang memiliki gerigi. Gerigi itu ada tujuh: al-ilmu (berilmu), al-yaqin (yakin), al-ikhlas (ikhlas), ash-shidqu (jujur), al-inqiyad (tunduk), al-mahabbah (cinta), dan al-qabul (menerima). Jika ada yang Read More
Masih melanjutkan pembahasan sebelumnya terkait makna dan syarat-syarat Laa ilaaha illallah. Setelah kita membahas maknanya dan mengenal makna-makna yang keliru. Kali ini, kita akan memfokuskan kepada syarat-syarat Laa ilaaha illallah. Kalimat Laa ilaaha illallah adalh kalimat yang agung, yang mana Allah Subhanahu wa Taala menciptakan Jin dan Manusia dalam rangka mewujudkannya. Untuk kalimat ini, Allah Read More
Asy-Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad berkata, Ketahuilah wahai saudaraku, semoga Allah memberi anda petunjuk kepada ketaatan dan taufiq untuk mencintai Allah, bahwa kalimat yang paling agung dan paling bermanfaat adalah kalimat tauhid “Laa ilaaha illallah”. Ia adalah sebuah ikatan yang kuat dan ia juga merupakan kalimat taqwa. Ia juga merupakan rukun agama dan cabang Read More
Melanjutkan pembahasan sebelumnya ashluddin (pokok agama). Pokok agama dan kaidahnya ada dua: 1. Perintah untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata Mengajak, menyemangati, menganjurkan, mendorong agar manusia semata-mata hanya beribadah kepada Allah (Tauhidullah), membangun loyalitas kepada ahli tauhid dan mengkafirkan orang yang meninggalkan tauhid. 2. Memperingatkan dari kesyirikan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. kemudian Read More
Memasuki pembahasan kedua yakni pokok agama dan kaidahnya. Pokok agama ini dua: Dikatakan ashl, maknanya adalah akar, atau posisi yang paling bawah yang dibangun di atasnya yang lain. Maka jika diperumpamakan sebagai sebuah pohon, maka ia adalah akar. Atau jika ia adalah rumah, maka ia adalah pondasinya. Dikatakan ashluddin (pokok agama), artinya semua bangunan agama Read More
Pada poin ketiga ini, kita mengenal Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apabila Anda ditanya, “Siapakah Nabimu?” Maka jawablah, “Nabiku adalah Muhammad bin Abdillah bin Abdul Muthalib al-Hasyimi al-Quraisy. Dalam kalimat yang singkat ini, beliau mengenalkan tentang nama dan nasab. Nama Muhammad artinya yang terpuji, sebuah nama yang belum ada sebelumnya. Sedangkan dari sisi keturunan, Read More